Sukses

Inilah Pertolongan Pertama pada Kejang!

Pertolongan pertama pada kejang harus dilakukan dengan baik dan benar. Apa saja pertolongan pertama pada kejang? Berikut pembahasannya.

KlikDokter.com - Saat mendapati keluarga, anak, atau orang lain yang mendadak kejang dihadapan kita, tentunya akan muncul perasaan panik dan bingung harus berbuat apa, terutama bagi Anda yang memiliki keluarga atau orang terdekat dengan riwayat kejang.

Karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui secara mendalam seputar pertolongan pertama bagi penderita kejang, dan hal-hal apa yang harus / tidak boleh dilakukan.

Pertolongan pertama yang harus Anda lakukan terhadap orang yang kejang disekitar Anda dapat berpengaruh besar terhadap keselamatan orang tersebut. Begitu pula  apabila Anda menjalankan cara yang salah dalam menangani kasus kejang yang terjadi disekitar Anda. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin Anda bukan menolong, tapi justru memperburuk keadaan penderita kejang tersebut.

Penggunaan kata ‘kejang’ sering disalahartikan dalam masyarakat umum. Misalnya saat otot tangan kaku, maka dianggap sebagai kejang. Sesungguhnya, kejang adalah kondisi yang lebih berat daripada hanya sekedar ‘otot tangan kaku’. Kejang terjadi saat aktivitas penjalaran sinyal-sinyal listrik dalam otak mengalami gangguan. Penjalaran sinyal ini merupakan suatu hal yang penting. Karena melalui penjalaran sinyal, otak mampu memerintahkan tangan/ kaki/ organ lainnya untuk bertindak sebagaimana mestinya.

Karenanya, saat sinyal ini terganggu akan muncul berbagai gerakan/ kelakukan yang tidak terkoordinasi dengan baik yang disebut dengan kejang.

Tampilan kejang yang paling umum adalah berupa gerakan kelojot yang terjadi di tangan/ kaki. Selain itu, saat seseorang kehilangan kesadaran dan anggota tubuhnya menegang keras, hal tersebut juga bisa disebut sebagai kejang. Pada umumnya, kejang dimulai dengan periode di mana penderita merasa bingung/ linglung secara mendadak, kemudian dilanjutkan dengan perubahan mendadak, misalnya penderita tiba-tiba terjatuh dan terjadi gerak yang tidak terkontrol.

Gejala lain yang biasanya menyertai adalah keluarnya air liur atau busa dari mulut, mata melirik hanya pada satu sisi, penderita mengerang, atau mengeluarkan bunyi mengorok, serta penderita tampak menggigit lidah (bahkan hingga dapat timbul darah), serta gigi gemeretuk.

Penyebab kejang sangat bervariasi, mulai dari adanya penyakit infeksi, demam tinggi, tumor, stroke, epilepsi, keracunan/ penggunaan zat-zat tertentu, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, merupakan suatu hal yang penting untuk mengetahui apa penyebab yang mendasari terjadinya kejang. Namun, hal tersebut dapat ditunda demi memberikan penanganan kegawatdaruratan yang tepat pada penderita kejang.

Saat Anda menghadapi orang lain yang kejang dihadapan Anda, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Hubungi petugas medis gawat darurat terdekat untuk membawa peralatan emergency yang sesuai
  2. Bila memungkinkan, sangat baik bila Anda mampu mencegah penderita sebelum orang tersebut jatuh agar penderita tidak cedera
  3. Saat penderita terjatuh, bila perlu pindahkan posisi penderita ke area yang lebih aman. Singkirkan benda-benda di sekitar yang dapat melukai penderita tersebut, misalnya memindahkan penderita ke pinggir jalan saat penderita jatuh di tengah jalan umum
  4. Longgarkan pakaian penderita, terutama bagian sekitar leher
  5. Miringkan penderita ke satu sisi agar apabila keluar liur atau muntah tidak masuk ke saluran nafas sang penderita
  6. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut meskipun Anda berniat mencegah tergigitnya lidah, misalnya sendok atau bahkan jari tangan, ataupun minuman atau obat lain ke dalam mulut selama kejang terjadi, karena penderita sedang tidak sadar
  7. Anda tidak perlu menahan tubuh penderita untuk mencegah kejang. Namun, berikanlah bantal untuk melindungi kepala penderita saat kejang terjadi

Kejang dapat terjadi pada siapapun, dari usia anak-anak hingga usia dewasa. Kebanyakan kejang dapat berhenti dengan sendirinya, namun ada kalanya kejang terjadi dalam waktu yang cukup lama (lebih dari 15 menit). Dalam kondisi ini, penanganan medis sesegera mungkin sangat dibutuhkan, karena hal tersebut menandakan adanya kerusakan yang cukup berat.

Apabila terdapat keluarga dengan riwayat kejang, ada baiknya telah disediakan obat-obatan anti kejang dirumah, khususnya bagi penderita epilepsi. Begitu pula bagi anak yang memiliki riwayat kejang demam, Anda dapat memberikan obat penurun panas dengan segera saat suhu badannya mulai tinggi.

0 Komentar

Belum ada komentar