Sukses

Hubungan Softdrink dan Kegemukan

Seberapa sering Anda meminum soft drink? Apakah Anda merasa tubuh Anda semakin gemuk dan melebar? Jika iya, informasi medis dr. Alvin Nursalim berikut amat pas untuk Anda.

KlikDokter.com - Kegemukan atau biasa disebut obesitas merupakan masalah yang besar pada abad ini.

Jumlah kasus obesitas terus meningkat. Apakah anda tahu jika anda kegemukan maka risiko anda untuk menderita diabetes dan penyakit jantung juga meningkat di masa depan?

Berbagai faktor diduga turut menyumbang pada peningkatan angka obesitas di dunia. Selain faktor genetik, pola makan yang kaya kalori dan jarang berolahraga diduga berperan penting dalam peningkatan kasus kegemukan di dunia.

Salah satu bentuk minuman yang digemari saat ini adalah soft drink atau minuman ringan.

Soft drink merupakan minuman dengan pemanis yang umum ditemui dimana-mana. Salah satu bentuk soft drink yang biasa ditemui adalah minuman bersoda. Sayangnya soft drink memiliki nilai nutrisi yang rendah.

Selain itu, soft drink identik dengan makanan cepat saji berkalori tinggi. Keduanya merupakan bentuk makanan yang dapat menambah risiko kegemukan jika dikonsumsi terus menerus.

Lalu, apa yang membuat soft drink berbahaya?

Silakan klik next untuk melanjutkan.

1 dari 2 halaman

Hubungan Softdrink dan Kegemukan

Apa yang membuat soft drink berbahaya?

Semakin banyak bukti yang mendukung hubungan peningkatan konsumsi soft drink dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes. Apa sebenarnya kandungan soft drink yang berhubungan dengan peningkatan berat badan dan penyakit seperti diabetes?

Penggunaan sirup jagung yang kaya fruktosa pada beberapa minuman ringan diduga merupakan elemen kunci yang dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes. Konsumsi fruktosa menyebabkan perkembangan resistensi insulin. Kedua hal ini akan mempercepat perlemakan hati dan diabetes tipe 2.

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa pemberian minuman non-kalori sebagai ganti minuman berpemanis, dapat menurunkan berat badan dan akumulasi lemak pada anak-anak.

Hal ini memberikan sebuah hubungan kausal antara minuman berpemanis, kenaikan berat badan dan risiko obesitas.

Faktor risiko kegemukan yang lain

Kegemukan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Terdapat faktor yang dapat dimodifikasi dan ada faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor yang dapat dimodifikasi adalah pola hidup yang termasuk pola makan dan olahraga. Sedangkan salah satu contoh faktor yang tidak dapat dimodifikasi adalah genetik. Namun demikian bukan berarti pasrah karena gemuk dari 'sononya', justru harus disolusikan mengatasi hal tersebut.

Jadi apa hubungan pola hidup, genetik dan kegemukan? Dalam beberapa tahun terakhir, telah di identifikasi berbagai gen dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap kegemukan. Gen kegemukan bukanlah vonis mutlak anda akan menjadi gemuk. Namun gen ini dikombinasikan dengan faktor pola hidup yang menunjang kegemukan, merupakan dua hal yang memperbesar kemungkinan seseorang menjadi gemuk.

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa terdapat interaksi kuat antara faktor pola makan dan genetik seseorang. Seseorang dengan gen kegemukan lebih rentan untuk menjadi gemuk, akibat dari minuman berpemanis atau soft drink. Kegemukan bukanlah sebuah 'nasib' yang tidak dapat diubah. Peningkatan risiko pada seorang dengan gen kegemukan bisa ditekan dengan pemilihan makanan dan minuman yang lebih sehat

Perlu ditekankan bahwa untuk memecahkan masalah kegemukan diperlukan pendekatan multifaktor. Perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas merupakan langkah awal yang baik. Pola makan yang rendah lemak, kaya buah dan sayuran, ditambah pengurangan konsumsi soft drink merupakan kombinasi yang tepat bagi anda yang ingin mempertahankan berat badan ideal dan mencegah terjadinya kegemukan.

Artikel Terkait:

0 Komentar

Belum ada komentar