Sukses

Menopause pada Pria, Kenali Gejala dan Ciri-cirinya

Menopause pada pria atau andropause adalah kondisi penurunan hormon testosteron yang berkaitan dengan penuaan. Kondisi ini berbeda dengan menopause pada wanita.

Menopause pada pria, pernahkah Anda membayangkan bahwa kondisi tersebut benar-benar nyata? Faktanya, menopause pada pria memang ada dan dikenal dengan istilah andropause.

Menopause pada pria atau andropause adalah kondisi penurunan hormon testosteron yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan menopause pada wanita.

Pada menopause wanita, kondisi ini terjadi akibat terhentinya proses ovulasi yang diikuti penurunan hormon dalam waktu singkat.

Sementara itu, andropause pada pria terjadi akibat produksi hormon dan bioavailabilitas testosteron yang menurun secara perlahan dan bertahap.

Karenanya, perubahan fungsi seksual, tingkat energi dan perubahan suasana hati akibat andropause sering terjadi tanpa disadari.

Artikel Lainnya: Jarang Berhubungan Badan, Benarkah Bisa Bikin Lebih Cepat Menopause?

1 dari 3 halaman

Gejala Andropause pada Pria

Penurunan hormon testosteron pada pria akan terjadi secara perlahan. Setelah pria berusia di atas 30 tahun, hormon testosteron akan menurun sebanyak 1% per tahun. 

Akan tetapi, ketika mencapai usia 70 tahun, penurunan testosteron pada pria akan mencapai 50%.

Berikut ini adalah tanda dan gejala andropause pada pria, yang sejalan dengan penurunan kadar testosteron di dalam tubuh:

  1. Penurunan Gairah Seksual

Gejala andropause yang paling signifikan pada pria adalah penurunan hasrat untuk berhubungan seksual.

Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari penurunan kadar testosteron, yang juga merupakan hormon seks pada pria.

  1. Disfungsi Ereksi

Kadar testosteron yang rendah bisa menyebabkan kemampuan pria untuk melakukan ereksi spontan menjadi sangat berkurang.

Bahkan, pria yang telah menopause juga kesulitan untuk melakukan ereksi dan mempertahankannya. Dalam medis, kondisi ini dikenal dengan istilah disfungsi ereksi atau impotensi.

  1. Gangguan Tidur

Kadar testosteron yang rendah bisa membuat pria mengalami perubahan pola tidur akibat mengalami gangguan tidur.

Beberapa gangguan tidur yang bisa terjadi akibat menopause pada pria, misalnya insomnia dan mudah mengantuk di siang hari.

  1. Perubahan Bentuk Tubuh

Penurunan hormon testosteron sejalan dengan menyusutnya massa otot dan densitas tulang.

Sebaliknya, kadar lemak di dalam tubuh justru meningkat meski nafsu makan terbilang rendah.

  1. Rambut Rontok

Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula tingkat kerontokan rambut yang dialami pria.

Ternyata, keadaan ini sejalan dengan penurunan kadar testosteron yang merupakan bagian dari tanda menopause pada pria.

  1. Sulit Mengendalikan Emosi

Kadar testosteron yang terus berkurang seiring usia berbanding lurus dengan kemampuan pria mengendalikan emosinya.

Karenanya, pria yang telah mengalami menopause cenderung akan kesulitan mengendalikan emosi dan suasana hatinya.

  1. Depresi

Seperti telah disinggung sebelumnya, andropause dapat menyebabkan perubahan emosi dan suasana hati pada pria.

Jika pria benar-benar hilang kendali atas emosinya, depresi bisa saja terjadi padanya.

  1. Keringat Berlebih pada Malam Hari

Tanda andropause yang satu ini mirip dengan keluhan hot flashes yang terjadi pada wanita menopause.

Pasalnya, andropause juga bisa membuat pria mengeluarkan keringat yang sangat banyak, khususnya pada malam hari.

  1. Mudah Lupa

Semakin mendekati periode lansia, semakin menurun pula fungsi otak pada sebagian pria.

Tak heran, sebagian pria yang telah berusia tua cenderung mudah lupa dan sulit berkonsentrasi. Meski bisa dipengaruhi faktor lain, kondisi ini ternyata juga berhubungan dengan gejala andropause, lho!

  1. Denyut Jantung Tidak Teratur

Disinyalir bahwa penurunan kadar testosteron pada tubuh pria juga memengaruhi fungsi jantung untuk memompa darah.

Oleh karena itu, menopause pada pria bisa menyebabkan terjadinya denyut jantung yang tidak teratur.

  1. Pembesaran Payudara atau Ginekomastia

Tidak disangka-sangka, ternyata andropause dapat menyebabkan terjadinya pembesaran payudara pada pria.

Medis menyebut kondisi ini sebagai ginekomastia, yang juga dipengaruhi oleh pertambahan berat badan dan usia tua.

Artikel Lainnya: Sering Cuci Rambut Picu Menopause Dini, Mitos atau Fakta?

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Andropause

Apakah Anda adalah pria yang merasa telah mengalami gejala dan tanda andropause seperti di atas? Jika ya, berikut ini tindakan yang bisa Anda lakukan selanjutnya:

  • Berkonsultasi dengan Dokter

Hal pertama yang mesti dilakukan saat Anda mengalami tanda andropause pada pria adalah berkonsultasi pada dokter. 

tindakan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi yang sebenarnya Anda alami, sekaligus mencari cara terbaik untuk mengatasinya.

Dokter juga mungkin akan memberikan terapi untuk membantu mengendalikan keluhan yang Anda alami.

  • Terapkan Gaya Hidup Sehat

Sangat penting untuk berupaya menerapkan gaya hidup sehat, apalagi bila usia Anda sudah senja. 

Gaya hidup sehat, termasuk menjaga pola makan, berolahraga teratur, cukup istirahat, menghindari rokok dan alkohol, terbukti dapat menjaga kesehatan tubuh bagian luar dan dalam.

  • Bersikap Terbuka pada Pasangan dan Keluarga

Jika Anda merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi, tidak percaya diri, merasa tersingkir atau tidak dipedulikan lagi, jangan sungkan untuk membicarakan hal ini pada pasangan atau keluarga Anda.

Mencari motivasi dari orang-orang yang dicintai bisa membantu Anda bangkit dari rasa keterpurukan dan depresi akibat andropause.

  • Hindari Minum Obat Tanpa Saran Dokter

Jangan pernah berpikir untuk minum obat sembarangan, sekalipun obat tersebut dirasa bisa membantu mengurangi keluhan selama masa andropause.

Penggunaan obat konvensional atau ramuan herbal tetap harus dikonsultasikan pada dokter guna mengetahui manfaat dan potensi efek samping yang ditimbulkan.

Menopause pada pria adalah suatu kondisi yang tidak bisa dihindari. Namun, Anda tetap bisa mengendalikan kondisi ini agar tidak memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Jangan sungkan untuk berobat ke dokter jika Anda mengalami tanda andropause yang mengganggu. Jangan pula biarkan menopause pada pria mengganggu kenikmatan Anda menikmati masa senja.

[NB]

0 Komentar

Belum ada komentar