Sukses

Tubuh Sehat Dan Bugar Saat Lebaran

Setelah 1 bulan bulan kita berpuasa, lebaran seakan layaknya sebuah perayaan, hidangan lezatpun berlimpah. Makanan, kue-kue kecil sampai minuman beraneka macam.

buburKLIKDOKTER.com - Setelah 1 bulan bulan kita berpuasa, lebaran seakan layaknya sebuah perayaan, hidangan lezatpun berlimpah. Makanan, kue-kue kecil sampai minuman beraneka macam. Banyaknya makanan lezat jangan sampai membuat “lupa daratan”. Sangat penting untuk kita  tetap dapat mengendalikan diri agar esensi setelah puasa melekat diri sekaligus menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Beragam hidangan lebaran terasa amat lezat apalagi setelah kita berpuasa. Tetapi janganlah itu kita jadikan sebagai ajang untuk “balas dendam” dengan menyantap habis-habisan makanan tersebut. Apabila kita lepas kontrol tentunya akan membawa dampak yang tidak baik bagi tubuh kita di antaranya: kegemukan, tekanan darah tinggi dan naiknya kadar kolesterol dalam darah.

Hidangan yang ditawarkan saat lebaran pada umumnya berupa makanan yang lezat, gurih, dan manis. Makanan jenis ini tentu banyak mengandung protein, lemak, dan gula. Menu khas yang biasanya muncul setiap lebaran adalah ketupat lengkap dengan opor ayamnya, sambal goreng hati, rendang, tidak ketinggalan pula berbagai jenis kue-kue kering serta minuman yang berasa manis. Opor ayam, rendang, sambal goreng dan ketupat adalah menu “wajib” yang sering terhidang saat lebaran. Terlalu banyak makan makanan berlemak atau berminyak akan membuat pencernaan bekerja kurang baik.

Selama satu bulan berpuasa, tubuh di-detoksifikasi secara natural. Jadi, sayang kalau saat lebaran pola makan menjadi tidak terkendali. Ada  lagi kue-kue khas lebaran yang “menggoda” seperti nastar, kastengels dan lapis legit. Anda mungkin perlu berhati-hati “memanjakan” lidah dengan makanan “kaya” lemak ini. Konsumsi berlebihan akan membawa akibat kurang baik bagi tubuh. Sebenarnya, saat lebaran boleh saja makan menu istimewa, namun perhatikanlah jumlah kalori yang masuk. buka tidak mungkin berat badan akan naik melebihi berat badan sebelum puasa saat anda kalap mengkonsumsi makanan berlemak dan tinggi kalori.

Setelah organ pencernaan kita diistirahatkan selama 30 hari, tubuh memerlukan waktu penyesuaian kembali. Proses adaptasi ini tentu harus dilakukan secara bertahap dengan secara berangsur-angsur mengubah pola dan porsi makan. Porsi makan yang terlalu banyak dan mendadak akan berefek buruk bagi tubuh. Alih-alih menikmati hidangan lebaran dan merayakan kemenangan berpuasa, justru penyakit yang datang. Salah satu penyakit yang sering menyerang selama lebaran adalah diare. Hal ini dikarenakan pada saat lebaran biasanya pola makan menjadi tidak terkontrol sehingga menyebabkan kondisi perut otomatis kaget terhadap pola makan yang tidak beraturan. Perubahan  porsi yang banyak dan mendadak tersebut ternyata juga dapat menjadi faktor penyebab karena timbulnya luka pada saluran pencernaan.

Terlebih lagi saat lebaran kita akan banyak melakukan kegiatan silaturahmi, bertemu saudara, teman, sehingga kurang tidur dan istirahat. Dengan demikian kondisi fisik pasti lemah dan mudah terserang infeksi. Menurut Dr. W.L. Ariyanto dari RS RKZ Surabaya, antisipasinya adalah dengan mengurangi kelelahan, istirahat yang cukup, kurangi minuman yang merangsang tenggorokan, jangan minum es, jangan makanan goreng-gorengan, dan mengurangi rokok. Gejala klinisnya, batuk, pilek, dan panas. Perbanyak  minum air putih, mengkonsumsi Vitamin B dan C untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dampak lain yang ditimbulkan akibat pola makan berlebihan saat lebaran adalah banyaknya orang yang mengalami kekurangan asupan vitamin. Vitamin diperlukan oleh tubuh untuk mengatur serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Gejala yang tampak akibat kurang vitamin ini adalah selaput lendir mulut yang cenderung pecah-pecah dan kadang-kadang sampai terjadi gusi berdarah. Di samping itu makanan dengan kandungan lemak yang tinggi serta kurangnya aktivitasfisik juga sering menimbulkan keluhan sembelit. Jika ditelusuri, keluhan-keluhan tersebut berasal dari kurangnya jumlah asupan vitamin dan serat makanan ke dalam tubuh kita. Sumber terbaik dari vitamin dan serat alami adalah buah-buahan dan sayuran. Kedua macam bahan makanan inilah yang sering terlupa untuk dikonsumsi pada saat lebaran. Tidak hanya itu saja, pada saat sekitar lebaran biasanya makanan yang kita konsumsi adalah makanan yang berulang kali dihangatkan sebelum dihidangkan. Adanya proses pemanasan yang berkali-kali tentu akan berakibat pada rusaknya zat-zat gizi yang terkandung pada makanan tersebut termasuk juga vitamin.

Salah satu solusi untuk mengatasi gejala kekurangan vitamin ini adalah dengan membuat variasi pada menu lebaran yang kita hidangkan. Tidak ada salahnya jika kita mulai menyiapkan gado-gado/pecel ataupun lalapan sayur sebagai pendamping dari hidangan-hidangan tradisional khas lebaran tersebut. Juga jangan lupa untuk menyediakan buah-buahan segar sebagai pencuci mulut di saat lebaran sebagai pengganti cake/kue lain. Kita dapat pula mengganti minuman-minuman manis yang biasanya berasal dari sirup pabrikan (tentu mengandung bahan tambahan seperti zat pengawet dan pemanis buatan) dengan sari buah buatan sendiri. Tidak perlu harus mahal, cukup hidangkan air perasan jeruk baik hangat maupun dingin. Hal ini tentu akan memberikan nuansa lain di hari lebaran kita selain juga lebih segar, alami dan bergizi.[]()

Sumber

0 Komentar

Belum ada komentar