Sukses

Cedera Otak Michael Schumacher

Tujuh kali juara Formula Satu, Michael Schumacher dikabarkan koma dan dalam kondisi kritis setelah jatuh dan terbentur batu pada bagian kepala, saat bermain ski di Pegunungan Alpen Perancis, Minggu (29/12).

KLIKDOKTER.com – Tujuh kali juara Formula Satu, Michael Schumacher dikabarkan koma dan dalam kondisi kritis setelah jatuh dan terbentur batu pada bagian kepala, saat bermain ski di Pegunungan Alpen Perancis, Minggu (29/12).

Dari berbagai laporan yang diterima, Direktur Méribel, resor tempat Schumacher bermain ski, Christophe Gernigon-Lecomte mengatakan Schumacher sempat tersadarkan ketika dibawa ke rumah sakit dengan helikopter medis. Selama proses sadar, dilaporkan Schumacher mengalami disorientasi (kebingungan), hingga kemudian mengalami ketidaksadaran kembali hingga koma saat ini.

Pihak militer penjaga keamanan setempat, The French Mountain Gendarmerie mengatakan Schumacher mengenakan pelindung kepala (helm) ketika kecelakaan terjadi. Schumacher sempat dirawat di rumah sakit lokal, kemudian dipindahkan ke rumah sakit di kota Grenoble.

Belum ada kabar pasti yang dikeluarkan oleh pihak Sabine Kehm, manajer Schumacher.  Demikian yang tertulis dalam surat elektronik yang dikirimkan ke Associated Press dari, “Kami tidak bisa memberikan penjelasan tentang perkembangan kondisinya. Ia mengenakan helm dan tidak sendirian ketika kecelakaan terjadi,” tulis Kehm.

Sementara dari indikasi kesadaran sesaat sebelum hilangnya kesadaran (lucid interval), besar kemungkinan yang Schumacher alami adalah masuk cedera Epiduralis Haematoma. Dimana terdapat perdarahan di lapisan otak epidural. Penanganannya adalah dengan langkah operasi, setelah sebelumnya dilakukan penegakan diagnosa melalui CT Scan dan Angiografi.

Setelah penanganan, terdapat 9 kemungkinan yang terjadi pada pasien, diantaranya:

  • Pasien sembuh total dengan EEG (electroencephalography) normal.
  • Pasien sembuh tanpa keluhan. namun EEG tidak normal.
  • Pasien tidak menunjukan kelainan tetapi diikuti dengan beberapa keluhan:
    sering nyeri kepala
    vertigo
    - sukar kosentrasi
    - sukar berpikir
    - susah tidur
  • Sembuh dengan cacat badan, EEG dapat normal atau menunjukan kelainan-kelainan.
  • Sembuh namun diikuti serangan-serangan epilepsi.
  • Sembuh namun dengan cacat mental.
  • Pasien tidak sembuh dan lumpuh.
  • Pasien tidak sembuh dan berada dalam keadaan koma prolongtum.
  • Pasien meninggal.

Bagi Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami. Budayakan hidup sehat sebagai kebutuhan![](DA)


Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar