Sukses

Polusi Udara Ganggu Jantung

Partikel superkecil yang ada pada polusi udara membahayakan pengidap penyakit jantung koroner


Partikel superkecil yang ada pada polusi udara membahayakan pengidap penyakit jantung koroner. Mekanismenya, kemampuan jantung untuk mengantarkan sinyak elektrik terganggu. Demikian hasil studi tim peneliti dari Harvard University.

Polusi udara dari kendaraan bermotor dan industri telah terbukti memicu serangan jantung. Namun, cara terjadinya belumnya diketahui secara pasti. 'Peningkatan partikel lembut dari jalan raya serta karbon diperkirakan memberi dampak depresi level ST-segmen,' jelas ketua tim peneliti Dr Diane R. Gold, seorang pakar kesehatan lingkungan.

Dalam studi ini, Gold dan rekan mengumpulkan data dari 48 pasien penyakit jantung koroner dari kawasan Boston. Pasien dimonitor selama 24 jam menggunakan mesin elektrokardiografi portable. Alat ini memantau perubahan listrik jantung. Gangguan irama jantung itu menunjukkan aliran darah ke jantung tak adekuat. Depresi segmen ST mungkin juga berarti radang otot jantung. Gold juga mencatat kadar polusi udara di Boston selama 24 jam.

Efeknya tampak paling besar pada kisaran bulan pertama setelah pasien rawat inap. Pada pengidap serangan jantung dan diabetes, efeknya sudah terlihat sejak masih dalam perawatan di rumah sakit.

'Saya setuju. Pasien yang baru saja mengalami serangan jantung tak hanya perlu menghindari kepadatan lalu lintas karena berisiko stres. Polusi udara pun perlu dihindari,' tegas dr Byron Lee, spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dari University of California, San Francisco, Amerika Serikat.   

 

Sumber : Jawa Pos, - PDPI Malang.

    0 Komentar

    Belum ada komentar