Sukses

Biang Keringat, Biang Masalah

Biang keringat kerap kita temui pada bayi dan anak kecil, karena kulit mereka cenderung lebih sensitif...

Biang keringat kerap kita temui pada bayi dan anak kecil, karena kulit mereka cenderung lebih sensitif daripada orang dewasa. Bahkan 70 persen dari tubuh bayi mengandung air, itulah mengapa bayi mudah sekali mengeluarkan keringat bila dibandingkan dengan orang dewasa. Masalah kembali bertambah saat anak Anda rewel karena rasa gatalnya yang terus mengganggu. Jangan panik, sebelum tergesa-gesa memberi anak Anda bermacam-macam obat, kenali dulu tanda-tanda dan deskripsi dari biang keringat itu sendiri, jangan sampai nantinya Anda salah mendeskripsikan keadaan anak Anda dan memberinya obat yang salah.

Biang keringat atau biasa disebut dalam istilah medis dengan miliaria adalah penyakit kulit yang ditandai dengan kemerahan, muncul papul (bintil-bintil), dan gatal. Penyebab dari miliaria adalah sumbatan dari kelenjar keringat akibat dari kondisi udara yang panas dan lembab. Pada biang keringat ringan, tampak bintik putih melenting, berair, dan mengkilap tanpa disertai gatal. Pada biang keringat berat, terlihat bintik merah, gatal, melenting, berair, dan terasa perih. Secara medis, biang keringat dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis:

  1. Miliaria Kristalina Biang keringat ini terjadi pada lapisan atas (miliaria cyrstalina). Gejala yang tampak adalah kulit melenting kecil berair dan tampak mengkilap. Biang keringat jenis ini biasanya tidak menimbulkan rasa gatal, tidak berwarna kemerahan, dan pecah dengan sendirinya dalam waktu sekitar 1 sampai 2 hari sejak kemunculannya. Pada jenis miliaria ini tidak diperlukan pengobatan khusus, cukup dengan menghindari panas yang berlebihan, mengusahakan ventilasi yang baik, pakaian tipis dan menyerap keringat. Anda juga dapat memberikan bedak yang mengandung Calamine yang membantu meredakan iritasi pada kulit dan mengurangi biang keringat, sehingga menjadikan kulit anak Anda sehat.
  1. Miliaria Rubra Biang keringat jenis ini terjadi di lapisan tengah. Gejalanya adalah kulit berwarna kemerahan, gatal, melenting, berair, perih, dan parut. Bagian tubuh yang banyak mengeluarkan keringat kerap menjadi sasaran empuk miliaria rubra. Jenis biang keringat seperti inilah yang sering ditemui dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Cobalah dengan memberikan bedak yang mengandung Calamine untuk mendinginkan dan mengurangi gatal pada kulit. Kompres dingin pada bagian miliaria apabila sangat gatal. Konsultasikan kepada dokter kulit setempat jika biang keringat semakin parah dan sudah terjadi sampai 3-4 hari.
  1. Miliaria Profunda Biang keringat jenis ini terdapat di lapisan lebih dalam. biasanya timbul setelah miliaria rubra yang terjadi berulang. Secara klinis tampak bintil-bintil berwarna putih, keras dengan ukuran 1-3 milimeter tanpa rasa gatal dan peradangan. Karena letak sumbatan keringat yang lebih dalam maka secara klinis lebih banyak berupa bintil-bintil daripada gelembung berisi cairan. Namun pada miliaria jenis ini lebih banyak dialami oleh orang dewasa daripada pada bayi dan anak-anak. Biang keringat jenis ini diperlukan tindakan lebih lanjut, segeralah ke dokter kulit setempat untuk penanganannya yang lebih tepat.

Perlu diingatkan untuk tidak menggaruk area biang keringat karena menggaruk biang keringat dengan kuku tangan yang kotor bisa mengakibatkan terjadinya infeksi sekunder berupa penanahan. Hal ini terjadi karena bakteri yang terdapat pada kuku masuk ke dalam jaringan. Pada keadaan tersebut dapat dipertimbangkan untuk menggunakan antibiotika topikal.[] (JRA)

0 Komentar

Belum ada komentar