Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Profil Sehat
  • Dengan gizi yang baik, sel-sel akan berfungsi dengan normal, penyakit tentunya akan menjauh.” ujar Dokter dengan prinsip ”Enjoy Life” ini

Dengan gizi yang baik, sel-sel akan berfungsi dengan normal, penyakit tentunya akan menjauh.” ujar Dokter dengan prinsip ”Enjoy Life” ini

Lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1980, ibu dari 3 anak ini bekerja di DKI sebagai dokter puskesmas selama 4-5 tahun dan kemudian disusul dengan melanjutkan pendidikan Public Health untuk Health Education. Keinginannya untuk masuk

Kesibukan dokter yang masih terlihat awet muda ini memang luar biasa. Di usianya yang tidak muda lagi, kegiatannya cukup banyak, dari menjadi staf luar bias Departemen Gizi FKUI, klinisi di klinik gizi, sampai dengan nara sumber pada berbagai acara kesehatan/nutrisi pada berbagai TV, radio, majalah, tabloid, dan koran. “Kedokteran awalnya bukanlah pilihan utama,” ujar dokter yang sedang mengambil pendidikan S3 ini. “Saya awalnya senang arsitektur, namun fakultas yang bagus adalah ITB dan jauh, di bandung,” lanjutnya. Karena hal itulah akhirnya kedokteran menjadi pilihan dari wanita lulusan SMA Santa Ursula ini.

Lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1980, ibu dari 3 anak ini bekerja di DKI sebagai dokter puskesmas selama 4-5 tahun dan kemudian disusul dengan melanjutkan pendidikan Public Health untuk Health Education. Keinginannya untuk masuk ke dalam bidang spesialisasi Kulit dan Kelamin terpaksa ditangguhkan karena terbentur usia.

Keluarga adalah nomor satu bagi saya.”

Wanita kelahiran Jogjakarta, 7 Februari 1954 ini memang selalu menempatkan keluarga menjadi prioritas nomor satu dalam hidupnya. Membesarkan anak-anak dan mengatur rumah tangga adalah kegiatan utamanya di samping praktek kedokteran yang dijalani. Melanjutkan sekolah pun bukan merupakan prioritas utama ketika anak-anaknya masih kecil, “Keluarga adalah nomor satu bagi saya.”

Setelah anak-anaknya beranjak remaja, istri dari dr. Yulianto Witjaksono, SpOG ini akhirnya memutuskan melanjutkan Magister Science Gizi FKUI tahun 2001 dan dilanjutkan dengan Spesialis Gizi Klinik pada tahun 2004. Gizi menjadi pilihannya dikarenakan tugas sebelumnya di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, banyak berkecimpung di dalam bidang gizi.

”Gizi berkaitan dengan orang sehat dan orang sakit, karena itu semua membutuhkan gizi,” lanjut dokter yang sudah mempublikasikan beberapa jurnal ilmiah mengenai masalah gizi ini.

Beliau mengakui sangat enjoy di dalam bidang yang ditanganinya sekarang karena mempelajari menganai semua yang dibutuhkan oleh setiap orang. ”Gizi berkaitan dengan orang sehat dan orang sakit, karena itu semua membutuhkan gizi,” lanjut dokter yang sudah mempublikasikan beberapa jurnal ilmiah mengenai masalah gizi ini. Wanita yang memegang teguh kejujuran ini percaya bahwa semua sudah ada yang mengatur, baik rejeki, karier, keluarga, dan semunya. ”Karena itu mungkin saya relatif pasrah karena merasa semua sudah ada yang mengatur,” ujarnya sambil tertawa.

Minatnya di dalam bidang arsitektur pun tidak pupus begitu saja ketika menjadi dokter. Favoritnya adalah mendesain rumah, mengatur sendiri furniture di rumahnya, dan merenovasinya menjadi rumah yang asri. ”Bila saya ke luar negeri, saya suka membeli buku desain interior dan buku mode.”

Kesibukan yang dimiliki oleh dr.Fiastuti beserta suaminya membuat liburan ke luar kota jarang dilakukan. ”Biasanya kami seringnya pergi ketika ada seminar ke luar kota, ramai-ramai pergi semuanya,” lanjutnya. ”Tapi itu waktu anak-anak masih ada disini, sekarang karena anak-anak sudah di Australia semuanya, jadi saya berdua saja dengan suami.”

”Kita semua harus menerapkan pola hidup sehat, efeknya sangat banyak, orang menjadi sehat, produktifitas meningkat, dan tentunya cost untuk penyakit degeneratif akan menurun.”

Gizi menurutnya adalah bidang yang sangat penting karena penyakit degeneratif akibat masalah gizi sangat banyak. Sebutkan saja, hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, kolesterol, semua banyak disebabkan karena salah gizi. ”Gizi harus dimulai dari kecil, rumah tangga dan sekolah,” lanjutnya. ”Menurut saya semua provider kesehaan sebaiknya memberikan contoh yang baik untuk gizi.” Kita semua harus menerapkan pola hidup sehat, efeknya sangat banyak, orang menjadi sehat, produktifitas meningkat, dan tentunya cost untuk penyakit degeneratif akan menurun.

”Seseorang dengan gizi yang tepat akan menjadi awet muda,” kata ibu dengan hobi menjahit ini. ”Dengan gizi yang baik, sel-sel akan berfungsi dengan normal, penyakit tentunya akan menjauh.” Dokter dengan prinsip ”Enjoy Life” ini selalu mengambil positif dari semua hal yang dilakoninya, sangat terlihat hasilnya, berkat gizi yang sehat dan prinsip ”Enjoy Life,” beliau terlihat seperti berusia 40-an.

Pola hidup perkotaan yang sibuk sangat  berkaitan dengan pola hidup yang kurang sehat. Kesadaran mengenai pentingnya gizi dan pola hidup sehat harus dibangkitkan dari masing-masing individu.  dr. Fiastuti Witjaksono merupakan salah satu provider kesehatan yang concern dengan kebutuhan gizi dan tidak ragu-ragu untuk membagikan pengetahuan beliau tentang gizi kepada masyarakat demi perbaikan gizi di Indonesia. [](TRH)

 

Simposium Nasional Obesitas IV,
Makasar 25-26 Juni 2005, 
Association Between Metabolic 
Syndrome (ATP III) and
Hypertriglyceridemic Waist
in Male Employee

Weekend Short Course:
Clinical  Nutrition
and Management
Jakarta 31 Juli 2005, 
Nutrisi Enteral

SEMINAR  INTERNASIONAL, 2005

Asean Diabetes Educators,
Diabetes mellitus Management,
Glycemic Index:
Its Evolving Use in
Manila 7 Desember 2005

Dr. Fiastuti Witjaksono MSc. MS. SpGK

Dr. Fiastuti Witjaksono MSc. MS. SpGK

Tanggal Lahir:
Jogjakarta, 7 Februari 1954

Status:
Menikah,
dianugerahi 3 anak.

RIWAYAT PENDIDIKAN

Dokter FKUI 1980

Magister Science Public Health
FKMUI 1991

Magister Science Gizi
FKUI 2001

Spesialis Gizi Klinik
2004

RIWAYAT ORGANISASI

Pengurus PDGKI
(Perhimpunan Dokter Gizi
Klinik Indonesia)

Pengurus PDGMI
(Perhimpunan Dokter
Gizi Medik Indonesia)

Pengurus ISSO/HISOBI
(Indonesian Society
for the Study of Obesity/
Himpunan Study
Obesitas Indonesia)

Pengurus PEROSI
(Perhimpunan Osteoporosis
Indonesia)

DAFTAR KARYA ILMIAH

Body Mass Index and Waist
Circumference among Indonesian Adult from
Urban Community Proceeding
3rd National Obesity Symposium
Jakarta 15-16 Mei 2004

Association Between Metabolic Syndrome (ATP III)
and Hypertriglyceridemic
Waist in Male Employee
Proceeding Simposium Nasional
Obesitas IV
Makasar 25-26 Juni 2005

Terapi nutrisi medik
pada diabetes melitus dalam
Pedoman praktis Pemeilihan
Formula Nutrisi Enteral,
Perhimpunan Dokter Spesialis
Gizi Klinik Indonesia,
Jakarta, 2008

Penatalaksanaan Gizi Klinik
Pada Berbagai Penyakit
dalam Pedoman
Tata Laksana Gizi Klinik.
Perhimpunan Dokter Spesialis
Gizi Klinik Indonesia,
Jakarta, 2008

Makalah yang disampaikan
pada seminar nasional
sesuai bidang keahlian

SEMINAR NASIONAL

Nutri Indonesia 2004,
Jakarta 14-15 Februari 2004,
Penatalaksanaan Nutrisi
pada Obesitas

Workshop Konsensus
Nutrisi Enteral,  
Jakarta 8 September 2004,
Nutrisi Enteral

3rd National Obesity Symposium,
Jakarta 15-16 Mei 2004, 
Body Mass Index and Waist 
Circumference among Indonesian
Adult from Urban Community

Jakarta 15-16 Mei 2004, 
Circumference among
Indonesian Adult from
Urban Community

Kursus Pra KPPIK FKUI 2005, 
Pengelolaan Gangguan
Keseimbangan
Jakarta 18 februari 2005

The 1st National Congress
of Working Group on
Metabolism and Clinical  
Nutrition and the 3rd 
National Congress of Inaspen
Jakarta 16-17 April 2005,
Steady and Longterm Weight Loss

0 Komentar

Belum ada komentar