Pernapasan

Pengaruh Asap Rokok pada Alveoli Paru

Aditya Prasanda, 06 Sep 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Alveoli paru dapat mengalami gangguan akibat paparan asap rokok. Ketahui dampak atau bahaya merokok bagi alveoli lewat ulasan lengkap berikut ini.

Pengaruh Asap Rokok pada Alveoli Paru

Asap rokok dapat memengaruhi alveoli paru Anda. Alveoli merupakan tempat bertukarnya oksigen dan karbondioksida di dalam paru-paru. 

Kantong udara berbentuk cekung ini dikelilingi banyak kapiler kecil. Lantas, apa saja bahaya asap rokok bagi alveoli?

1 dari 2

Bahaya Asap Rokok pada Alveoli

Paru-paru Anda mengandung sekitar 300 juta alveoli. Jika dibentangkan, alveoli paru orang dewasa yang sehat memiliki total luas permukaan sebesar 70 meter persegi atau seukuran setengah lapangan tenis. 

Permukaan luar alveoli paru sebagian besar ditutupi oleh kapiler kecil. Dinding alveoli dan kapiler tersebut dipisahkan oleh membran yang sangat tipis.

Artikel Lainnya: Mana Lebih Berbahaya, Asap Kendaraan atau Asap Rokok?

Oksigen dari udara yang Anda hirup akan melewati dinding alveoli melalui membran tersebut. Kemudian, oksigen melintasi kapiler dan masuk ke dalam aliran darah. 

Pada saat bersamaan, karbon dioksida didorong ke luar, tepatnya ketika Anda mengembuskan napas.

Jika Anda merokok, racun asap rokok yang dihirup akan menghancurkan dinding tipis alveoli. Akibatnya, kantong udara paru berlubang dan menyebabkan fungsi paru terganggu.

Dokter Valda Garcia mengatakan kondisi ini dapat memengaruhi sistem pernapasan. 

“Jika berlangsung dalam jangka panjang, bisa semakin menurunkan fungsi paru dan menyebabkan sesak napas,” katanya.

Pasalnya, berdasarkan Very Well Mind, kantong udara yang berlubang akan kesulitan mengangkut oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Akibatnya, sebagian oksigen dan karbon dioksida akan terperangkap di paru-paru.

Hal ini menyebabkan perokok berisiko tinggi untuk mengalami emfisema. Emfisema adalah penyakit kronis atau jangka panjang yang diakibatkan oleh kerusakan alveolus (satu buah alveoli). Kondisi emfisema dapat membuat Anda kesulitan bernapas.

Kerusakan alveoli paru akibat emfisema tidak dapat disembuhkan. Namun jika Anda menghentikan kebiasaan merokok maupun mengurangi paparan asap rokok lebih dini, kerusakan alveoli dapat dicegah.

Sementara itu, jika Anda merokok dalam jangka waktu lama, kerusakan alveoli dapat berkembang. Bahkan jika Anda sudah memutuskan berhenti merokok.

Artikel Lainnya: Daftar Racun Berbahaya dan Mematikan dalam Rokok

2 dari 2

Berhenti Merokok Secepatnya

Satu-satunya cara menghindari kerusakan alveoli paru adalah dengan berhenti merokok sesegera mungkin.

Perlu Anda tahu, asap rokok mengandung begitu banyak zat kimia beracun yang dapat mengganggu kesehatan. 

Terdapat penelitian yang membuktikan bahwa zat kimia rokok meninggalkan endapan radioaktif permanen di paru-paru. Para peneliti meyakini kondisi ini meningkatkan risiko kanker paru pada perokok.

Setelah dihirup, racun rokok melewati alveoli dan masuk ke aliran darah. Zat berbahaya ini kemudian menjangkiti setiap organ dalam tubuh Anda. Tidak heran, merokok menyebabkan bermacam penyakit.

Selain risiko kerusakan alveoli, gangguan pernapasan, dan kanker paru, merokok juga menyebabkan penyakit jantung, masalah kesuburan, serta degenerasi makula (gangguan penglihatan terkait usia).

Artikel Lainnya: Dampak Memiliki Orang Tua Perokok pada Anak

Pada ibu hamil, bahaya asap rokok juga meningkatkan risiko kelahiran prematur maupun bayi berat lahir rendah (BBLR). 

Hindari risiko penyakit atau gangguan kesehatan tersebut dengan berhenti merokok. Anda dapat mengalihkan keinginan untuk merokok dengan mengunyah permen karet atau latihan pernapasan.

Selain itu, Anda juga harus mengurangi asupan kafein. Sebab kafein dapat memicu ketegangan saraf. Akibatnya, kebiasaan merokok dapat kembali muncul, karena rokok selama ini dianggap membuat lebih rileks.

Jika kecemasan yang menjadi penyebab Anda merokok, ganti kebiasaan buruk tersebut dengan olahraga yang dapat meningkatkan perasaan rileks seperti jalan kaki atau berenang.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar bahaya asap rokok, konsultasi ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

bahaya merokok
Penyakit Paru-paru
Paru
Alveoli