Pernapasan

Kenali Pneumonia dan Cara Mencegahnya

dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons, 06 Des 2023

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Pneumonia atau paru-paru basah merupakan penyakit yang cukup sering terjadi di Indonesia. Simak untuk kenali Pneumonia dan cara pencegahannya disini.

Kenali Pneumonia dan Cara Mencegahnya

Penyakit paru-paru basah atau Pneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada paru-paru. Penyakit Pneumonia dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa.

Pneumonia di Indonesia cukup sering terjadi. Cakupan pneumonia di Indonesia pada tahun 2010-2014 berkisar antara 20-30%. Namun sejak tahun 2015-2019 Pneumonia mengalami peningkatan.

Pneumonia bahkan menjadi penyebab kematian yang cukup banyak bagi balita di Indonesia. Meningkatnya kejadian pneumonia pada balita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perilaku orang tua, kebiasaan merokok oleh anggota keluarga, dan lingkungan di sekitar balita.

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, penderita Pneumonia segala usia mencapai 2,21%, dengan rincian kelompok usia 44-64 tahun 2,5%, usia 64-74 tahun 3,0%, dan usia 75 tahun ke atas 2,9%.

Dengan begitu berbahayanya penyakit ini, kamu perlu mengenali Pneumonia lebih jauh dan berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan.

Artikel Lainnya: 16 Penyebab Kamu Sering Sesak Napas yang Mesti Diwaspadai

Pneumonia dan Gejalanya

Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi patogen (virus, bakteri, jamur, dan parasit). Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada paru-paru, sehingga alveolus paru-paru atau kantong udara paru terisi oleh cairan. Akibatnya, paru-paru tidak dapat bekerja secara normal.

Pada kasus Pneumonia yang sudah parah, dapat terjadi gangguan aliran oksigen dari paru-paru ke pembuluh darah, sehingga tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Gejala Pneumonia yang muncul bisa saja ringan ataupun berat. Biasanya bila gejala yang terjadi masih tergolong ringan, penderita belum membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun, hal ini tidak berlaku pada kasus yang menimpa bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan imunitas rendah seperti penderita HIV.

Penderita dengan kriteria tersebut wajib dirawat di rumah sakit, sebab Pneumonia yang diderita dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal.

Artikel Lainnya: Fakta Tentang Pneumonia yang Perlu Kamu Tahu

Gejala utama pneumonia biasanya adalah batuk, baik mengandung dahak ataupun tidak. Gejala lainnya meliputi:

  • Demam atau tubuh menggigil
  • Nyeri dada ketika bernapas
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • BAB cair
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Mudah lelah
  • Perubahan karakteristik sputum/purulent
  • Suhu tubuh >380C (aksila)/riwayat demam
  • Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan tanda-tanda konsolidasi, suara napas bronkial dan ronki
  • Jumlah leukosit >10.000 sel/µL atau <4500 sel/µL dengan peningkatan neutrofil batang atau immature granulocytes.

Biasanya dokter akan menduga adanya Pneumonia dari gejala di atas. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik ke paru-paru untuk memeriksa apakah terdapat suara paru yang tidak normal. Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis, seperti pemeriksaan darah, sinar X, dan tes dahak.

Faktor Risiko Mengidap Penyakit Pneumonia

Kenali Pneumonia dan Cara Mencegahnya (Zapp2Photo/Shutterstock)

Hal yang perlu kamu ketahui berikutnya, pada Pneumonia terdapat beberapa faktor risiko yang juga dapat memicu kamu terjangkit penyakit ini, yaitu:

  • Merokok
  • Diabetes melitus
  • Riwayat penyakit jantung
  • Penurunan kesadaran
  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah
  • Polusi lingkungan
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), asma
  • Penyakit serebrovaskular/stroke atau demensia
  • Riwayat Pneumonia sebelumnya
  • Status gizi yang buruk

Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Ini Bedanya Pneumonia, TBC, dan Bronkitis

Penanganan Pneumonia dan Tindakan Pencegahannya

Pengobatan pada pasien Pneumonia dapat beragam, mulai dari konsumsi obat-obatan, terapi inhalasi, dan terapi pendukung lainnya. Namun yang paling penting adalah mengetahui penyebab dari Pneumonia tersebut.

Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik jika penyebab pneumonia nya adalah bakteri. Tapi jika penyebabnya jamur, maka akan diberikan obat anti-jamur.

Penanganan Pneumonia dengan terapi inhalasi sangat cocok diterapkan pada kondisi penderita yang membutuhkan pengobatan segera. Terapi ini dapat menghindari efek samping yang berkelanjutan, mengencerkan dahak yang kental dan kekuningan, serta mengatasi infeksi.

Terapi pendukung lainnya dapat berupa oksigen, cairan infus, dan obat-obatan lain untuk meredakan gejala lain yang menyerang.

Meski penyakit Pneumonia mengintai, sebaiknya Kamu mulai melakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Kamu terapkan dalam keseharian.

  • Rajin cuci tangan dengan sabun antibakteri
  • Menggunakan masker, terutama dekat orang sakit atau lingkungan berpolusi
  • Rajin berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh
  • Menghindari asap rokok atau berhenti bila mengonsumsinya
  • Menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit jantung dan metabolik

Artikel Lainnya: 10 Alasan Mengapa Kamu Mengalami Batuk Terus-Menerus

Pada kenyataannya, data dari berbagai survei menyebutkan bahwa penyakit Pneumonia atau paru-paru basah sangat berbahaya hingga dapat memakan korban. Jadi, jangan anggap remeh penyakit ini.

Jika kamu mengalami batuk lama atau disertai dengan keluhan nyeri dada dan kesulitan bernapas, segera periksakan diri ke dokter melalui dokter spesialis paru melalui aplikasi Klikdokter agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu juga bisa baca artikel lainnya mengenai Pneumonia di aplikasi Klikdokter. 

#JagaSehatmu Selalu, ya.

Batuk
penyakit paru
paru-paru basah
Hari Pneumonia Sedunia
Pneumonia
  • STUDI META-ANALISIS: FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI INDONESIA TAHUN 2016-2021, Rizky Novita Anjaswanti, R. Azizah, Acknes Leonita, 30 Apr 2022
  • KLASIFIKASI VIRAL PNEUMONIA MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DAN SUPPORT VECTOR MACHINE, Naufal Abdillah, Andrey Kartika Widhy Hapantenda, Ahmad Habib, 29 Des 2022
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tata Laksana Pneumonia Pada Dewasa, 27 Nov 2023