Mata

Benarkah Sakit Mata Menular Lewat Pandangan? Ini Faktanya

dr. Valda Garcia, 10 Jul 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Ada yang bilang sakit mata menular lewat pandangan. Apakah pendapat ini fakta atau mitos belaka? Ketahui faktanya di sini.

Benarkah Sakit Mata Menular Lewat Pandangan? Ini Faktanya

Sakit mata akan mengganggu segalanya. Kondisi ini bikin kamu tidak nyaman beraktivitas, bahkan cenderung dijauhi oleh rekan kerja lantaran dikira dapat menularkan penyakit meski tidak bersentuhan langsung.

Sebagian orang menganggap bahwa sakit mata menular lewat pandangan. Oleh karena itu, penderita sakit mata diminta untuk menjauhi kerumunan, bahkan mengenakan kacamata hitam agar tidak terjadi kontak mata secara langsung dengan orang lain.

Pertanyaannya, apakah benar sakit mata bisa menular melalui pandangan? Yuk, cari tahu faktanya di sini.

Bukan Lewat Pandangan, Ini Cara Penularan Sakit Mata

Mata merah terjadi akibat konjungtivitis. Konjungtivitis adalah kondisi meradangnya konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi seluruh bagian terdepan mata.

Mata merah pada konjungtivitis bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling sering adalah infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. 

Artikel Lainnya:  Manakah Obat Mata yang Lebih Efektif, Salep atau Tetes Mata?

Selain itu, konjungtivitis bisa disebabkan oleh alergi, cipratan bahan kimia ke mata, masuknya benda asing ke mata, dan lain sebagainya.

Dari semua kasus konjungtivitis, lebih dari 50 persen disebabkan oleh virus. Oleh karena itu, jenis penyakit ini sangat mudah menular dari satu orang ke lainnya.

Apakah cara penularan sakit mata dapat melalui pandangan, sekalipun tanpa kontak atau sentuhan? Tidak. Cara penularan penyakit mata yang benar dan sesuai fakta medis adalah sebagai berikut:

  1. Lewat Sentuhan Tangan

Ketika orang sehat menyentuh mata tanpa mencuci tangan, virus yang menempel dapat berpindah. Penularan makin mudah terjadi ketika imunitas orang tersebut sedang menurun. Begitu juga dengan infeksi mata yang disebabkan karena bakteri.

Sebagian besar bakteri dapat bertahan hidup di permukaan antara 8 jam hingga beberapa hari. Sementara itu, virus bisa bertahan hingga 2 bulan lamanya. 

  1. Batuk dan Bersin

Droplet yang keluar saat batuk atau bersin juga dapat menjadi media penularan sakit mata. 

  1. Kontak Erat

Sakit mata dapat menular melalui kontak erat dengan penderita. Contoh kontak erat yang dimaksud, misalnya jabat tangan, pelukan, atau ciuman.

  1. Lensa Kontak

Bakteri penyebab penyakit mata dapat tumbuh lewat lensa kontak jika kamu tidak sering membersihkannya.

Artikel Lainnya: Daftar Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Mata

Cara Mencegah Sakit Mata yang Menular

Agar terhindar dari penularan sakit mata, biasakan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, di antaranya:

  • Hindari menyentuh mata dengan tangan yang kotor atau belum dicuci
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, khususnya sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut
  • Gunakan handuk bersih untuk mengeringkan tangan setelah dicuci menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, hindari saling bertukar handuk
  • Tidak bertukar kosmetik atau alat perawatan mata dengan orang lain

Artikel Lainnya: Waspada, Sakit Mata Bisa Jadi Gejala Tumor Otak 

Jadi, bagi kamu yang menderita mata merah, mengenakan kacamata hitam untuk menghindari penularan sakit mata sebenarnya tak perlu dilakukan.

Hal yang sebenarnya perlu dilakukan adalah tidak menyentuh lendir mata dengan tangan. Selain itu, rutinlah mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir.

Sakit mata karena konjungtivitis virus yang ringan memang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, bila kamu merasa tidak nyaman dan sangat terganggu karenanya, tak ada salahnya untuk berobat ke dokter.

Penderita mata merah karena konjungtivitis dapat sembuh dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Hal ini sangat bergantung pada penyebab utama konjungtivitis.

Oleh karena itu, kamu sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata terkait keluhan mata merah. Dokter dapat mengevaluasi secara langsung penyebab keluhan mata merah, terutama jika mata merah disertai gejala pandangan buram, silau, nyeri kepala, mual atau muntah. 

Sebab, kemungkinan kondisi sakit mata bukan karena konjungtivitis semata, melainkan penyakit lain yang lebih berat.

Dengan berkonsultasi dengan dokter, kamu dapat memperoleh terapi yang tepat dan memperbesar peluang kesembuhan mata.

Mulai saat ini, kamu tak perlu lagi percaya dengan mitos sakit mata menular lewat pandangan. Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter untuk mencari tahu fakta di balik berbagai mitos kesehatan lainnya. 

Kamu juga bisa berkonsultasi secara langsung melalui fitur tanya dokter online. Jangan tunggu sakit, segera konsultasi!

(ADT/JKT)

Konjungtivitis