HomeInfo SehatMataAda Selaput Putih di Bola Mata, Berbahayakah?
Mata

Ada Selaput Putih di Bola Mata, Berbahayakah?

dr. Nabila Viera Yovita, 13 Sep 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Saat berkaca, pernahkah kamu melihat adanya selaput putih pada bola matamu? Jika pernah, kondisi ini disebut pterygium. Apakah berbahaya?

Ada Selaput Putih di Bola Mata, Berbahayakah?

Ketika kamu merasakan ketidaknyamanan saat membaca buku, mata merah, kabur, hingga merasa gatal, kamu harus mulai waspada pada kesehatan matamu.

Sebagai salah satu organ terpenting, kesehatan mata merupakan hal yang patut dijaga. 

Jangan anggap sepele tanda-tanda gangguan pada mata, karena bisa jadi itu adalah pterygium atau pterigium. Mari kenali apa itu pterygium serta bahaya pterygium bagi mata. 

Apa Itu Pterygium?

Pterygium adalah pertumbuhan selaput konjungtiva pada bagian bola matamu yang berwarna putih di atas kornea. Kornea merupakan lapisan transparan yang menyelimuti bola mata. 

Lalu, bagaimana efek dari pterygium? Apakah selaput pada mata ini berbahaya? 

Pertumbuhan jaringan berlebih ini bersifat jinak dan tidak membutuhkan penanganan tertentu. Namun, apabila sudah mengganggu penglihatanmu, maka membutuhkan operasi.

Artikel Lainnya: Ini Kriteria Kacamata Hitam untuk Halau Sinar Ultraviolet

Hingga kini, penyebab terjadinya pterygium masih belum diketahui pasti. Para ahli berhipotesis bahwa kondisi ini dipicu oleh paparan sinar ultraviolet yang berlebihan. 

Selain itu, iritasi kronis akibat paparan debu, pasir, angin ataupun asap diduga turut berperan pada terjadinya pterygium.

Faktor usia juga dianggap dapat menimbulkan terjadinya pterygium. Semakin usia bertambah, maka kemungkinan terkena pterygium akan lebih sering. 

Lebih lanjut, laki-laki memiliki risiko lebih tinggi terkena pterygium ketimbang wanita.

Apa Saja Gejala Pterygium?

Gejala Virus Corona: Mata Merah Seperti Meradang

Sekarang kamu sudah tahu apa itu pterygium serta efek atau bahayanya pada mata. Lalu, apa saja tanda dan gejalanya yang perlu diwaspadai? 

Pterygium tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, ketika gejala muncul biasanya akan bersifat ringan. Gejala ringan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Mata merah
  • Pandangan yang kabur
  • Iritasi pada mata
  • Rasa terbakar atau gatal pada mata
  • Mengganggu pandangan, apabila selaput sudah menutupi kornea
  • Merasa ada benda asing di mata

Pada kondisi awal (pterygium ringan), akan muncul selaput putih keruh atau terkadang kekuningan pada sudut mata. 

Selaput tersebut lambat-laun akan menjalar hingga ke tengah mata, ke arah kornea. Bila berkembang menutupi pupil mata, maka bisa mengganggu penglihatan.

Akibat gejala-gejala yang dirasakan, kamu mungkin tidak akan nyaman untuk menggunakan lensa kontak.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Saat Mata Kemasukan Benda Asing

Pengobatan Pterygium

Jika pterygium menyebabkan iritasi berlebihan dan membuat mata menjadi merah, dokter akan memberikan obat tetes mata yang mengandung steroid untuk mengurangi peradangan.

Namun, ketika obat tetes mata sudah tidak mempan, akan direkomendasikan untuk operasi. 

Ketika pterygium menyebabkan penurunan kemampuan pandangan mata atau disebut dengan astigmatisme, operasi juga akan direkomendasikan.

Setelah operasi, mata biasanya akan terasa kering dan mudah teriritasi. Untuk melumasi mata serta mengurangi risiko kekambuhan pterygium, dokter akan memberikan pasien obat tetes mata berupa air mata buatan. 

Bagaimana Cara Mencegah Pterygium?

Beberapa tips yang dapat kamu terapkan untuk membantu mencegah terjadinya pterygium, yaitu: 

  • Lindungi matamu dari paparan sinar matahari, debu, angin, maupun pasir dengan menggunakan kacamata pelindung. Hal ini penting khususnya saat kamu beraktivitas di luar ruangan atau naik kendaraan.
  • Jika kamu dituntut untuk seharian beraktivitas di bawah teriknya matahari, gunakan kacamata pelindung yang dapat menahan sinar ultraviolet A dan B.
  • Jika matamu sering terasa kering, jangan malas untuk menggunakan tetes air mata buatan. Tindakan ini membantu menjaga kelembapan mata, sehingga mengurangi risiko terjadinya iritasi lanjutan.

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Anda Harus Memeriksakan Mata di Dokter

Apa Bahaya Pterygium?

Pada fase awal, pterygium bisa saja tidak menimbulkan gejala sama sekali. Mungkin keluhan yang dirasakan adalah mata merah.

Namun, jika pterygium sudah mulai menghalangi pupil, di fase awal bisa menimbulkan gangguan refraksi berupa astigmatisme atau mata silinder. 

Nah, apabila sudah menutupi pupil, maka gangguan penglihatan sudah tidak dapat diatasi dengan penggunaan kacamata.

Apakah Selaput Putih di Mata Harus Dioperasi?

Ketika pterygium sudah menutupi pupil, maka harus dilakukan tindakan operasi agar dapat mengembalikan fungsi penglihatan dengan baik. 

Setelah tindakan operasi, tidak jarang terbentuk pterygium kembali. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan dan menghindari berbagai faktor risiko.

Itulah fakta-fakta seputar selaput putih pada bola mata atau pterygium. 

Untuk mencegah terjadinya pterygium, salah satunya bisa dengan menggunakan kacamata hitam atau topi untuk melindungi mata dari sinar matahari, angin, serta debu.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai topik ini? Konsultasikan dengan dokter melalui layanan Tanya Dokter. Baca juga artikel-artikel kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Mari #JagaSehatmu selalu!

[RS]

Kesehatan Matabola mataPterygium

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter