Kulit

Cara Mencegah Tetanus Akibat Menginjak Paku Berkarat

dr. Rio Aditya, 10 Agu 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Kamu berisiko terkena penyakit tetanus bila tertusuk atau menginjak benda tajam berkarat. Ini cara menegh tetanus saat tertusuk paku.

Cara Mencegah Tetanus Akibat Menginjak Paku Berkarat

Tetanus adalah penyakit serius akibat toksin yang dibuat oleh spora bakteri Clostridium tetani. Kalau tertusuk benda tajam berkarat seperti paku atau kawat, tetanus berisiko terjadi.

Gejala tetanus antara lain kejang dan kaku di otot rahang, otot leher dan otot perut kaku, sulit menelan, demam, berkeringat, dan detak jantung cepat. 

Bahaya tetanus dapat merusak saraf pengendali otot, sehingga menimbulkan kaku dan kejang.

Kalau kamu kena paku saat berkegiatan, segera lakukan cara mencegah tetanus saat tertusuk paku berikut ini:

1. Cuci Luka dengan Air Mengalir dan Sabun

Cara mengobati kaki kena paku yang pertama adalah membersihkan luka dengan sabun dan air mengalir. 

Saat terluka, banyak orang yang membiarkan luka tersebut atau langsung menutupnya dengan plester. Padahal, luka wajib dibersihkan terlebih dulu dengan air mengalir. 

Artikel lainnya: Tips Perawatan Luka Ringan di Rumah

Alirkan air bersih setidaknya sejumlah 500 ml sampai 1 liter, tergantung luas luka. Khusus untuk luka akibat benda tajam berkarat, bersihkan juga dengan sabun. 

Bersihkan luka selama beberapa waktu. Gosok perlahan agar dapat membunuh kuman lebih efektif.

2. Keluarkan Kotoran

Perhatikan luka secara saksama. Usahakan untuk mengeluarkan kotoran dan partikel lainnya yang terlihat. Langkah ini penting untuk mencegah tetanus dan melindungi kamu dari infeksi bakteri lainnya pada luka. 

Untuk mengeluarkan kotoran dari luka, semprotkan air bersih dengan kekuatan ringan-sedang agar kotoran dapat terbilas keluar dari luka.

3. Gunakan Cairan Antiseptik

Selain air mengalir dan sabun, kamu juga dapat menggunakan cairan antiseptik seperti chlorhexidine atau povidone iodine sebagai bagian dari “obat tertusuk paku”. 

Cairan antiseptik memang lebih efektif dibandingkan sabun biasa untuk membunuh bakteri dan kuman. Namun, biasanya antiseptik akan menimbulkan perih saat mengenai luka, khususnya luka terbuka yang cukup besar.

4. Tutup Luka dan Berobat ke Dokter

Setelah luka dibersihkan, persiapkan diri untuk berobat ke dokter. Sebelum pergi, pastikan untuk menutup luka dengan kasa bersih atau plester, khususnya jika luka ada di telapak kaki.

Pasalnya, telapak kaki merupakan area yang paling mendapatkan gesekan dan tekanan cukup kuat. Selain itu, bagian ini mudah terpapar lingkungan sekitar ketika berjalan.

Bila luka dialami di bagian tubuh yang tidak terlalu mendapatkan gesekan atau tekanan, kamu tak perlu menutupnya dengan kasa atau plester.

5. Ketahui Riwayat Vaksin Tetanus

Riwayat vaksin sangatlah penting dalam menentukan apakah kamu perlu mendapatkan vaksin tetanus jenis aktif atau pasif. 

Vaksin aktif adalah vaksin yang mengandung antigen berupa bakteri atau kuman yang sudah mati atau dilemahkan, sehingga menstimulasi tubuh untuk membentuk antibodi terhadap kuman tersebut. 

Artikel lainnya: Mana yang Lebih Berbahaya, Gigitan Kucing atau Anjing? 

Sedangkan, vaksin pasif adalah vaksin yang mengandung antibodi terhadap suatu jenis kuman. 

Apabila kamu tidak mengetahui riwayat pemberian vaksin dalam 5-10 tahun terakhir, maka jenis vaksin yang diberikan adalah keduanya, baik aktif maupun pasif.

6. Dapatkan Vaksin Tetanus

Cara mencegah tetanus saat tertusuk paku yang tak kalah penting tentunya vaksinasi. Contoh vaksin yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT), Tetanus Immunoglobulin (TIG), dan Anti-Tetanus Serum (ATS). 

Vaksin tetanus biasanya diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari vaksin difteri, toksoid tetanus, dan komponen antigen bakteri pertusis (DTaP).

Vaksin tersebut memberi perlindungan terhadap tiga penyakit sekaligus, yaitu infeksi tenggorokan dan pernapasan difteri, pertusis atau batuk rejan, serta tetanus.

Bila tidak pernah menerima vaksin tetanus saat masih kecil dan sedang mengalami luka terbuka, kamu sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin.

Dokter mungkin akan memberikan suntikan saat perawatan pertama pada luka. Lalu, kamu harus kembali memeriksakan diri ke dokter 4 minggu kemudian dan 6 bulan ke depan untuk melengkapi vaksinasi. 

Bila sudah terlanjur terinfeksi tetanus, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti penisilin, metronidazole, atau tetrasiklin

Cegah infeksi saat luka, segera chat dokter kalau kamu butuh konsultasi cepat dan tebus obat. Aplikasi KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(FR/JKT) 

Luka
Infeksi bakteri
Tetanus