HomeInfo SehatKulitBukan Jerawat, Ini Benjolan di Wajah yang Harus Diwaspadai
Kulit

Bukan Jerawat, Ini Benjolan di Wajah yang Harus Diwaspadai

dr. Nabila Viera Yovita, 27 Okt 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Benjolan di wajah tidak hanya jerawat. Ada berbagai jenis benjolan tapi bukan jerawat yang harus kamu waspadai.

Bukan Jerawat, Ini Benjolan di Wajah yang Harus Diwaspadai

Berbagai jenis benjolan dapat timbul di wajah. Benjolan-benjolan tersebut juga muncul dengan bentuk, ukuran, warna, dan tekstur yang bervariasi.

Sebagian besar benjolan di wajah memang tidak berbahaya, misalnya saja jerawat.

Akan tetapi, ada beberapa jenis benjolan di wajah yang harus kamu waspadai, di antaranya:

1. Komedo

Pori-Pori Besar Vs Kecil, Mana yang Lebih Rentan Berkomedo?

Komedo dibagi menjadi dua, yaitu komedo tertutup (komedo putih) dan komedo terbuka (komedo hitam).

Penyebabnya adalah adanya pori-pori yang tersumbat akibat kelebihan minyak dan sel-sel kulit mati.

Ketika komedo dibiarkan, bisa sangat mengganggu penampilan seseorang. Oleh sebab itu, sebelum masalah kulit ini menimpa, kamu harus mencegahnya.

Agar tidak banyak komedo di wajah, selalu bersihkan wajah kamu sebelum tidur dan jangan menggunakan produk yang dapat membuat kulit terkelupas, seperti alat perekat.

Produk tersebut akan merusak kulit dengan ikut menarik minyak alami pada wajah dan malah menyumbat pori-pori.

Artikel Lainnya: Suka Memencet Jerawat Bisa Picu Kanker Kulit?

2. Milia

Jika kamu mendapati adanya benjolan seperti jerawat tapi bukan jerawat, lalu bentuknya kecil dengan struktur keras, bisa jadi ini adalah milia. Biasanya, milia muncul di sekitar mata, mulut, hidung, atau pipi.

Meski tampak seperti komedo putih, milia tidak semudah komedo untuk dihilangkan, karena merupakan suatu kista berisi keratin yang tidak berbahaya.

Dokter dapat menghilangkan milia dengan cara manual menggunakan alat steril, kuretase, laser, krioterapi, maupun pemberian antibiotik tertentu.

Untuk mengatasi masalah kulit ini, konsultasikan ke dokter kulit untuk pilihan penanganan yang tepat sesuai kondisi kulitmu.

3. Keratosis Pilaris

Benjolan di wajah tapi bukan jerawat bisa menjadi tanda adanya keratosis pilaris. Masalah kulit ini sering disebut sebagai kulit ayam. 

Pernah memperhatikan kondisi kulit ketika sedang merinding, yang tiba-tiba dipenuhi benjolan-benjolan kecil? Keratosis pilaris juga terlihat seperti itu. Namun, benjolannya tidak kunjung hilang. 

Benjolan yang muncul biasanya kering dan keras, berwarna putih, merah, atau sewarna kulit.

Paha dan lengan atas menjadi bagian tubuh yang sering terkena. Namun demikian, kondisi ini juga dapat muncul di wajah dan punggung.

Meski tidak menimbulkan nyeri dan risiko kesehatan, rasa tidak nyaman bisa kamu alami. 

Berikan pelembap pada bagian tubuh yang terkena setiap selesai mandi. Oleskan 5 menit setelah mandi, ketika kulit masih lembap. Gunakan 2-3 kali sehari sambil dipijat perlahan.

Apabila benjolan tidak hilang dalam sebulan setelah menggunakan pelembap, konsultasikan ke dokter.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Milia, Bentol yang Mirip Jerawat

4. Tahi Lalat

Deretan Cara Menghilangkan Tahi Lalat Secara Alami

Hampir semua orang memiliki tahi lalat, yang sudah ada sejak lahir maupun yang baru muncul saat bertambahnya usia.

Pada umumnya, tahi lalat itu hal yang normal dan tidak berbahaya. Tahi lalat biasanya berwarna cokelat atau merah. 

Akan tetapi, jika tahi lalat mengalami perubahan bentuk atau pertambahan ukuran, kamu perlu waspada dengan adanya risiko kanker kulit

Selain itu, waspadai bila tahi lalat memiliki bentuk yang tidak simetris, batas yang tidak teratur, warna yang berubah atau tidak rata, serta berdiameter lebih dari 6 milimeter.  

Apabila tahi lalat membuat tidak pede, kamu bisa mencoba terapi laser atau melakukan tindakan pembedahan untuk menghilangkannya. Tentu saja sesuai anjuran dokter, ya.

5. Tag Kulit

Kondisi ini ditandai dengan adanya pertumbuhan kulit jinak yang berbentuk lonjong, dan terasa lembut saat disentuh.

Biasanya tag kulit muncul pada area yang mengalami gesekan seperti leher, dada bagian atas, kelopak mata, daerah selangkangan, dan ketiak. 

Meski umumnya tidak berbahaya, kamu perlu waspada bila tag tumbuh dengan cepat, mengalami perubahan warna, menimbulkan rasa sakit, terinfeksi, atau timbul perubahan lain yang mengkhawatirkan seperti pada tahi lalat. 

Tag kulit dapat dihilangkan menggunakan terapi laser atau operasi kecil. Hindari menggunting tag kulit karena dapat menimbulkan perdarahan.

6. Keratosis Seboroik

Keratosis seboroik ditandai dengan timbulnya benjolan kasar berwarna cokelat pada area-area yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, dada, dan punggung.

Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan kulit lebih yang bersifat padat dan menumpuk pada permukaan kulit. 

Keratosis seboroik tidak dapat hilang sendiri, tetapi pengobatan khusus sebetulnya tidak diperlukan.

Apabila menjadi iritasi, berdarah, atau kamu terganggu dengan penampilannya, kamu bisa melakukan satu atau kombinasi dari krioterapi, kuretase, atau elektrokauter. Penanganan sebaiknya dilakukan oleh dokter.

Artikel Lainnya: Menghilangkan Komedo di Wajah dengan Pasta Gigi, Apakah Efektif?

7. Hiperplasia Sebasea

Kondisi ini ditandai dengan benjolan-benjolan kecil berwarna kuning pada dahi atau tengah muka.

Hiperplasia sebasea sangat sering terjadi, tidak berbahaya, cenderung muncul pada usia paruh baya, dan dipengaruhi oleh genetik. Penyebabnya adalah produksi kelenjar minyak pada wajah yang berlebih. 

Penanganan bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Gunakan retinol dan kompres hangat untuk pori-pori yang tersumbat. 

Namun, apabila hal ini tidak terlalu mengubah kondisi, maka dokter dapat menyarankan terapi sinar, elektrokauter, terapi laser, atau krioterapi.

Secara umum, jika benjolan di wajah tidak berdarah, tidak mengalami perubahan, tidak membesar secara cepat, maka kemungkinan besar tidak ada yang perlu kamu khawatirkan.

Akan tetapi, jika benjolan muncul secara tiba-tiba dan cukup mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter spesialis kulit untuk memastikan diagnosis dan kadar bahayanya.

Yuk, #JagaSehatmu! Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan kulit dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[WA]

wajahBenjolanJerawat

Konsultasi Dokter Terkait