Kulit

Bekas Luka Menebal Setelah Operasi atau Cedera? Kenali dan Cegah Sejak Dini

dr. Steven Alviano Yuwono, 20 Mei 2026

Ditinjau Oleh dr. Steven Alviano Yuwono

Punya bekas luka yang menebal, gatal, atau menjadi keloid? Ketahui penyebab utamanya dan cara paling efektif untuk mencegahnya sebelum semakin mengganggu.

Bekas Luka Menebal Setelah Operasi atau Cedera? Kenali dan Cegah Sejak Dini

Ada yang lebih mengganggu dari lukanya sendiri, yaitu bekas luka yang menebal, keras, dan menonjol yang sering di kenal dengan sebutan keloid. Terutama ketika letaknya di area yang mudah terlihat, seperti di leher, dada, atau lengan. Ini yang disebut hypertrophic scar (parut hipertrofik): jaringan parut berlebih yang tumbuh ke atas permukaan kulit namun tidak melampaui tepi atau ukuran luka aslinya.

Ada pula kondisi serupa yang disebut Keloid: yang mana jaringan parut tumbuh berlebih hingga melampaui batas tepi atau ukuran luka aslinya, umumnya muncul beberapa bulan setelah luka dan dapat terus bertumbuh bahkan hingga waktu yang lebih lama.

Siapa saja bisa mengalaminya. Tapi ada cara-cara yang bias di lakukan untuk mencegah atau setidaknya meminimalkan resiko pembentukannya.

Kenapa Bekas Luka Bisa Menebal?

Saat kulit terluka, baik karena operasi, luka bakar, maupun cedera fisik tubuh akan merespons dengan memproduksi kolagen untuk menutup luka. Dalam kondisi normal, proses ini berhenti setelah luka menutup. Pada parut hipertrofik, produksi kolagen terus berlanjut meski sebenarnya sudah tidak perlu, sehingga jaringan menumpuk dan menonjol.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko ini antara lain: tegangan atau tarikan pada kulit di sekitar luka, faktor genetik, serta kondisi sistemik tertentu. Secara umum, usia muda, adanya infeksi bakteri pada luka, dan kulit yang berada di area dengan banyak gerakan adalah faktor risiko yang umum di temukan. Paling sering muncul di dada, bahu, punggung atas, dan persendian (area-area yang kulitnya sering mengalami tarikan).

Pencegahan

1. Jaga Luka Tetap Lembab dan Terlindungi

Kulit yang terlalu kering cenderung menghasilkan parut yang lebih tebal. Sejak luka mulai menutup, pastikan area tersebut terhidrasi. Hindari paparan sinar matahari langsung pada bekas luka yang masih baru. Paparan sinar UV bisa membuat jaringan parut lebih gelap dan lebih keras.

2. Minimalisasi Tegangan pada Luka

Tegangan kulit di sekitar luka adalah salah satu pemicu utama parut hipertrofik. Selama masa penyembuhan, hindari gerakan berlebihan yang dapat memicu tarikan kulit pada area luka. Jika dokter menyarankan penggunaan plester atau perekat khusus untuk mengurangi tarikan tepi luka, ikuti saran tersebut.

3. Kompres Silikon — Bukan Sekadar Produk Biasa

Ini adalah satu-satunya terapi non-invasif yang mendapat dukungan dari berbagai studi ilmiah yang cukup kuat. Silicone sheeting atau silicone gel secara universal dianggap sebagai pilihan pertama, baik untuk pencegahan maupun pengobatan pada parut hipertrofik dan keloid.

Salah satu produk yang banyak dikenal adalah Cica-Care, merupakan sebuah lembaran gel silikon medis yang bersifat self-adhesive (menempel sendiri tanpa perlu perekat tambahan). Cica-Care dirancang untuk melembutkan, meratakan, dan memudarkan parut, termasuk parut hipertrofik dan keloid, yang dapat digunakan pada parut baru maupun parut lama.

Cara kerjanya? Silicone gel sheet bekerja dengan cara mempertahankan kelembaban kulit, memodulasi aktivitas fibroblas (sel yang memproduksi kolagen), dan mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit (TEWL).

Penggunaannya pun relatif mudah. Silicone gel sheet dapat mulai digunakan segera setelah luka menutup sempurna atau setelah jahitan dilepas, dan satu siklus perawatan umumnya direkomendasikan selama sekitar tiga bulan. Untuk Cica-Care: potong lembaran sesuai ukuran dan bentuk parut, tempelkan pada kulit yang bersih dan kering, dan biarkan selama beberapa jam per hari, tingkatkan durasi secara bertahap sesuai tolerans. Hasil terbaik umumnya mulai terlihat setelah 2–4 bulan pemakaian rutin.

4. Terapi Tekanan (Pressure Therapy)

Pada kasus parut akibat luka bakar yang lebih luas, dokter kadang meresepkan pressure garment — pakaian kompresi yang memberikan tekanan pada area bekas luka. Terapi tekanan perlu dimulai sedini mungkin setelah luka sembuh, idealnya dalam 2 bulan pertama, menggunakan tekanan minimal 20–25 mmHg. Terapi ini membutuhkan pemakaian yang konsisten dan lama, sehingga kepatuhan pasien adalah kunci keberhasilannya.

Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua bekas luka yang memerah adalah parut hipertrofik — kadang itu hanya respons normal dalam proses penyembuhan. Tapi jika setelah beberapa minggu luka menutup Anda mendapati bekas luka yang:

  • Semakin menonjol dan mengeras, bukan mengempis
  • Terasa gatal atau nyeri terus-menerus
  • Tumbuh melampaui batas luka aslinya (ini tanda keloid, yang membedakan dari parut hipertrofik)

Segera konsultasikan ke dokter. Penanganan lebih awal memberikan hasil yang jauh lebih baik. Bukti paling konsisten mendukung intervensi dini dengan silicone gel atau lembaran silikon sebagai langkah paling aman dan efektif untuk pencegahan serta penanganan awal parut hipertrofik.

Tidak semua parut bisa dicegah sepenuhnya, faktor genetik dan lokasi luka turut berperan. Tapi dengan langkah-langkah di atas, risiko terbentuknya parut tebal yang mengganggu bisa ditekan secara signifikan. Yang terpenting: mulai lebih awal, lakukan dengan konsisten, dan jangan tunda konsultasi jika ada perubahan yang mengkhawatirkan.

Ingin mendapatkan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami lainnya? Ikuti juga media sosial KlikDokter untuk mendapatkan edukasi kesehatan, tips menjaga kesehatan mata, serta informasi medis terbaru yang telah ditinjau oleh dokter.

  • Updated Scar Management Practical Guidelines: Non-invasive and invasive measures DOI: 10.1016/j.bjps.2014.01.031
  • Evidence-based therapy in hypertrophic scars: An update of a systematic review. PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7539946/
  • Currently known risk factors for hypertrophic skin scarring: a review. DOI: 10.1016/j.bjps.2015.11.015
  • The Most Current Algorithms for the Treatment and Prevention of Hypertrophic Scars and Keloids: A 2020 Update. PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8687618/
  • Silicone gel sheeting for healing hypertrophic scars: a WHAM evidence summary. https://journals.cambridgemedia.com.au/wpr/volume-33-number-4/silicone-gel-sheeting-healing-hypertrophic-scars-wham-evidence-summary
  • Silicone gel sheeting for treating hypertrophic scars (Cochrane Review update). PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8464654/