HomeInfo SehatKulit13 Ciri Kuku Tidak Sehat yang Bisa Jadi Tanda Penyakit
Kulit

13 Ciri Kuku Tidak Sehat yang Bisa Jadi Tanda Penyakit

dr. Arina Heidyana, 17 Agu 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Tahukah kamu kuku bisa jadi cerminan kesehatan? Keberadaan penyakit bisa dilihat dari kondisi kuku. Simak 13 ciri kuku tidak sehat yang bisa jadi tanda penyakit.

13 Ciri Kuku Tidak Sehat yang Bisa Jadi Tanda Penyakit

Bagi sebagian orang, terutama wanita, keindahan kuku penting untuk menunjang penampilan. Sementara, tidak sedikit pula orang yang menganggap penampilan kuku tidak terlalu penting untuk diperhatikan.  

Mereka cenderung cuek dengan kondisi kukunya. Bahkan, kuku jarang dibersihkan dan kesehatannya tidak terawat.

Padahal, kesehatan kuku bisa menjadi pertanda adanya penyakit atau kondisi medis tertentu yang dialami tubuh.

Di bawah ini 13 penyakit yang bisa dilihat dari kondisi kuku kamu.

1. Kuku Terlihat Pucat

Kuku yang sehat akan terlihat berwarna merah muda dengan warna sedikit lebih gelap di bagian tepinya. Sebaliknya, ciri-ciri kuku tidak sehat adalah kuku dan ujung jari berwarna pucat.

Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan darah ke ujung bagian tubuh. Salah satu penyebabnya adalah anemia, yaitu kondisi kurangnya kadar protein sel darah merah pengangkut oksigen alias hemoglobin (Hb). 

Masalah jantung juga bisa menjadi penyebab kuku dan ujung jari pucat. Sebab, kondisi ini membuat jantung tidak sanggup memompa darah ke ujung jari dan kuku. 

Artikel Lainnya: Coba Dicek, Ini Ciri-Ciri Kuku yang Sehat

2. Kuku Berwarna Putih

Berbeda dengan warna pucat, leukonikia adalah kondisi ketika kuku berwarna putih atau memiliki bercak putih. Jika bercak putih hilang sendiri, mungkin kondisi ini disebabkan oleh trauma atau benturan pada kuku.

Sementara, bercak putih yang tidak kunjung hilang bisa jadi pertanda kamu kurang nutrisi atau ada infeksi jamur pada kuku.

3. Kuku Kebiruan

Contoh kuku tidak sehat adalah kuku berwarna kebiruan. Jaringan kebiruan menandakan tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini serupa wajah kebiruan, disertai sesak napas akibat kurang oksigen.

Bisa jadi, ada kondisi yang menyebabkan kamu kekurangan oksigen sehingga kuku membiru. Penyakit dilihat dari kuku biru, misalnya masalah paru-paru atau jantung.

4. Kuku Kekuningan

Kuku kekuningan bisa jadi pertanda masalah kesehatan. Penyakit yang bisa menyebabkan kuku kuning, meliputi psoriasis, gangguan paru-paru, masalah tiroid, gangguan hati atau liver, ataupun infeksi jamur pada kuku.

5. Garis Hitam Pada Kuku

Bila ada garis hitam vertikal di atas kuku kamu, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Bisa jadi kamu mengidap kanker jaringan kulit melanoma.

Melanoma adalah jenis keganasan yang tergolong agresif dan sulit ditaklukkan. Meski begitu, dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, penderita melanoma punya angka harapan hidup yang lebih baik.

6. Kuku Kering, Pecah-Pecah, atau Rapuh

Infeksi jamur pada kuku bisa menyebabkan kuku pecah-pecah dan kekuningan. Infeksi jamur kuku adalah salah satu jenis penyakit yang sulit disembuhkan. Pengobatan infeksi jamur pada kuku memerlukan waktu yang cukup lama.

Apabila kuku pecah-pecah juga mengalami kelainan bentuk, seperti kering, rapuh, atau bergelombang, hal ini menandakan adanya masalah pada tubuh. Penyakit tiroid sering kali dicurigai jadi penyebab kelainan bentuk kuku tersebut. Selain itu, kurangnya komponen gizi, seperti mineral dan vitamin juga bisa jadi penyebabnya.

7. Kuku Berbentuk Cakar

Banyak lansia mungkin tidak lagi rutin merawat kukunya. Akhirnya, jaringan kuku pun menebal, melengkung, dan berubah warna menjadi kekuningan. 

Inilah yang menyebabkan kuku berbentuk seperti cakar.

8. Kuku Berbentuk Cekung atau Cembung

Pada kondisi sehat, permukaan kuku halus dan berbentuk sedikit cembung. Perubahan kondisi ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan.

Contoh kuku yang tidak sehat berbentuk cekung seperti sendok. Kuku cekung alias koilonikia adalah salah satu gejala anemia defisiensi zat besi

Selain anemia defisiensi zat besi, penyakit yang bisa dilihat dari kuku cekung, meliputi gangguan fungsi jantung, penyakit lupus eritematosus, dan kondisi hormon tiroid yang terlalu rendah (hipotiroid).

Apabila bentuk kuku dan jari kamu terlalu cembung, maka kemungkinan penyebabnya adalah kurangnya oksigen menahun. Menurut American Academy of Dermatology Association (AADA), kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan jantung dan masalah paru, seperti infeksi, radang, atau kanker. Kuku cembung dan ujung jari yang membesar disebut clubbing.

9. Pangkal Kuku Bengkak

Pangkal kuku bengkak disertai kemerahan dan rasa nyeri kemungkinan disebabkan oleh adanya kuku bagian dalam yang menusuk jaringan kulit. Hal ini menyebabkan peradangan. 

Di Indonesia, kondisi ini lebih familier dikenal sebagai cantengan. Selain cantengan, peradangan pada tubuh akibat penyakit lupus eritematosus juga bisa menyebabkan pembengkakan kuku.

10. Kuku Habis Tergigit

Kuku yang terlalu pendek dan berbentuk tidak beraturan bisa disebabkan oleh kebiasaan menggigit kuku. Siapa sangka, kebiasaan ini bisa jadi pertanda adanya masalah psikologis seperti gangguan cemas.

Penderita gangguan cemas biasanya menggigit kuku untuk mengurangi rasa cemas ketika berhadapan dengan situasi tertentu. Kondisi ini sebaiknya dikonsultasikan ke profesional, seperti psikolog agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Lainnya: Beberapa Fakta Kuku yang Mungkin Belum Anda Tahu

11. Garis Beau di Kuku

Garis Beau atau garis yang membentang pada permukaan kuku adalah hal yang sering terjadi. Kondisi ini tidak membahayakan jadi kamu tidak perlu khawatir. 

Garis Beau terjadi karena adanya perkembangan kuku yang terhenti. Berhentinya perkembangan kuku dapat disebabkan oleh bermacam hal, seperti infeksi kuku atau efek samping kemoterapi. 

12. Kuku seperti Tanduk Domba

Onychogryphosis atau kuku berbentuk seperti tanduk domba adalah ciri-ciri kuku tidak sehat. Berdasarkan jurnal Skin Appendage Disorders, kondisi ini menyebabkan kuku tumbuh terus dan menebal hingga menyerupai tanduk domba. 

Onychogryphosis bisa terjadi karena memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kuku serupa. Selain diturunkan dalam keluarga, kondisi ini juga bisa timbul karena penyakit psoriasis, yaitu peradangan kulit akibat pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat. Pengidap psoriasis memiliki kemungkinan lebih besar mengalami onychogryphosis.

13. Nail-Patella Syndrome

Sindrom patella kuku atau nail-patella syndrome (NPS) adalah kondisi genetik langka yang dapat menyebabkan masalah pada kuku, tulang, dan ginjal. Kondisi ini menyebabkan kuku hilang, kurang berkembang, berubah warna, terbelah, bergerigi, atau berlubang.

Ibu jari adalah lokasi yang paling sering terjangkit sindrom patella kuku. Bagian kuku lainnya lebih jarang mengalami nail-patella syndrome.

Sekarang, kamu sudah tahu macam-macam penyakit yang bisa dilihat dari kondisi kuku, bukan? Tanda penyakit di kuku jangan diabaikan. Untuk mengetahui penyakit pemicu kuku tidak sehat, konsultasikan langsung dengan dokter spesialis kulit, ya!

Konsultasi lebih mudah bisa kamu lakukan melalui fitur tanya dokter online. Kamu juga bisa mengetahui tips menjaga kesehatan kuku dengan download aplikasi KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu! 

(ADT/JKT)

Referensi:

-American Academy of Dermatology Association. Diakses 2022. 12 NAIL CHANGES A DERMATOLOGIST SHOULD EXAMINE.
-BMJ Case Reports. Diakses 2022. Beau's lines.
-Skin Appendage Disorders. Diakses 2022.  Onychogryphosis: Case Report and Review of the Literature.
-Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Diakses 2022. Nail Patella Syndrome.


kesehatan kukuKuku

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter