Gula diketahui berperan penting dalam pertumbuhan sel kanker. Kandungan glukosa di dalam gula dibutuhkan setiap sel sebagai sumber energi.
Sel mendapat glukosa dengan menariknya dari gula darah. Karakteristik yang sama juga berlaku dalam pertumbuhan sel kanker paru.
Sebuah penelitian bahkan menemukan, sel tumor pada kanker paru lebih agresif dalam mengonsumsi gula dibanding jenis sel tumor lainnya. Berikut ulasannya.
Sel Tumor Kanker Paru adalah Penyuka Gula
:format(webp)/article/uJPAAtQLVz07epxIUTGJd/original/058044300_1635738412-Sel-Tumor-Kanker-Paru.jpg?w=3840&q=75)
Peneliti dari University of Texas, Jung-whan Kim, Ph.D., menemukan bahwa sel tumor skuamosa mengonsumsi gula lebih banyak daripada jenis sel tumor lainnya. Sel skuamosa sendiri adalah penyumbang sekitar 25 hingga 30 persen tumor kanker paru-paru.
Artikel Lainnya: Faktor Penyebab Kanker Paru yang Sering Tidak Disadari
Penelitian Kim juga menunjukkan bahwa karsinoma sel skuamosa sangat bergantung pada gula untuk pertumbuhan tumor dan kelangsungan hidup sel. Jadi, ketika sel skuamosa sudah ada di tubuh yang juga memiliki kadar gula tinggi, risiko kanker paru pun menjadi tinggi.
Dilansir dari Today.com, beberapa penelitian lain pun menunjukkan orang yang mengkonsumsi lebih banyak gula memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker. Temuan penelitian tim MD Anderson Cancer Center pada tahun 2016, orang yang banyak mengkonsumi makanan dengan indeks glikemik tinggi (berhubungan dengan peningkatan gula darah) lebih berisiko terkena kanker paru.
Kontrol Asupan Gula untuk Tekan Risiko Kanker Paru
:format(webp)/article/1XFydv03VuEnwRP_ACV0g/original/035402500_1556644477-7-Cara-untuk-Mengurangi-Asupan-Gula-By-Juhamatti-Vahdersalo-Shutterstock.jpg?w=3840&q=75)
Mengurangi asupan gula kemungkinan bisa menurunkan risiko kanker paru pada orang yang memiliki sel skuamosa. Namun, penelitian mengenai hal ini masih berjalan.
Tujuannya untuk memastikan prosedur diet gula yang paling tepat. Dengan begitu, efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan. Prosedur diet gula yang ideal ini juga dapat membantu pasien terhindar dari defisit gula saat melakukan perawatan.
Artikel Lainnya: Benarkah Penderita Kanker Tidak Boleh Mengonsumsi Gula dan Susu?
Sementara untuk Anda yang memiliki kebiasaan merokok dan mengkonsumsi makanan atau minuman manis, ubahlah gaya hidup ke arah yang lebih sehat dari sekarang. Dengan demikian, risiko terkena kanker paru pun akan berkurang.
Berhenti merokok dan mulailah mengontrol asupan gula berdasarkan kebutuhan. Jumlah glukosa yang dibutuhkan tubuh, menurut dr. Arina Heidyana, “Disarankan tidak lebih dari 50 gram per hari atau setara dengan 5 hingga 9 sendok teh.”
Asupan glukosa juga sebaiknya diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat, seperti roti, kentang, dan buah-buahan.
Demikian penjelasan mengenai bagaimana asupan gula tinggi bisa memicu kanker paru. Jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter jika Anda mengalami gejala kanker paru. Diagnosis dini akan meningkatkan efektivitas pengobatan.
Manfaatkan fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter untuk berkonsultasi lebih mudah dengan dokter berkompeten.
(PUT/JKT)
:format(webp)/article/I0drzrulzF-JTGgD2DZkc/original/048452300_1635738412-Asupan-Gula-Tinggi-Dapat-Memicu-Kanker-Paru.jpg)