Kanker

11 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Cara Deteksinya

Ruri Nurulia, 20 Nov 2023

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Gejala awal kanker payudara bisa berupa benjolan, keluarnya cairan dari puting susu, hingga payudara bengkak dan terasa nyeri. Tanda kanker ini bisa dideteksi sendiri dengan SADARI.

11 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Cara Deteksinya

Mungkin selama ini yang kamu tahu tentang gejala kanker payudara adalah benjolan di sekitar dada atau ketiak. Namun, gejala kanker stadium awal tidak hanya muncul benjolan. Ada pula tanda kanker lainnya yang mungkin tidak terlihat tetapi harus diwaspadai, termasuk perubahan pada warna kulit payudara hingga perubahan puting susu.

Tanda Awal Kanker Payudara 

Ciri-ciri kanker payudara yang paling umum adalah munculnya benjolan atau tumor yang tidak disertai rasa nyeri. Bahkan, di stadium awal, kanker juga seringkali tidak menimbulkan gejala. Gejala awal kanker ini bisa dilihat dari bentuk payudara, warna, hingga perubahan pada puting susu.

Dilansir dari Women’s Health, para penyintas kanker menyebutkan tanda dan gejala kanker payudara pada wanita yang mungkin seringkali tidak disadari adalah:

1. Keluarnya Cairan dari Puting Susu

Ada wanita yang melaporkan gejala awal kanker payudara yang ia alami bukanlah benjolan, melainkan keluarnya cairan berwarna hijau dari puting.

“Selain ASI, bila ada cairan yang keluar dari puting dan disertai dengan gejala lain seperti perubahan bentuk puting maka tanda tersebut patut dicurigai sebagai gejala kanker payudara,” kata dr. Dyan Mega Inderawati membenarkan.

Menurut sebuah penelitian pendahuluan yang dipresentasikan dalam konferensi UK National Cancer Research Institute (NCRI) tahun 2016, satu dari enam wanita yang terdiagnosis kanker payudara mengalami tanda yang kurang terlihat (alias bukan benjolan), misalnya kelainan pada puting susu dan penurunan berat badan.

2. Perubahan pada Kulit Payudara

Salah satu gejala lain kanker payudara adalah perubahan warna kulit payudara menjadi merah, lebih gelap, atau lebih terang dari kulit di sekitarnya. Selain itu, dr. Dyan juga mengatakan bahwa perubahan pori yang lebih besar juga harus diwaspadai.

Dalam istilah medis, pelebaran pori tersebut disebut sebagai peau d’orange atau perubahan yang menyerupai kulit jeruk.”

Selain itu, perhatikan juga apakah ada kerutan dan lekukan masuk pada kulit payudara, ruam atau kemerahan di area payudara. Selain itu cermati pula jika ada kulit bersisik atau penebalan pada kulit.

3. Perubahan pada Puting Susu

Sebetulnya puting yang dikatakan normal itu bisa berbeda-beda pada tiap wanita.

Sebagai contoh, jika bentuk puting susu wanita dari sananya sudah tertarik ke dalam (inverted nipple), itu normal. Namun jika bentuk puting susu yang awalnya tidak demikian tetapi tiba-tiba berubah bentuknya jadi tertarik ke dalam, segera periksakan diri ke dokter. Hal tersebut dikemukakan oleh Neelima Denduluri, MD, dari Oncology Network Breast Committee, Amerika Serikat (AS), kepada Women’s Health.

“Sel-sel kanker bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut di dalam payudara, yang akhirnya menarik puting ke arah dalam. Kondisi ini bisa dijadikan gejala yang merujuk pada kanker payudara,” kata dr. Dyan turut menambahkan.

4. Payudara Bengkak dan Terasa Nyeri

Biasanya, payudara bengkak dan nyeri dirasakan wanita akibat perubahan hormonal, misalnya ketika menstruasi atau saat hamil. Namun, gejala tersebut juga berkaitan dengan kanker payudara.

Menurut Debra Pratt, MD, OB-GYN dan ahli kanker dari Texas Oncology, AS, mengatakan bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan ukuran dan posisi tumor.

Pada akhirnya kondisi itu mengakibatkan perubahan pada ukuran dan bentuk payudara, atau mengakibatkan pembengkakan yang nyeri. Sementara sebagian besar wanita yang melaporkan nyeri payudara tidak mengalami kanker, tetapi jika nyeri dan pembengkakan terjadi di luar siklus menstruasi, tidak sedang menyusui, dan muncul tiba-tiba atau tak kunjung menghilang, segera periksakan diri ke dokter. Apa pun penyebabnya harus segera ditemukan dan segera ditangani.

5. Adanya Sensasi Menggelitik dari Dalam Payudara

Beberapa penyintas kanker payudara melaporkan “sensasi menggelitik dari dalam”, payudara terasa seperti “ada duri” di dalam.

Dikatakan oleh Sherry Ross, MD, OB-GYN dan penulis buku “She-ology” mengatakan, sensasi aneh seperti itu bisa terjadi tanpa alasan sama sekali. Namun, jika sensasi yang dirasakan abnormal dan berulang, sebaiknya segera buat janji dengan dokter.

6. Payudara Lebih Sensitif

Kata Dr. Sherry, payudara atau puting yang jadi sensitif juga bisa jadi tanda kanker yang perlu dicermati. Misalnya penggunaan bra menyebabkan iritasi pada puting, payudara terasa nyeri saat terkena derasnya air pancuran saat mandi, atau jadi tak suka saat pasangan menyentuh payudara kamu.

Apabila ini terjadi di luar siklus haid bulanan dan kamu pun tidak sedang hamil, sebaiknya laporkan keluhan tersebut ke dokter.

7. Pembuluh Darah pada Payudara Terlihat Lebih Jelas

Pembuluh darah yang tampak di bawah kulit bisa dipengaruhi banyak hal, misalnya warna kulit, jumlah lemak subkutan, kehamilan, atau genetik. Namun, kamu perlu mewaspadai jika garis-garis pembuluh darah berwarna biru atau hijau yang tampak tersebut, karena adanya perubahan penampilan bisa menjadi tanda kanker. Demikian disampaikan oleh Dr. Sherry.

Jika biasanya pembuluh darah tak pernah terlihat di area sekitar payudara dan sekarang muncul, atau pembuluh darah tersebut tampak lebih besar, lebih gelap, atau lebih menonjol, kamu perlu khawatir.

“Pembuluh darah yang terlihat dapat menunjukkan adanya tumor karena mereka butuh aliran darah lebih banyak, yang berarti lebih banyak pembuluh darah. Atau bisa tumor menghalangi aliran darah, sehingga mengakibatkan pembuluh darah di dekatnya membengkak,” ungkap Dr. Sherry.

8. Payudara Terasa Gatal

Biasanya, gatal pada payudara disebabkan oleh pemakaian bra yang terlalu ketat atau bra yang bertepi renda atau payet. Namun, jika puting terus-terusan gatal, itu merupakan keluhan yang harus diperiksakan ke dokter. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi ragi atau infeksi lainnya, alergi, atau iritasi akibat pakaian.

Namun, ada jenis kanker payudara yang langka, yang dapat menyebabkan kekeringan, kemerahan, dan ruam merah yang gatal di muncuk sekitar puting, yang kalau kata Dr. Debra mirip eksim.

Apa pun penyebabnya, ruam gatal adalah gejala yang harus kamu periksakan ke dokter, apalagi jika sudah seminggu atau dua minggu tak juga sembuh.

9. Ketiak Terasa Sakit

Ketidaknyamanan di ketiak adalah salah satu keluhan yang umum terjadi, dan kebanyakan tak perlu dikhawatirkan. Namun, mengingat jaringan payudara juga sampai ke bagian samping dada hingga ketiak, kanker payudara bisa menyebabkan gejala di area tersebut. Menurut Dr. Sherry, kanker bisa menyebabkan kelenjar getah bening di ketiak mengalami pembengkakan.

Waspadailah benjolan yang teraba keras, tidak bergerak saat disentuh, apalagi jika ada riwayat keluarga dengan kanker payudara. Bukan hanya kanker payudara, tetapi gejala tersebut juga bisa menjadi tanda kanker getah bening.

Artikel Lainnya: Faktor Risiko Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai

10. Muncul Jerawat di Payudara

Ya, jerawat bisa muncul di mana saja, termasuk area payudara, terutama jika kamu wanita yang aktif berolahraga. Umumnya, jerawat akan hilang sendirinya dibarengi dengan menjaga kebersihan dengan baik. Namun, jika kamu mengalami luka jenis apa pun di payudara yang tak hilang-hilang setelah 1-2 minggu, sebaiknya periksakan ke dokter. Karena, adanya luka atau memar yang tak kunjung hilang bisa menjadi gejala awal kanker.

11. Nyeri pada bagian tubuh lainnya dan berat badan turun

Menurut studi dari NCRI, nyeri punggungnyeri leher, dan penurunan berat badan secara misterius masuk daftar gejala kanker payudara yang akhirnya membuat wanita memeriksakan diri dan terdiagnosis kanker. Menurut Dr. Neelima, kondisi ini bisa terjadi karena kanker payudara bisa menyebar sebelum terdiagnosis, menyebabkan gejala di bagian tubuh selain payudara.

Cara Mendeteksi Kanker Payudara Secara Mandiri di Rumah

Kanker payudara bisa dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan mandiri di rumah. Pemeriksaan dapat dilakukan pada hari ke 5-7 sejak hari pertama haid. Pada masa ini, kelenjar payudara tidak lagi banyak terpengaruh oleh hormon haid.

Langkah pemeriksaan kanker payudara sendiri (SADARI) adalah seperti berikut:

  • Berdiri di depan cermin tanpa busana dengan tubuh tegak, bahu lurus, dan kedua tangan berada di pinggang. Perhatikan bentuk kedua payudara dengan saksama. Waspadai perubahan bentuk, ukuran, dan warna pada salah satu atau kedua payudara. Begitu juga bila ada perubahan bentuk puting seperti bengkak, tertarik ke dalam, atau mengeluarkan cairan.
  • Masih dengan posisi sendiri, naikkan kedua tangan ke atas. Cari tanda awal kanker seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
  • Selanjutnya berbaringlah. Letakkan tangan kiri ke belakang kepala, lalu lakukan pemeriksaan payudara kiri dengan dengan tangan kanan.
  • Lakukan penekanan pada payudara dari atas ke bawah, dari sisi paling luar ke sisi dalam, dengan menggunakan empat jari yang dirapatkan. Lanjutkan dengan menekan payudara secara melingkar hingga ke ketiak, tulang selangka, tengah dada, hingga tulang rusuk bagian bawah payudara. Rasakan apakah ada benjolan atau nyeri di area penekanan. Lakukan hal yang sama pada payudara satu lagi.
  • Dengan posisi berdiri, lakukan pemeriksaan seperti langkah 3 dan 4. Beberapa wanita merasa lebih nyaman melakukan pemeriksaan saat payudara lembap atau bawah. Karenanya, kamu bisa melakukannya saat sedang mandi.

Artikel Lainnya: Selain SADARI, Pemeriksaan Dini Kanker Payudara Bisa dengan SADANIS

Faktanya, gejala awal kanker payudara tak selalu benjolan, tetapi pada banyak atau beberapa kasus juga meliputi keluhan-keluhan yang disebutkan sebelumnya. Karenanya rutinlah deteksi dini kanker payudara. Jika ada kejanggalan, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ingat, semakin dini kanker payudara terdeteksi, angka harapan hidup penderita akan makin baik dan terbukti mampu menyelamatkan nyawa hingga 90 persen.

Jika kamu ingin berkonsultasi pada dokter seputar penyakit kanker, kamu bisa chat dokter spesialis di KlikDokter. Di KlikDokter kamu juga bisa pesan layanan pemeriksaan kesehatanonline dengan mudah dan aman. Penyakit kanker bisa terjadi pada siapa saja. Agar lebih waspada, kamu bisa cek risiko dan skrining gejala kanker dengan health tools KlikDokter cek risiko kanker, ya. Yuk, download aplikasi KlikDokter sekarang!

[RVS]

PayudaraGejala KankerPayudara nyerigejala kanker payudaraTumorKankerKanker Payudara

Konsultasi Dokter Terkait