Kanker

Mengenal Obat Pembrolizumab untuk Mengatasi Kanker

Tamara Anastasia, 16 Jul 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Pembrolizumab merupakan salah satu obat untuk membantu pengobatan kanker. Apa itu obat pembrolizumab? Dan bagaimana cara kerjanya? Simak infonya di sini.

Mengenal Obat Pembrolizumab untuk Mengatasi Kanker

Pengobatan yang umum diberikan untuk mengatasi kanker adalah kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Tak hanya itu, imunoterapi (pengobatan yang melibatkan sel kekebalan tubuh) menggunakan obat pembrolizumab juga dapat menjadi pilihan untuk mengatasi kanker

Mari ketahui lebih lanjut mengenai obat pembrolizumab dan cara kerjanya lewat ulasan ini.

1 dari 2

Mengenal Cara Kerja Obat Pembrolizumab

Dijelaskan oleh dr. Arina Heidyana, pembrolizumab adalah jenis obat antibodi monoklonal yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker.

Lalu, menurut Melanoma Research Alliance, obat pembrolizumab bekerja dengan memblokir aktivitas molekul yang disebut PD-1. 

Artikel Lainnya: Waspada, Kanker Ini Sering Menyerang Wanita!

PD-1 merupakan protein yang mencegah sel T (salah satu sel kekebalan tubuh) untuk mengenali dan menyerang jaringan tubuh yang rusak serta sel kanker. 

Dengan memblokir PD-1, obat pembrolizumab bisa meningkatkan kemampuan sistem kekebalan untuk menyerang sel kanker dan tumor di dalam tubuh.

Obat pembrolizumab tersedia dalam bentuk bubuk atau serbuk yang harus dilarutkan ke dalam air. Nantinya, obat ini akan disuntikan ke dalam pembuluh darah pasien lewat infus selama 30 menit. 

Dosis obat pembrolizumab yang diberikan akan bergantung dari banyak faktor, termasuk berat badan, kondisi fisik pasien secara keseluruhan, dan jenis kanker.

Umumnya dosis obat pembrolizumab yang diberikan kepada pasien kanker sekitar 200 mg. Obat pembrolizumab akan diberikan rutin satu kali dalam seminggu. 

Beberapa jenis atau kondisi kanker yang bisa mendapatkan perawatan imunoterapi pembrolizumab adalah: 

  • Kanker kulit melanoma yang sudah menyebar.
  • Kanker paru-paru dengan jenis nonsel kecil atau NSCLC.
  • Kanker kepala dan leher yang kambuh dan tidak bisa diatasi lagi dengan kemoterapi.
  • Kanker Limfoma hodgkin.
  • Kanker kandung kemih.
  • Kanker usus.
  • Pengobatan kanker serviks berulang atau telah bermetastasis (menyebar) pada pasien dengan tumor menunjukkan PD-L1 (skor positif gabungan ≥ 1 ).
  • Pengobatan adenokarsinoma lambung stadium lanjut atau yang sudah bermetastasis dengan tumor menunjukkan PD-L1.
  • Pengobatan kanker limfoma sel B besar mediastinum primer (PMBCL) pada pasien dewasa atau anak. 

Artikel Lainnya: Tanda dan Gejala Kanker Bibir yang Mesti Anda Waspadai

2 dari 2

Efek Samping Obat Pembrolizumab

“Setiap pemberian obat tentu ada efek sampingnya, apalagi jika obat yang diberikan berkaitan dengan pengobatan kanker. Efek sampingnya bisa berupa mual, batuk, gatal-gatal, anemia, kelelahan, peningkatan kadar gula darah, penurunan kadar albumin dalam darah (hipoalbuminemia),” ujar dr. Arina Heidyana. 

Beberapa efek samping juga dapat terjadi dalam beberapa minggu atau bulan setelah pengobatan berhenti. Anda tak perlu khawatir, ada banyak perawatan lanjutan untuk mengendalikan dan mencegah efek samping pembrolizumab. 

Konsultasikan dengan dokter mengenai perawatan serta cara mencegah efek samping pengobatan ini. 

Pengobatan menggunakan pembrolizumab belum terdaftar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Apabila ingin melakukan perawatan imunoterapi menggunakan pembrolizumab, Anda bisa mencobanya dengan berobat ke luar negeri.

Untuk tahu informasi mengenai pengobatan kanker lainnya, Anda dapat membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa berkonsultasi langsung kepada dokter melalui layanan Live Chat.

(OVI/JKT)

obat kanker
pembrolizumab
Kanker