Kanker

Diet untuk Penderita Kanker Nasofaring

Endah Murniaseh, 11 Nov 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Penderita kanker nasofaring disarankan melakukan diet untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. Seperti apa dietnya? Simak penjelasannya di sini.

Diet untuk Penderita Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring bisa menyerang seseorang karena beberapa faktor, seperti kebiasaan merokok, paparan virus, dan konsumsi makanan tertentu. Berbagai opsi pengobatan bisa dipilih untuk mengatasi kanker yang umumnya diderita pria ini.

Pengobatan kanker nasofaring tidak selalu menjamin kesembuhan. Namun, bisa dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup penderita. 

Pengobatan juga akan lebih efektif jika didukung oleh pola hidup sehat penderita. Salah satunya adalah dengan menerapkan diet sehat selama atau setelah menjalani pengobatan.

Diet ini mengacu pada konsumsi makanan yang direkomendasikan untuk meningkatkan efek pengobatan. Juga, menghindari konsumsi beberapa jenis makanan ataupun minuman yang bisa meningkatkan risiko kanker muncul kembali.

Seperti apa penerapan dietnya? Berikut penjelasannya.

Artikel Lainnya: Tips Mengatur Diet untuk Penderita Kanker Pankreas

1 dari 3

1. Mengkonsumsi Buah dan Sayur Segar

Konsumsi lebih banyak buah dan sayur segar yang mengandung vitamin A, C, E, dan lainnya untuk meningkatkan efek pengobatan. Vitamin memiliki efek antioksidan untuk menghilangkan radikal bebas dan menghambat pembentukan nitrosamine dan sel kanker. Mengkonsumsi buah dan sayur juga akan meningkatkan kekebalan tubuh penderita.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyebutkan buah dan sayur segar yang direkomendasikan untuk penderita kanker nasofaring, antara lain bayam, brokoli, kembang kol, blueberry, jeruk, apel, dan anggur.

2. Mengkonsumsi Makanan Berprotein Tinggi

Penderita kanker nasofaring dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi dalam jumlah sedang, seperti ayam, ikan, babi, telur, dan kacang-kacangan.

Protein yang cukup tidak hanya dapat membuat pasien cepat pulih setelah pengobatan, tetapi juga meningkatkan kekebalan untuk melawan kanker.

3. Menghindari Makanan Olahan

Hindari mengkonsumsi makanan olahan, seperti ikan asap, daging asap, daging goreng dan lainnya. Makanan olahan mengandung nitrit, zat kanker yang dapat memperburuk kondisi penderita.

2 dari 3

4. Menghindari Minuman Beralkohol

Alkohol merupakan zat yang harus dihindari dalam tubuh penderita kanker nasofaring. Konsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi pada mulut, kerongkongan dan lambung. Hal ini akan membahayakan tubuh penderita dan berpengaruh buruk pada efektivitas pengobatan.

5. Mengurangi Asupan Yodium

Yodium larut dalam jaringan lunak yang menyebabkan ulserasi tumor, sehingga akan memberikan dampak negatif pada pengobatan penderita kanker nasofaring.

Oleh sebab itu, disarankan untuk mengurangi asupan yodium dengan tidak mengkonsumsi udang, kepiting, dan jenis makanan tinggi yodium lainnya.

Artikel Lainnya: Diet dan Olahraga yang Tepat untuk Pasien Retinoblastoma

6. Menghindari Makanan Pedas

Pasien kanker nasofaring harus menghindari bawang, jahe, cabai, merica, kayu manis, serta makanan pedas lainnya.

Makanan pedas dapat menyebabkan panas pada pembuluh darah di tubuh. Kondisi ini pun akan meningkatkan risiko kanker kambuh dan menyebar.

3 dari 3

7. Menghindari Makanan yang Diawetkan

Hindari mengkonsumsi makanan yang diawetkan, seperti acar, ikan asin, serta makanan yang mengandung nitrosamine dan karsinogen lainnya. Kasus kanker nasofaring erat kaitannya dengan banyak mengkonsumsi makanan yang diawetkan.

Mengkonsumsi makanan yang diawetkan juga akan memperparah kondisi penderita kanker nasofaring.

8. Mengkonsumsi Makanan Lunak

Penderita kanker nasofaring akan mengalami kesulitan menelan karena tenggorokannya terasa sangat nyeri. Hal ini bisa berpengaruh pada berkurangnya nafsu makan hingga asupan gizi penderita.

Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lunak atau mudah ditelan supaya asupan gizi tetap terpenuhi. Dokter Theresia Rina Yunita pun mengungkapkan bahwa pasien kanker nasofaring sebaiknya menghindari makanan bertekstur keras.

“Hindari makanan yang teksturnya keras. Pilihlah makanan yang lunak, karena tidak perlu dikunyah dan lebih mudah untuk ditelan,” katanya.

 

Pengobatan untuk kanker nasofaring akan lebih efektif jika diet seperti yang dijelaskan di atas diterapkan oleh penderita. Dokter pun biasanya akan merekomendasikan diet yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh penderita atau tingkat keparahan kanker.

Penderita kanker nasofaring bisa pula mendapat konsultasi tambahan mengenai penerapan diet dari ahli nutrisi. Lebih dalam mengenai kanker nasofaring atau masalah kesehatan lainnya bisa Anda tanyakan lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(PUT/JKT)

Kanker Nasofaring