Kanker

9 Gejala Kanker yang Sering Diabaikan Pria

Krisna Octavianus Dwiputra, 19 Sep 2019

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Gejala kanker bisa sangat ringan dan sepele, sehingga sering diabaikan oleh penderitanya, termasuk para pria. Kenali gejala kanker ini.

9 Gejala Kanker yang Sering Diabaikan Pria

Kanker termasuk salah satu penyakit yang mematikan sehingga banyak ditakuti masyarakat. Meski demikian gejala yang menandai munculnya kanker sering kali tampak ringan dan sepele. Akibatnya penderita – termasuk pria – sering mengabaikan kondisi ini. Inilah kenapa deteksi kanker sering terlambat, dan baru terdiagnosis ketika sudah stadium lanjut. 

Tentu saja, saat kanker baru terdeteksi ketika sudah pada stadium lanjut penyakit ini jadi lebih sulit untuk disembuhkan. Itu mengapa sangat penting untuk mengenali beragam gejala kanker pada pria sejak dini.

Pria perlu waspada gejala kanker

Beberapa jenis kanker memang diketahui secara spesifik menyerang kaum pria, dengan tanda yang berbeda-beda. Sehingga penting bagi para pria untuk mengenali tanda-tanda tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa gejala yang patut Anda curigai dan konsultasikan kepada dokter:

  1. Gangguan saat buang air kecil

    Seiring bertambahnya usia, tak sedikit pria yang mengalami gangguan seperti:

  • Peningkatan frekuensi buang air kecil, khususnya pada malam hari
  • Tak bisa menahan kencing, mengompol, atau kebutuhan mendesak untuk berkemih
  • Sulit untuk mulai kencing, atau aliran kencing yang lemah
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil.

Biasanya, gejala di atas disebabkan oleh membesarnya kelenjar prostat. Namun, kanker prostat juga diakibatkan oleh kanker prostat.

“Pada tahap awal, kanker prostat tidak menimbulkan gejala. Namun pada tahap lanjut, gejalanya meliputi buang air kecil berdarah, sumbatan aliran saat buang air kecil, atau kehilangan kontrol untuk buang air kecil,” jelas dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter

Dilanjutkan oleh dr. Alvin, skrining untuk kanker prostat memerlukan pemeriksaan dubur dengan jari untuk melihat apakah ada pembesaran prostat dan tes darah untuk mengetahui kadar prostate-specific antigen (PSA).

Gejala lain yang tak boleh diabaikan adalah adanya darah dalam urine. Pasalnya, ini bisa menjadi tanda awal kanker kandung kemih, ginjal, atau usus besar. Meski bisa juga diakibatkan oleh wasir atau infeksi saluran kemih, tetapi tetap saja kencing berdarah harus diperiksakan dan ditangani segera.

1 dari 3

Selanjutnya

  1. Perubahan pada testis

Jika Anda mendapati adanya benjolan, terasa berat, atau perubahan lainnya pada testis atau buah zakar, jangan tunda untuk memeriksakan diri.

Menurut dr. Alvin, benjolan adalah tanda awal kanker testis, yaitu akibat pembesaran testis. Benjolan tersebut bisa mengubah bentuk testis. Jika tak ada benjolan, tekanan yang dirasakan di testis atau perut bagian bawah merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

“Biasanya, penderita menggambarkan keluhan tersebut seperti adanya tekanan berat di skrotum (kantong buah pelir) atau perut bagian bawah,” kata dr Alvin.

Jenis tertentu tumor testis bisa mengurangi kadar testosteron atau meningkatkan estrogen dalam tubuh. Hal tersebut bisa mengakibatkan perubahan pada ukuran testis.

Gejala lainnya juga meliputi kaki bengkak (tandanya tumor menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga aliran kelenjar tersebut jadi terhambat dan menyebabkan aliran limfe tak lancar), nyeri punggung bagian bawah, dan sesak napas.

  1. Berat badan secara misterius menyusut

Dilansir dari WebMD, jika celana atau baju tiba-tiba kebesaran sedangkan Anda tidak sedang diet atau punya kebiasaan olahraga, bisa jadi ini diakibatkan oleh gangguan tiroid. Patokannya, turun 4,5 kg tanpa diet atau olahraga itu tidak normal.

Meskipun mayoritas penurunan berat badan yang tidak diingankan bukan gejala kanker, tetapi itu bisa menjadi salah satu tanda kanker pankreas, perut, atau paru. Saat memeriksakan diri, mungkin dokter akan melakukan tes darah, CT, atau PET scan.

  1. Demam

Umumnya, demam adalah cara tubuh melawan infeksi. Namun, karakteristik demam yang bisa menjadi tanda leukemia atau kanker darah lainnya, yaitu demam yang hilang timbul.

“Sel-sel kanker dapat memicu demam dengan melepaskan zat yang bertindak seperti racun di dalam tubuh. Umumnya tidak ada tanda lain yang dapat menjelaskan kemunculan demam ini. Dan, demam akibat kanker biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari dalam beberapa hari,” kata dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, ikut memberi penjelasan.

2 dari 3

Selanjutnya (2)

  1. Perubahan payudara

    Faktanya, tahun 2017 pria yang mengalami kanker payudara tercatat ada 2.470 orang. Pria umumnya mengabaikan benjolan yang muncul di dada, karena menganggap kanker payudara “eksklusif” untuk wanita.

    Gejala kanker payudara pada pria meliputi:

    • Timbul benjolan yang umumnya terasa nyeri
    • Cekungan atau kerutan di kulit payudara
    • Kemerahan di puting atau kulit payudara
    • Puting yang tertarik ke arah dalam (retraksi)
    • Keluar cairan dari puting

    Kebanyakan kasus kanker payudara dialami oleh pria yang berusia di antara 60-70 tahun. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia dan faktor lainnya seperti: pembesaran payudara (ginekomastia) akibat terapi hormon atau infeksi, mengalami penyakit hati seperti sirosis, peradangan atau cedera di testis, riwayat kanker payudara di keluarga, punya kelainan bawaan seperti sindrom Klinefelter.

  1. Perubahan di kulit

    Berdasarkan temuan dari satu penelitian analisis global yang dipresentasikan di NCRI Cancer Conference, Glasgow, Skotlandia tahun lalu,  kematian yang terjadi terjadi pada pria akibat kanker kulit melanoma jauh lebih tinggi ketimbang wanita.

    Penyebabnya, ada bukti ilmiah yang menyebut bahwa pria memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk melindungi dirinya dari paparan sinar matahari. Tak hanya itu, pria juga lebih rendah tingkat partisipasinya dalam kampanye untuk meningkatkan pengetahuan dan menerapkan strategi pencegahan terhadap melanoma.

    Juga dari KlikDokter, dr. Adeline Jaclyn menganjurkan pria untuk lebih memperhatikan kondisi kulit dengan melakukan pemeriksaan sendiri.

    Pada pemeriksaan awal, catat setiap tahi lalat maupun pertumbuhan kulit yang sudah Anda miliki. Kemudian pada pemeriksaan selanjutnya, lakukan

    kembali pencatatan dengan bandingkan dengan catatan sebelumnya. 

    “Cermati jika ada perubahan signifikan pada tahi lalat atau pertumbuhan kulit Anda sebelumnya, atau jika ada pertumbuhan baru,” sebut dr. Adeline.

    Dilanjutkan oleh dr. Adeline, ciri-ciri dari kanker kulit dapat mencakup perubahan apa pun di kulit, yakni:

    • Luka yang tidak sembuh
    • Tahi lalat yang berubah
    • Luka yang tampak bersisik atau kasar
    • Benjolan berwarna merah muda, putih, atau berbentuk seperti kubah
    • Gatal.

    Untuk lebih mudah mendeteksinya, gunakan metode mnemonik ABCDE (dan F), yaitu:

    • Asymmetry (asimetris): tahi lalat atau luka yang asimetris.
    • Border (perbatasan): batas-batas melanoma mungkin tidak teratur, berlekuk, atau buram.
    • Color (warna): melanoma sering memiliki lebih dari satu warna atau corak.
    • Diameter: tahi lalat yang lebih besar dari penghapus pensil (6 mm) lebih cenderung menjadi melanoma.
    • Evolution (evolusi): Tahi lalat sering berubah seiring waktu.
    • F: meski kualifikasi ini tidak resmi, banyak yang menambahkan ini untuk mewakili perubahan kulit yang terlihat “lucu”.
3 dari 3

Selanjutnya (3)

  1. Sulit menelan

Meski sering dialami, misalnya saat radang tenggorokan, tetapi jika keluhan tersebut tak kunjung sembuh atau diserta gejala lainnya seperti penurunan berat badan dan muntah-muntah, mungkin penyebabnya adalah kanker tenggorokan atau kanker perut.

Pemeriksaan yang dibutuhkan mungkin meliputi cek tenggorokan dan tes upper gastrointestinal (UGI).

  1. Batuk

Pada mereka yang bukan perokok, batuk yang mengganggu biasanya bukan kanker, yang biasanya akan sembuh setelah 3-4 minggu. Jika tidak, dan disertai gejala napas pendek atau batuk berdarah, periksakan diri khususnya jika Anda adalah perokok. Kanker paru patut dicurigai.

  1. Perubahan di mulut

Perokok berisiko lebih tinggi terkena kanker mulut. Jika ada tanda seperti bercak putih, merah, abu-abu, atau kuning di dalam mulut atau bibir, periksa ke dokter. Begitu juga jika terdapat luka terbuka di mulut yang sering dikira sariawan.

Itulah gejala-gejala yang sering diabaikan para pria, tapi ternyata bisa jadi tanda adanya kanker. Sederhananya, jika muncul suatu gejala yang hilang timbul atau berkepanjangan, atau disertai gejala lain yang tidak biasa dan bikin khawatir, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa ditemukan penyebabnya dan ditangani segera.

(RN/ RVS)

Pria
Buang Air Kecil
Gejala Kanker
Kanker payudara pria
Kanker Kulit
Kencing Berdarah
Urine Berdarah
Kanker
Kanker Mulut
Kanker Prostat
Melanoma
Kanker Testis