Ginjal dan Saluran Kemih

Bahaya Klorin dalam Air Minum bagi Kesehatan Ginjal

dr. Valda Garcia, 30 Nov 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Air minum bisa saja mengandung klorin. Jika dikonsumsi, ada bahaya klorin yang dapat mengancam kondisi ginjal.

Bahaya Klorin dalam Air Minum bagi Kesehatan Ginjal

Air ledeng memang sekilas terlihat jernih. Namun, belum tentu air ini terjamin aman dari zat dan mikroorganisme yang bisa menimbulkan penyakit. Mungkin banyak yang tidak tahu, air ledeng dapat mengandung klorin.

Air ledeng adalah air permukaan, sehingga umumnya lebih banyak kuman atau mikroorganisme dibandingkan air sumur. Nah, klorin adalah bahan kimia untuk menjernihkan air ledeng. 

Klorin juga bekerja sebagai disinfektan untuk mematikan bakteri seperti E. coli atau Giardia yang mengganggu pencernaan. Jenis klorin yang digunakan adalah gas klor (Cl2). 

Meski membunuh bakteri, ada bahaya klorin dalam air bagi ginjal yang mesti diwaspadai.

Artikel lainnya: Kenali Ciri-Ciri Air Minum yang Layak Konsumsi

Bahaya Klorin bagi Ginjal

Bahaya Kebanyakan Minum Air Putih untuk Jantung

Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh senyawa klorin bergantung pada jumlah, jenis, dan tingkat daya zat tersebut menyebabkan keracunan di dalam tubuh. Klorin dinilai bisa memengaruhi kesehatan organ hati dan ginjal.

Menurut US Council of Environmental Quality, risiko kanker meningkat hingga 93 persen pada penduduk yang mengonsumsi air berklorin, dibandingkan penduduk yang tidak mendapatkan kadar klorin dalam air. 

Pada penelitian terhadap tikus yang terpapar klorin dan kloramin, dilaporkan tikus itu menderita tumor ginjal dan usus.

Selain sistem pencernaan, organ lain yang langsung terpapar klorin adalah ginjal. Pasalnya, fungsi ginjal itu sendiri adalah menyaring limbah tubuh di dalam darah.

Klorin yang bereaksi dengan air dapat membentuk asam hipoklorit yang dapat merusak sel-sel di dalam tubuh. 

Hal itu dapat menyebabkan gangguan di pencernaan karena bisa membuat dinding lambung erosi dan menyebabkan penyakit mag. Dalam jangka panjang, penyakit ginjal dan kanker bisa terjadi.

Artikel lainnya: Mengenal Ciri-ciri Air Minum yang Tak Layak Konsumsi

Tanda Ginjal Bermasalah Akibat Klorin

melamin buruk untuk ginjal

Ketika fungsi ginjal terganggu, zat sisa limbah tubuh dan cairan yang menumpuk di dalam tubuh akan menyebabkan gejala penurunan fungsi ginjal, antara lain:

  • Pembengkakan di pergelangan kaki
  • Jumlah urine berkurang
  • Urine berbusa
  • Tekanan darah tinggi
  • Mudah lelah
  • Sesak napas
  • Dehidrasi

Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala yang disebutkan tadi, segera buat janji dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan pemeriksaan penunjang, seperti:

1. Tes Urine 

Tes urine diperlukan untuk mengetahui kadar albumin di dalam urine. Jika kandungan ini terdeteksi, ini menandakan ginjal sudah tak berfungsi dengan baik.

2. Tes Darah 

Tes darah diperlukan untuk mengetahui kadar kreatinin. Jika ginjal mengalami kerusakan, maka kandungan kreatinin akan tinggi di dalam darah karena ginjal tidak dapat membuangnya.

3. Pemindaian 

Pemindaian dilakukan untuk melihat kondisi ginjal secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bisa menggunakan USG atau CT scan.

Artikel lainnya: Wajib Tahu, Kebutuhan Air Bisa Dilihat Dari Ukuran Badan, Lho!

Kadar klorin dalam air memang bisa berbahaya bagi tubuh. Bahan kimia tersebut bisa meracuni tubuh dengan kontak langsung di kulit, menelan, atau menghirupnya. Dampak buruknya bisa dirasakan sistem pencernaan dan beberapa organ seperti ginjal. 

Untuk mencegah paparan klorin berlebihan, sebaiknya jangan minum air ledeng. Konsumsilah air yang memang proses pengolahannya dikhususkan untuk diminum demi #JagaSehatmu dan keluarga.

Dapatkan info penting seputar kesehatan hanya di aplikasi KlikDokter. Kamu juga bisa konsultasi lebih cepat lewat layanan Tanya Dokter, serta buat janji dokter dan pemeriksaan kesehatan online.

(FR/JKT)

Penyakit Maag
Penyakit Ginjal

Chen, H.-M. and Wu, M.-T. (2017) “Residential exposure to chlorinated hydrocarbons from groundwater contamination and the impairment of renal function-an ecological study,” Scientific Reports, 7(1). Available at: https://doi.org/10.1038/srep40283.