HomeInfo SehatDiabetes7 Masalah Kaki yang Sering Dialami Pengidap Diabetes
Diabetes

7 Masalah Kaki yang Sering Dialami Pengidap Diabetes

Siti Putri Nurmayani, 11 Sep 2023

Ditinjau oleh dr. Theresia Yunita

Icon ShareBagikan
Icon Like

Orang dengan diabetes akan mengalami berbagai macam gangguan dan luka pada kakinya. Berikut jenis luka kaki diabetes yang umum terjadi.

7 Masalah Kaki yang Sering Dialami Pengidap Diabetes

Akibat kondisi gula darah yang tinggi, penderita diabetes rentan mengalami masalah pada kaki. Apalagi, masalah kaki pada pasien diabetes membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh. Hal ini tentunya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Namun, bila penyakit kaki diabetes bisa cepat dikenali dan ditangani, maka penyembuhannya bisa berlangsung lebih cepat. Oleh karenanya, kamu harus tahu berbagai masalah kaki yang sering dialami oleh penderita diabetes.

1. Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik merupakan salah satu masalah kaki diabetes. Penyakit ini merupakan komplikasi dari diabetes yang ditandai dengan gangguan saraf pada kaki. 

“Studi menunjukkan bahwa satu dari dua penderita diabetes mengalami kondisi neuropati diabetik. Namun, sering kali pasien tidak menyadarinya karena gejala yang muncul secara perlahan,” tutur dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid. 

Gejala yang paling sering terjadi adalah munculnya rasa baal di kaki. Kebanyakan pasien diabetes merasa adanya sensasi seperti menggunakan kaos kaki, padahal kenyataannya tidak sedang memakai kaos kaki. 

Selain baal, kondisi kaki diabetes kering ini juga disertai dengan gejala nyeri seperti disayat pisau, sensasi terbakar, atau kesemutan. Diabetes tidak bisa diobati, tapi bisa dikendalikan. Supaya lebih waspada, cek risiko dan skrining gejala diabetes dengan health tools cegah diabetes, ya.

2. Ulkus Diabetik

Luka di kaki diabetes bisa menandakan adanya penyakit ulkus diabetik. Penyakit ini umumnya ditandai dengan adanya luka terbuka di daerah telapak kaki akibat perubahan pada saraf, kulit, dan pembuluh darah yang terjadi pada diabetes yang tidak terkontrol. 

Tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang dapat menyebabkan kaki terasa baal, aliran darah tidak lancar, dan kulit yang rapuh. Kombinasi hal tersebut bisa menyebabkan penyakit ulkus diabetik sulit sembuh. 

Selain itu, luka terbuka juga biasanya disertai dengan keluarnya nanah dan bau. Bila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, infeksi bakteri ini bisa tersebar ke seluruh peredaran darah. 

3. Penyakit Vaskuler Perifer

Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes bisa memengaruhi pembuluh darah arteri. Nantinya, lemak akan menempel di pembuluh darah tersebut, sehingga akan menyempit dan aliran darah jadi tidak lancar. 

Bila hal tersebut terjadi pada pembuluh darah di lengan atau kaki, penyakit vaskuler perifer pun bisa terjadi. 

Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri di daerah lengan atau kaki. Munculnya rasa nyeri ini akan semakin berat ketika kamu sering menggerakkan lengan atau kaki yang terkena. Selain itu, penyakit vaskuler perifer juga bisa menyebabkan luka sulit untuk sembuh. 

4. Gangrene

Diabetes dapat menurunkan jumlah aliran darah di kaki. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), ini bisa memicu terjadinya gangrene, kondisi kematian jaringan tubuh akibat tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. 

Pada dasarnya, penyakit ini dapat timbul di bagian tubuh mana pun, namun lebih sering terjadi pada jari kaki, jari tangan, kaki, dan tangan. 

Sering kali, ciri-ciri kaki diabetes ini terjadi bersamaan dengan ulkus diabetes. Untuk menanganinya, dibutuhkan operasi guna mengangkat semua jaringan yang mati. 

Pada kasus yang berat, terkadang diperlukan adanya tindakan amputasi pada penderita diabetes. 

5. Cantengan

Cantengan atau ingrown toenails merupakan salah satu masalah kuku yang sering terjadi pada pasien diabetes. Pada dasarnya, cantengan merupakan kondisi di mana kuku bagian tepi yang menancap ke kulit. Hal ini bisa menyebabkan kulit dan jaringan di bawah kulit menjadi bengkak dan kemerahan. 

Bila mengalami cantengan, penderita diabetes tidak boleh memotong dan merawat kukunya sendiri. Pasien harus konsultasi dengan tenaga medis untuk mencegah terjadinya komplikasi. 

Artikel Lainnya: 9 Perawatan Luka Diabetes untuk Cegah Komplikasi

6. Kapalan

Kapalan merupakan salah satu masalah kaki yang sering dialami penderita diabetes. Saat seseorang menderita diabetes, ia cenderung mengalami proses penumpukan kulit secara cepat, sehingga memicu terjadinya kapalan di sekitar tumit atau telapak kaki. 

Masalah kesehatan yang satu ini bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Akan tetapi, dianjurkan untuk tidak mengatasi kapalan di rumah untuk mencegah terjadinya perdarahan dan ulserasi. 

7. Kaki Charcot

Kerusakan saraf akibat diabetes juga bisa menyebabkan terjadinya perubahan bentuk kaki, seperti penyakit kaki Charcot. Komplikasi kaki yang serius ini perlu diwaspadai. 

Kaki Charcot merupakan kondisi di mana terjadinya kerusakan kaki akibat gula darah yang tinggi. Ketika mengalami neuropati, pasien tidak akan menyadari adanya perubahan pada kaki. Pasien yang terus berjalan dengan kaki yang sakit bisa menyebabkan tulang dan persendian mulai berubah bentuk.

Meski diabetes menyebabkan masalah kaki yang serius, namun komplikasi ini sebenarnya bisa dicegah. #JagaSehatmu dengan mengontrol kadar gula darah dan atur pola hidup yang sehat.

Dianjurkan untuk memiliki pola makan yang tepat, olahraga secara teratur, dan konsumsi obat antidiabetes yang sesuai dengan petunjuk dokter. 

Jangan lupa, pasien diabetes juga bisa melakukan perawatan kaki secara mandiri, yakni dengan mencuci kaki dengan air hangat dan sabun lembut. Lakukan juga pemeriksaan kaki untuk melihat adanya luka atau kelainan pada kulit. 

Bila punya pertanyaan lain seputar diabetes, segera konsultasi dengan dokter lewat layanan Tanya Dokter dan temukan layanan untuk cek diabetes. Yuk, unduh juga aplikasi KlikDokter untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan yang lengkap.

(NM)

Diabeteskaki diabetes

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter