HomeInfo SehatCovid-19Sabu-Sabu Bikin Kurus, Mitos atau Fakta?
Covid-19

Sabu-Sabu Bikin Kurus, Mitos atau Fakta?

dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc, 23 Mar 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Tak sedikit orang yang memakai sabu-sabu karena ingin punya tubuh ideal. Apa benar narkoba ini bikin kurus?

Sabu-Sabu Bikin Kurus, Mitos atau Fakta?

Anda tentu pernah mendengar berita ini, seorang artis tertangkap mengonsumsi sabu-sabu dengan alasan ingin menurunkan berat badan. Mungkin Anda langsung bertanya-tanya, apakah benar sabu-sabu bisa membuat kurus

Sabu-sabu adalah nama populer di Indonesia untuk zat golongan metamfetamin. Narkoba jenis ini memiliki nama lain seperti ice, meth, ubas, dan sebagainya. 

Bercirikan seperti kristal putih dan tidak berbau, sabu-sabu kebanyakan dipakai saat pesta atau clubbing.

Mulai dari artis hingga pejabat pemerintah pernah kedapatan nyabu. Alasan mereka beragam, mulai dari ingin menurunkan berat badan hingga meningkatkan kepercayaan diri. 

Padahal, perlu diketahui bahwa terdapat banyak efek berbahaya dari sabu-sabu untuk kesehatan. 

Badan Kurus Karena Sabu

Awalnya, efek sabu-sabu pada tubuh manusia memang menyenangkan walaupun hanya sesaat. Sabu-sabu dapat meningkatkan kadar hormon dopamin di otak hingga seribu kali. Hormon ini akan memberikan motivasi dan kesenangan kepada penggunanya. 

Para pengguna pun dapat merasa lebih percaya diri dan berenergi. Efek tersebut bisa berlangsung antara 4 hingga 12 jam. Sementara pada darah dan urine, sabu-sabu dapat terdeteksi hingga 72 jam.

Artikel lainnya: Bukan Cuma Bikin Candu, Ini Efek Buruk Sabu pada Kulit 

Selain itu, sabu-sabu juga dapat menurunkan nafsu makan penggunanya. Inilah mengapa, efek sabu-sabu disebut bisa membuat tubuh kurus. 

Sebuah studi dari University of Illnois menemukan bahwa aktivitas makan lalat buah menurun 60–80 persen setelah diberikan metamfetamin. 

Lalat buah sering dijadikan percobaan dalam studi tentang dampak metamfetamin pada otak, karena memiliki efek toksikologi yang serupa dengan manusia dan mamalia lainnya.

Para periset juga mengatakan bahwa kadar trigliserida dan glikogen—dua molekul yang berfungsi sebagai cadangan energi—lalat terus merosot saat berada dalam penggunaan metamfetamin. 

Ini menunjukkan bahwa obat tersebut membuat lalat membakar lebih banyak kalori dari yang dikonsumsi. Dengan kata lain, mereka menjadi kelaparan.

Hindari Demi Kebaikan Anda

Setelah efek menyenangkan itu reda, pengguna sabu akan merasakan kebalikan dari apa yang mereka alami sebelumnya. 

Mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi dan lambat dalam mengambil keputusan. Selain itu, mereka dapat mengalami cemas, sakit kepala, mata kabur, dan kelaparan. Beberapa orang bahkan merasakan paranoid dan halusinasi.

Artikel lainnya: Dampak Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Kulit

Ketika penggunanya menggunakan dosis yang lebih tinggi atau memakai sabu lebih sering, efek menyenangkan ini akan melemah. 

Kondisi tersebut mungkin disertai dengan jantung yang berdebar kencang, laju pernapasan meningkat, mulut kering, dan terkadang mual dan muntah. 

Sedangkan pada level overdosis yang kritis, penggunanya berisiko terserang stroke, gagal jantung, kejang, dan bahkan kematian.

Oleh sebab itu, daripada menggunakan narkoba, lebih baik lakukan cara lain yang lebih sehat dan tidak terlarang jika ingin menurunkan berat badan. Kuncinya adalah keluarkan lebih banyak kalori dibandingkan mengonsumsi banyak kalori. 

Anda dapat berolahraga rutin minimal 30 menit sehari 5 kali seminggu. Disertai pola makan yang baik dengan pilihan makanan yang rendah kalori namun bergizi. Dengan begitu, Anda dapat memiliki berat badan yang ideal tanpa perlu menyentuh sabu-sabu. 

Sekarang Anda sudah tahu, kan, efek sabu-sabu pada kesehatan? Meski sabu-sabu bisa membuat tubuh kurus atau berdampak pada penurunan berat badan, tetapi dampak jangka panjangnya akan sangat merugikan tubuh Anda. 

Jadi, pilihlah cara yang lebih sehat untuk menurunkan berat badan, yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, tidur yang cukup, serta pola hidup sehat lainnya. 

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar topik ini, Anda dapat chat dokter melalui Live Chat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

[RS]

Sabu-sabuNarkobaKurus

Konsultasi Dokter Terkait