Covid-19

Efek Samping Vaksin COVID-19 yang Sedang Diuji Coba

Ayu Maharani, 19 Agu 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Saat ini, vaksin virus corona sedang diujicobakan. Lantas, apa saja efek samping vaksin COVID-19 yang dirasakan para relawan, ya?

Efek Samping Vaksin COVID-19 yang Sedang Diuji Coba

Vaksin virus corona yang dibuat oleh Sinovac kini sedang diujicobakan kepada para relawan di Indonesia. Biasanya, saat tubuh diberi vaksin, ada efek samping ringan yang muncul satu sampai beberapa hari ke depan.

Setelah itu, pada umumnya orang-orang akan merasa lebih baik dan tubuh menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.

Lalu, bagaimana dengan efek samping calon vaksin COVID-19 yang tengah diuji coba?

1 dari 2

Mengenal Efek Samping Vaksin COVID-19 

Kepada media, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Dr. Kusnandi Rusmil mengatakan, 30 persen relawan bisa mengalami pembengkakan di bagian yang tersuntik dan demam selama dua hari. 

Kondisi di atas merupakan hal wajar yang biasa dirasakan oleh orang-orang yang habis menerima vaksin.

Begitu dikompres lalu diberikan obat seperti parasetamol, bengkak dan demam akan menghilang dalam beberapa hari. Relawan pun bisa langsung beraktivitas seperti biasa. 

Sementara itu, salah satu tokoh yang menjadi relawan vaksin virus corona adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Efek samping yang saya tahu dan menurut konfirmasi adalah demam sesaat atau bengkak karena suntikan. Orang yang mendapatkan vaksin ini tetap boleh beraktivitas," tutur Ridwan Kamil.

Artikel Lainnya: 2 Obat Herbal Virus Corona Kalbe Farma Ikut Uji Klinis

Pengemudi ojek online yang juga relawan vaksin, Fadly (32 tahun) mengaku merasakan efek samping berupa kantuk berat, nafsu makan yang meningkat, dan demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi. Kondisi itu hanya berlangsung di awal dan kini kondisi tubuhnya stabil. 

Menanggapi efek samping vaksin COVID-19 yang akan diproduksi oleh Bio Farma itu, begini penjelasan dr. Alvin Nursalim, Sp.PD.

Menurutnya, efek samping berupa nyeri, demam ringan, dan sakit kepala wajar dialami relawan. 

“Pemberian vaksin, apa pun jenisnya, secara umum relatif aman. Jarang sekali vaksin menimbulkan efek samping berat,” tegas dr. Alvin. 

“Untuk tahu apa reaksi atau efek samping yang dirasakan oleh relawan normal atau tidak, harus diteliti lebih lanjut. Apa kondisi itu juga dialami relawan lain? Jika ternyata hanya dia yang merasakannya, bisa jadi itu efek plasebo atau hanya perasaan orang itu saja,” kata dia.

Artikel Lainnya: Kalbe Gandeng Perusahaan Korea untuk Ciptakan Vaksin Virus Corona

2 dari 2

Kapan Efek Samping Vaksin Dikatakan Berbahaya?

Secara umum, segala efek samping yang dirasakan oleh relawan vaksin akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Demam yang dirasakan pun seharusnya juga tidak melebihi 39 derajat Celsius. 

Apabila demam tinggi tidak hilang-hilang meski sudah diberikan obat parasetamol dan rasa nyeri yang dirasakan juga semakin parah, orang tersebut harus memeriksakan diri ke dokter. Namun, sekali lagi, kondisi ini jarang terjadi. 

Sebelum menjadi relawan sebuah vaksin, tentu ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi, salah satunya adalah tidak memiliki penyakit kronik atau penyakit bawaan.

Tentunya, tak boleh sembarangan. Ini beberapa persyaratan relawan vaksin virus corona yang harus diketahui: syarat relawan vaksin virus corona,

Tujuannya, jika nanti timbul efek samping, diharapkan kondisi relawan penelitian tidak terlalu parah dan dapat segera diatasi. 

Respons tubuh tiap orang memang berbeda-beda, apalagi ini masih vaksin baru. Sejauh ini, memang belum ada laporan yang mengangkat soal efek samping berat terhadap calon vaksin virus corona.

Semoga saja hal baik ini berlangsung seterusnya sehingga penelitian dan produksi calon vaksin COVID-19 tidak terhambat. 

Itu dia informasi mengenai efek samping vaksin virus corona yang sedang diujicobakan di Bandung, Jawa Barat.

Bila Anda masih ada pertanyaan seputar COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya, konsultasikan langsung kepada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

virus corona