Kesehatan Bayi

Tanda-tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Krisna Octavianus Dwiputra, 12 Apr 2019

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Dehidrasi pada bayi bisa berbahaya. Jika dibiarkan, bayi bisa alami komplikasi yang mengancam nyawa. Mari kenali tanda-tanda ia mengalami dehidrasi.

Tanda-tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak dan bayi lebih rentan mengalami dehidrasi. Jika kondisi ini dibiarkan, bayi bisa mengalami kondisi yang lebih serius, bahkan bisa mengancam nyawanya. Karenanya, orang tua perlu mengenai tanda-tanda bayi yang mengalami dehidrasi agar bisa segera ditangani, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, dehidrasi adalah kondisi tubuh yang kehilangan banyak cairan. Pada akhirnya, tubuh jadi tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

"Terkadang, dehidrasi dianggap sepele karena sebagian besar tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Padahal, jika dibiarkan, dehidrasi bisa berakibat fatal," ujar dr. Vita.

Sama seperti orang dewasa, pada bayi juga bisa terjadi tiga tipe dehidrasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Hanya saja, pada bayi gejala atau tanda dehidrasi kerap tak terlihat. Karenanya, kenali tanda-tanda bayi mengalami secara saksama berdasarkan tipenya.

  • Dehidrasi ringan

    • Bayi biasanya lebih rewel dan mudah haus
    • Warna urine lebih gelap dari biasanya
  • Dehidrasi sedang

    • Mulut bayi terlihat lebih kering
    • Bayi tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam
    • Tidak ada air mata saat bayi menangis
    • Bayi terlihat lemas
    • Ubun-ubun membesar dan tampak cekung
    • Denyut nadi bayi mulai melemah, dengan angka di bawah normal sekitar 120-140 kali per menit.
  • Dehidrasi berat

    • Terlihat makin sering mengantuk dan selalu lemas
    • Ubun-ubun besar semakin mencekung
    • Denyut nadi sulit teraba
    • Mata dan mulut bayi terlihat sangat kering
    • Anak sudah jarang buang air kecil
    • Napas bayi telihat pendek
    • Kulit bayi terasa dingin

Terkait tanda yang berhubungan soal warna urine dan tidak buang air kecil, Anda bisa mengeceknya dari popok yang dipakai bayi. Biasanya, popok yang sudah lama dipakai tidak ada perubahan warna akibat bayi tidak buang air kecil atau popok tidak menjadi berat.

1 dari 2

Penyebab dan bahaya dehidrasi

Dehidrasi yang dialami bayi bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satu yang sering terjadi adalah ketika bayi menolak untuk minum atau makan, yang otomatis itu bisa memengaruhi asupan cairan. Penyebab bayi menolak minum atau makan sering karena sedang tumbuh gigi, sariawan, batuk, atau pilek.

"Saat sakit biasanya bayi menjadi tidak nyaman saat minum, sehingga konsumsi air putih atau susu bisa sangat sedikit dan dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi pada bayi," jelas dr. Vita.

Selain itu, demam juga bisa menjadi salah satu penyebab bayi mengalami dehidrasi. Ini karena suhu tubuh yang meninggi dapat berujung pada terjadinya dehidrasi. Pasalnya, saat demam anak akan banyak berkeringat untuk menurunkan suhu tubuhnya, sehingga juga terjadi penguapan air dari kulitnya.

Terakhir, bayi bisa mengalami dehidrasi ketika mengalami masalah diare dan muntah. Dua hal itu bisa membuat cairan dalam tubuh terbuang banyak.

"Karena adanya peningkatan frekuensi buang air besar dalam sehari, jumlah cairan tubuh akan terkuras, terutama jika disertai muntah yang membuat keseimbangan elektrolit tubuh juga terganggu," jelas dr. Vita.

2 dari 2

Bahaya jika bayi dehidrasi

Jika bayi Anda kemudian mengalami salah satu penyebab di atas dan kemudian menunjukkan gejala dehidrasi, segera tangani! Jika tidak, ada beberapa bahaya atau komplikasi yang mengintai.

  • Kejang

Bayi bisa mengalami kejang karena adanya cairan yang terbuang saat terjadi dehidrasi, terutama cairan elektrolit (natrium dan kalium) yang berperan dalam terjadinya kondisi ini.

  • Infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan gagal ginjal

Ginjal merupakan organ yang paling sering mengalami gangguan saat seseorang mengalami dehidrasi apabila tidak ditangani dengan cepat.

  • Syok hipovolemik

Dikatakan oleh dr. Vita, "Dehidrasi dapat membuat syok hipovolemik, yaitu suatu keadaan ketika jantung sudah tidak mampu memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini terjadi karena saat dehidrasi terjadi pengurangan jumlah cairan di tubuh, sehingga volume cairan di dalam sel tubuh dan pembuluh darah juga berkurang.”

  • Kematian

Inilah skenario terburuk dehidrasi pada bayi yang tidak ditangani dengan benar. Kekurangan cairan dapat membuat beberapa organ di dalam tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya, sehingga berisiko menyebabkan kematian.

Dengan mengetahui tanda-tanda bayi dehidrasi, segera tangani jika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kekuragan cairan. Jika bayi diare dan terus memuntahkan cairan yang diberikan, baiknya segera bawa ia ke dokter. Namun yang paling baik adalah dengan mencegah jangan sampai bayi mengalami dehidrasi.

(RN/ RVS)

Bayi
muntah
Diare
Bayi Kejang
Bayi Dehidrasi
Dehidrasi