Kesehatan Bayi

Jangan Diabaikan, Ini Bahaya Meningitis pada Bayi

Tri Yuniwati Lestari, 13 Mei 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Bukan hanya orang dewasa, penyakit meningitis juga bisa menyerang bayi. Apa bahayanya untuk bayi? Baca selengkapnya di sini.

Jangan Diabaikan, Ini Bahaya Meningitis pada Bayi

Meningitis adalah kondisi peradangan pada meninges, yakni membran tipis yang melindungi otak serta saraf tulang belakang. 

Penyakit ini paling sering disebabkan oleh virus atau bakteri. Tak cuma orang dewasa, bayi juga bisa menderita penyakit radang selaput otak ini.

Jika ditangani dengan cepat, meningitis pada bayi dapat berhasil diobati. Berikut cara mendeteksi dini meningitis pada anak menurut dokter.

1 dari 2

Bahaya Meningitis pada Bayi

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi di bawah usia 2 bulan berisiko lebih besar terkena meningitis

Apa alasan kondisi tersebut, para ahli belum meyakini betul penyebabnya. Namun diduga, hal tersebut terkait dengan sistem kekebalan bayi yang belum sempurna.

Melansir dari Kids Health, beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis pada bayi baru lahir adalah bakteri Streptococcus tipe B, E. coli, dan  Listeria monocytogenes

Bagi bayi yang lebih besar, Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) dan Neisseria meningitidis (meningococcus) sering juga menjadi penyebabnya. 

Selain itu, banyak virus penyebab meningitis yang biasanya menyebabkan penyakit seperti pilek, diare, luka dingin, dan flu.

Artikel Lainnya: Sering Mencium Bayi Bisa Sebabkan Meningitis, Mitos atau Fakta?

"Meningitis adalah kondisi serius yang fatal dan dapat mengancam nyawa atau menyebabkan kematian. Jika meningitis pada bayi bisa dideteksi dan ditangani sedini mungkin, besar kemungkinan bayi untuk sembuh total," ucap dr. Astrid Wulan Kusumoastuti.

Meningitis pada bayi dapat berakibat fatal dalam beberapa kasus. Itu sebabnya, deteksi dini sangatlah dibutuhkan. Beberapa komplikasi meningitis pada bayi yang berbahaya adalah:

  • Kebutaan.
  • Ketulian.
  • Kejang.
  • Cairan di sekitar otak (hidrosefalus).
  • Kerusakan otak.
  • Kesulitan belajar.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan 85-90 persen bayi dan orang dewasa dengan meningitis akibat bakteri meningokokus dapat bertahan hidup. Namun, sekitar 11-19 persen lainnya akan memiliki efek jangka panjang.

2 dari 2

Cara Deteksi Dini Meningitis pada Bayi

Mengingat penyakit ini sangat berbahaya, deteksi dini sangat diperlukan untuk menunjang pengobatan yang tepat untuk bayi Anda. 

Menurut dr. Astrid, deteksi dini yang bisa ibu lakukan di rumah adalah dengan memperhatikan gejala yang ada.

“Gejala meningitis pada bayi antara lain demam tinggi, hilang nafsu makan, muntah, lemah, bayi sering mengantuk dan sulit dibangunkan, rewel, cembung pada fontanel (ubun-ubun),” kata dr. Astrid.

Ditambahkan dari Kids Health, gejala meningitis lainnya pada bayi dapat meliputi penyakit kuning dan kekakuan tubuh dan leher.

Artikel Lainnya: Pahami Gejala Meningitis pada Anak

Jika Anda mendapati adanya tanda-tanda di atas pada bayi, segera periksakan ke dokter untuk dilakukan tes lebih lanjut. Berikut beberapa di antaranya:

  • Dokter akan melakukan tes lumbal pungsi (spinal tap) untuk mengambil sampel cairan tulang belakang. 

Tes ini akan menunjukkan tanda-tanda peradangan dan apakah infeksi tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri.

  • Tes darah, beberapa darah yang dikeluarkan akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui tanda-tanda infeksi.
  • CT scan, dokter mungkin akan melakukan CT scan kepala bayi Anda untuk melihat apakah ada kantong infeksi, yang disebut abses.

Jika dokter mendiagnosis bayi Anda mengalami meningitis bakteri, bayi Anda akan diobati dengan antibiotik yang biasanya diberikan secara intravena di rumah sakit melalui infus. 

Artikel Lainnya: Cara Tepat Mencegah Penyakit Meningitis

Menurut AAP, kebanyakan bayi yang menerima pengobatan antibiotik segera akan sembuh total. 

Namun, sekitar 20 persen mungkin mengalami efek jangka panjang yang disebutkan di atas.

Sementara itu, tidak ada obat untuk mengobati virus penyebab meningitis. Kebanyakan bayi akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Dalam beberapa kasus, pengobatan dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala. 

Meskipun demikian, kedua jenis meningitis membutuhkan perhatian medis segera. Bayi mungkin membutuhkan hidrasi ekstra, pereda nyeri, pemantauan, dan istirahat untuk pulih sepenuhnya.

Jadi jika Anda mencurigai adanya gejala meningitis pada bayi Anda segera konsultasikan dengan dokter. Unduh aplikasi Klikdokter untuk mendapatkan informasi lainnya seputar kesehatan bayi.

(HNS/AYU)

Bayi
Meningitis
Hari Meningitis Sedunia