Kesehatan Bayi

Gendong M Shape untuk Bayi, Ini Tips dan Manfaatnya

dr. Jessica Florencia, Sp.PK, 11 Apr 2023

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Tahukah mama jika teknik gendong M shape memberi banyak manfaat untuk si kecil dan pengasuhnya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Gendong M Shape untuk Bayi, Ini Tips dan Manfaatnya

Posisi menggendong bayi secara tegak dan kedua paha terbuka lebar, bagian lutut menekuk dan sedikit lebih tinggi daripada panggul sehingga posisi kaki jika dilihat dari belakang menyerupai huruf “M” disebut dengan teknik menggendong M-shape atau kangaroo care.

Secara alami, jika bayi digendong dengan cara ini, memposisikan tulang belakang mereka  membentuk huruf C, yang merupakan bentuk alami tulang belakang bayi yang baru lahir hingga usia kurang lebih 6 bulan. 

Lantas, adakah manfaat gendong M-shape bagi si kecil? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini!

Manfaat Gendong M-Shape

Posisi gendong M-shape adalah posisi alami untuk menggendong bayi karena menyerupai posisi bayi di dalam kandungan. Teknik menggendong ini tidak memberikan tekanan berlebihan pada tulang belakang si kecil. 

Apabila dilakukan dengan benar, cara menggendong M-shape memberikan berbagai manfaat berikut ini:

1. Menunjang Perkembangan Sendi Panggul yang Sehat

Posisi M-shape adalah posisi yang paling sehat untuk sendi panggul bayi yang masih berkembang. Selain ideal untuk perkembangan sendi panggul yang baik, posisi M-shape juga mencegah terjadinya masalah panggul seperti hip dysplasia.

Sebaliknya, posisi saat kedua kaki bayi dipaksa berdempet dan lurus (panggul dan lutut tidak menekuk) memperbesar risiko terjadinya hip dysplasia. Beberapa gendongan M-shape bayi disebut kurang sehat untuk sendi panggul bayi apabila kurang menopang bagian paha sehingga kedua kaki terjuntai lurus ke bawah.

Sendi panggul berkembang paling pesat pada 6 bulan pertama kehidupan, kemudian melambat pada 6 bulan berikutnya. Posisi menggendong yang paling sehat untuk pertumbuhan sendi panggul adalah posisi M-shape yang menghadap ke dalam atau ke arah penggendong. 

Ini karena otot paha bagian dalam bayi akan memeluk tubuh penggendong dan memberikan tekanan yang baik untuk pertumbuhan sendi panggul bayi. 

Artikel Lainnya: Mana Lebih Baik, Menggendong Bayi atau Menggunakan Stroller?

2. Menunjang Perkembangan Tulang Belakang yang Sehat

Manfaat gendong M-shape hadap dalam dengan tangan maupun dengan gendongan adalah menunjang perkembangan otot leher dan tulang belakang bayi. Manfaatnya ini mirip dengan kegiatan tummy time.

Selain menunjang kekuatan otot, menggendong tegak juga mengurangi tekanan pada tulang belakang bayi akibat posisi berbaring terus menerus. Namun, pastikan selalu menopang punggung dan leher bayi dengan baik hingga otot leher dan punggungnya cukup kuat.

3. Membangun Ikatan Kuat dengan Orang Tua yang Mengasuh

Menggendong bayi dengan posisi M-shape, menciptakan kontak fisik yang dekat sehingga bisa membangun ikatan kuat dan dapat meningkatkan daya tanggap pengasuh kepada bayi. 

Waktu yang dihabiskan bersama bayi dengan posisi yang dekat dan berhadap-hadapan, memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi terhadap pengasuhnya sehingga mengurangi tangisan bayi. 

Penelitian juga menunjukkan, ibu yang menggendong bayinya dengan gendongan cenderung memberikan lebih banyak ASI kepada bayinya dibandingkan yang tidak rutin menggendong dengan gendongan. 

4. Menunjang Perkembangan Bahasa

Posisi gendong M-shape membuat bayi dapat mendengar suara orang yang menggendongnya dengan lebih jelas. 

Dengan menggendong berhadap-hadapan, membuat pengasuh lebih mudah berbicara dengan si kecil dan melakukan kontak mata dengan bayi sehingga komunikasi terjadi lebih banyak. 

Artikel Lainnya: Bahaya Menggendong Bayi Sambil Diayun

5. Pengasuh Dapat Melakukan Kegiatan Sehari-hari

Cara menggendong M-shape adalah posisi ergonomis yang dapat dilakukan dalam waktu beberapa jam dalam sehari dan nyaman bagi bayi sehingga mengurangi rewel. 

Posisi menggendong ini juga membuat pengasuh lebih mudah menggunakan tangannya untuk melakukan kegiatan sehari-hari sambil tetap berinteraksi dengan bayi. 

6. Menunjang Kesembuhan dan Perkembangan Bayi Prematur

Melakukan kangaroo care dengan kulit bayi bertemu langsung dengan kulit papa atau mama, menurunkan angka kematian bayi prematur.

Selain itu juga meningkatkan keberhasilan menyusui, menstabilkan suhu dan napas, serta mengurangi kecemasan dan komplikasi prematur lainnya. 

7. Memberikan Rasa Nyaman pada Bayi dengan Masalah Pencernaan

Refluks adalah keluarnya isi lambung ke mulut. Bayi yang mengalami penyakit refluks gastroesofageal (GERD) mudah mengalami rasa tidak nyaman pada perut atau dada, perut terasa kolik, atau kembung. 

Menggendong bayi dengan posisi tegak dan M-shape memberikan rasa nyaman pada bayi yang mengalami penyakit ini, sehingga bayi tidak terus-menerus rewel.

Artikel Lainnya: Hey Para Ayah Baru, Perhatikan! Beginilah Cara Menggendong Bayi

Cara Menggendong M Shape untuk Bayi

Menggendong M-shape bisa dilakukan tanpa gendongan untuk waktu yang singkat atau dengan gendongan untuk waktu yang lebih lama dan topangan yang lebih baik. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Bayi diletakkan dalam posisi tegak dan disandarkan pada tubuh penggendong.
  • Topang bagian bokong dan paha sampai bagian lipat lutut sehingga seluruh paha tertopang sempurna. 
  • Posisikan lutut sedikit lebih tinggi dari bokong sehingga posisi lutut lebih tinggi daripada panggul. 
  • Topang bagian leher dan punggung bayi dengan baik jika otot bayi belum kuat.

Menggendong M-shape bisa dilakukan di bagian depan penggendong, di punggung, maupun di sisi kanan atau kiri, yang penting “syarat” di atas terpenuhi. Menggendong di sisi kanan dan kiri secara bergantian dapat mengurangi rasa pegal dan nyeri pada tulang belakang penggendong. 

Artikel Lainnya: Berkenalan dengan Brexting, si Pengganggu Ikatan Ibu dan Bayi

Selain syarat posisi, cara gendong M-shape dengan gendongan juga harus memenuhi syarat keamanan seperti di bawah ini untuk mencegah bahaya pada bayi yang disingkat dengan T.I.C.K.S:

  • T - Tight: gendongan cukup ketat untuk menopang tubuh bayi, tapi nyaman untuk bayi maupun penggendong.
  • I - In view all the times: penggendong dapat langsung melihat wajah bayi hanya dengan menunduk, tidak tertutup oleh kain atau gendongan.
  • C - Close enough to kiss: Posisi kepala bayi berada di dekat dagu penggendong sehingga penggendong hanya perlu mencondongkan kepala sedikit ke depan untuk mencium kepala bayi. Jika penggendong tidak bisa mencium kepala bayi, posisi bayi terlalu rendah. 
  • K - Keep chin off the chest: posisi tubuh bayi tidak menekuk sampai dagunya menempel pada dadanya karena dapat mengganggu jalan napas. Pastikan selalu ada jarak minimal 1 jari dari dagu ke dada bayi. 
  • S - Supported back: punggung bayi harus ditopang dengan baik dan perut serta dada bayi menempel pada tubuh penggendong. 

Kapan Bayi Boleh Digendong M-Shape?

Bayi boleh digendong dengan posisi M-shape sejak lahir. Malah seperti sudah dibahas di atas, posisi ini adalah posisi yang alami dan menunjang perkembangan otot leher dan tulang belakang, sendi panggul, dan memberikan manfaat lainnya. 

Artikel Lainnya: Cara Merawat Bayi Baru Lahir dengan Benar

Namun pastikan papa dan mama memenuhi syarat keamanan menggendong, terutama untuk bayi baru lahir. Nah, sudah paham kan dengan manfaat dan cara menggendong M-shape? Jika masih ada kebingungan dalam menerapkannya, konsultasikan ke dokter anak.

Kamu juga bisa menanyakan langsung hal ini pada dokter tepercaya lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. Yuk #JagaSehatmu dan buah hati dengan mengikuti berbagai informasi hidup sehat di aplikasi KlikDokter!

(APR)

Kesehatan Bayi
Kesehatan Anak
  • Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31877392/ diakses pada 24 September 2022.
  • Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32178849/ diakses pada 24 September 2022.
  • NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8462515/ diakses pada 24 September 2022.
  • Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35003533/ diakses pada 24 September 2022.
  • Hip Dysplasia Org. https://hipdysplasia.org/wp-content/uploads/2022/07/Babywearing-review-Dodwell-JPOSNA.pdf diakses pada 24 September 2022.
  • Hip Dysplasia Org. https://hipdysplasia.org/baby-carriers-other-equipment/ diakses pada 24 September 2022.
  • Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22734604/ diakses pada 24 September 2022.
  • Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30343249/ diakses pada 24 September 2022.
  • Polish Annals of Medicine. http://www.paom.pl/pdf-127843-64522?filename=Basics%20of%20physiological.pdf diakses pada 24 September 2022.
  • Baby Sling Safety. https://babyslingsafety.co.uk/ diakses pada 24 September 2022.