Kesehatan Bayi

Bunda Jangan Bingung Lagi, Ini Mitos dan Fakta dalam Merawat Bayi

Krisna Octavianus Dwiputra, 13 Agu 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Banyak sekali mitos-mitos yang berkembang selama ini terkait perawatan bayi. Mari ketahui kebenarannya sehingga tidak salah kaprah.

Bunda Jangan Bingung Lagi, Ini Mitos dan Fakta dalam Merawat Bayi

Banyak sekali beredar anjuran dan pantangan saat merawat bayi, terutama yang baru lahir. Tidak jarang pantangan itu hanya mitos semata, alias tak bisa terbukti kebenarannya, bahkan tak masuk di akal.

Beberapa contoh mitos mengatakan bayi tidak boleh dibawa ke luar rumah karena takut sakit akibat melihat makhluk halus. Lalu ada lagi, bayi harus dibedong kuat agar kakinya tidak bengkok.

Secara tak langsung, anjuran mitos ini membuat orang tua menjadi takut dan bingung.  Untuk itu, mari ketahui fakta sebenarnya tentang mitos perawatan bayi menurut penjelasan dokter berikut ini.

1 dari 2

Beda Budaya, Beda Cara Merawat Bayi

Mitos dan fakta ini tidak terlepas dari budaya setiap orang. Semua anjuran dan pantangan ini umumnya dilakukan turun-temurun hingga akhirnya menjadi kebiasaan.

Menurut dr. Devia Irine Putri, kebiasaan-kebiasaan ini sebenarnya hanya akan menjadi mitos yang berkaitan erat dengan budaya keluarga itu sendiri.

Hanya saja, dr. Devia meyakini bahwa ibu sekarang lebih berpikiran terbuka akan hal-hal tersebut.

"Iya, biasanya yang percaya mitos ini, kan, dari orang tuanya, ya. Kalau ibu-ibu sekarang kebanyakan sudah berpikiran luas, bisa searching di internet dan juga bisa tanya-tanya ke dokter," ungkap dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Panduan Merawat Bayi dengan Berat Lahir Rendah

2 dari 2

Mitos dan Fakta dalam Merawat Bayi

Sebetulnya ada banyak sekali mitos perawatan bayi yang berseliweran. Namun, ada beberapa contoh yang paling umum, seperti berikut ini.

1. Bayi Diberi Kopi untuk Mencegah Kejang

Menurut dr. Devia ini adalah mitos perawatan bayi yang tidak perlu dipercaya. Pasalnya, bayi tidak butuh asupan kafein dan memberikan kopi kepada bayi tidak ada manfaat nutrisinya.

Kebiasaan memberikan kopi ke bayi justru menyebabkan masalah kesehatan berlanjut. Intinya, bayi hanya butuh ASI dan makanan bergizi untuk menunjang masa pertumbuhan mereka.

2. Bayi Menyusu Terus, ASI Ibu Tidak Cukup?

Bayi yang terus menyusu bukan berarti ASI ibunya tidak cukup atau kosong, jelas ini adalah mitos.

Kondisi ini bisa saja terjadi saat bayi mengalami fase growth spurt atau bayi sedang mengalami percepatan pertumbuhan.

Tanda-tandanya, si kecil memang jadi lebih sering menyusu. Kondisi ini umumnya juga hanya berlangsung dalam beberapa hari, kok.

Artikel Lainnya: Cara Terbaik Merawat Bayi Prematur di Rumah

3. Jangan Sering Digendong, Nanti “Bau Tangan”

Lagi-lagi, ini adalah mitos perawatan bayi yang tidak terbukti benar. Dijelaskan oleh dr. Devia, bau tangan adalah hal yang tidak menyangkut perkembangan fisik dan mental bayi.

Bahkan, dengan menggendong, bisa membuat bayi merasa tenang dan aman.  "Tidak ada istilah bau tangan, menggendong adalah salah satu cara menenangkan bayi, membuat bayi merasa aman dan nyaman," kata dr. Devia Irine.

4. Pakai Bantal Isi Beras Agar Kepala Tidak Peang

Kepala bayi yang peang biasanya disebabkan karena ada penekanan di salah satu sisi. Dokter Devia menyarankan untuk tidak perlu memakai bantal berisi beras.

Untuk menghindari kepala bayi peang, Ibu cukup mengganti posisi kepala si kecil. Misalnya, memposisikan bayi dengan tidur miring kanan atau ke kiri secara bergantian.

Selain itu, Ibu juga bisa rutin melakukan sesi tummy time atau menengkurapkan bayi ketika si kecil memasuki usia lima bulan.

Artikel Lainnya: Tips Memandikan Bayi Berkulit Sensitif

5. Tempel Koin di Pusar Agar Tidak Bodong

Sering dianjurkan pakai koin di udel bayi setelah habis lahiran? Sebaiknya dipikirkan lagi jika mau melakukan mitos perawatan bayi ini.

Bayi baru lahir memang cenderung punya pusar yang menonjol. Namun, 90 persen tonjolan pusar tersebut akan menghilang seiring waktu perkembangan anak.

Lantas, adakah yang menjamin koin yang dipakai ke pusar anak bersih dan bermanfaat? Alih-alih mencegah bodong, pusar anak malah bisa tersumbat bakteri dari koin dan menyebabkan infeksi!

6. Bedong Agar Kakinya Lurus

Mitos membedong bayi memang paling lazim terjadi. Banyak yang mengatakan membedong bayi bertujuan supaya kaki anak nantinya tidak berbentuk "O".

Hal ini dibantah oleh dr. Devia. Menurutnya, tujuan dari membedong adalah untuk menghangatkan tubuh dan membuat si kecil nyaman serasa di peluk.

Jika mau membedong tidak perlu terlalu kuat, ini berisiko membuat napas bayi jadi sesak.

Artikel Lainnya: Ibu, Ini 10 Makanan Paling Sehat untuk MPASI

7. Bayi Sering Menangis Pertanda Melihat Hantu

Mitosnya, bayi yang suka menangis pada malam hari tanpa sebab pertanda sedang melihat hantu. Faktanya, bayi bisa saja sedang memasuki fase purple crying.

Pada fase ini, bayi akan menangis terus menerus tanpa sebab dan ini merupakan salah satu cara mereka untuk berkomunikasi. Misalnya, komunikasi karena popoknya basah atau bahkan lapar ingin menyusu.

8. Jangan Keluar Rumah Sebelum Berusia 40 Hari

Selain bedong, pantangan bayi tidak boleh keluar rumah selama 40 hari juga banyak dipercaya oleh orang tua.

Katanya, membawa bayi ke luar rumah, selain imunisasi dan berjemur, bisa menyebabkan mereka sawan akibat bertemu makhluk halus!

Faktanya, anjuran ini ditujukan karena bayi usia 40 hari ke bawah masih rentan terkena penyakit dari luar. Sebab, antibodi bayi baru lahir belum terbentuk sempurna.

9. Rambut Dicukur Terus Supaya Lebat

Masih banyak yang percaya, kalau sewaktu bayi sering dicukur, dewasa nanti rambutnya akan lebat.

Faktanya, secara medis, rambut tipis dan lebat itu tergantung dari genetik orang tuanya, bukan karena membotakinya terus menerus.

Untuk itu, tidak perlu mencukur rambut bayi terlalu sering. Salah-salah bisa menyebabkan kulit kepalanya luka iritasi karena terkena pisau cukur.

10. Mencubit Hidung Bayi Supaya Mancung

Bayi Anda lahir dengan hidung pesek? Kalau sampai sekarang Anda masih mencubitnya dengan tujuan mancung, Anda melakukan hal yang salah.

Hidung mancung atau pesek pada bayi disebabkan karena faktor keturunan orang tuanya.

Mencubit hidung bayi keras-keras atau terlalu sering malah akan membuat ia tidak nyaman karena hidungnya  sakit.

Nah, beberapa mitos perawatan bayi di atas sudah diluruskan, ya. Sebelum memutuskan gaya merawat bayi atau memberikan asupan gizi pada bayi, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter anak.

Nantinya dokter akan menentukan perawatan yang tepat sesuai kondisi masing-masing anak. Agar lebih praktis, konsultasi langsung dengan dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

Kesehatan Bayi