Kesehatan Bayi

Biskuit Bayi Membantu Pertumbuhan Gigi Anak? Ini Faktanya

drg. Callista Argentina, 09 Feb 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Pemberian biskuit dipercaya dapat membantu pertumbuhan gigi si kecil. Apa benar? Mari ketahui manfaat biskuit bayi untuk pertumbuhan gigi berikut ini!

Biskuit Bayi Membantu Pertumbuhan Gigi Anak? Ini Faktanya

Selesai masa ASI eksklusif, bayi sudah boleh diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Selain berupa menu makanan harian, camilan seperti snack atau biskuit bayi juga dapat disajikan sebagai asupan tambahan.

Biskuit bayi kini hadir dengan berbagai rasa, mulai dari yang plain (tawar), bermacam varian, hingga mengandung vitamin serta mineral tertentu.

Pertumbuhan gigi bayi rata-rata dimulai ketika ia memasuki usia 6 hingga 10 bulan, namun ada juga yang lebih cepat. Gigi yang tumbuh pertama adalah gigi seri bawah. Kendati begitu, kecepatan tumbuh gigi bayi dengan anak lainnya tidak selalu sama.

Tak jarang, si kecil baru tumbuh gigi pertama ketika menginjak usia satu tahun. Lalu, gigi yang tumbuh atau keluar dalam waktu bersamaan juga bisa lebih dari satu! Kondisi ini umumnya normal dan orangtua tidak perlu khawatir.

Pada saat pertumbuhan gigi atau teething, bayi akan mengalami kondisi yang membuatnya tidak nyaman. Oleh karena itu, orang tua umumnya selalu berupaya agar proses teething ini menjadi lebih nyaman, salah satunya dengan memberikan biskuit bayi.

Benarkah memberikan biskuit baik untuk pertumbuhan gigi bayi?

1 dari 3

Manfaat Biskuit Bayi untuk Pertumbuhan Gigi

Biskuit bayi biasanya punya tekstur yang keras. Tekanan dari biskuit seakan-akan memijat gusi sehingga membuat bayi merasa lebih nyaman. Walaupun bermanfaat karena membuat bayi lebih nyaman, tapi pada awal teething, sebaiknya bayi tidak langsung diberikan biskuit, ya.

Apabila ingin memberikan biskuit, disarankan untuk menunggu sampai si kecil berusia 8-12 bulan. Hal ini bertujuan agar si kecil lebih aman saat mengonsumsi biskuit sebagai finger food.

Selain itu biskuit bayi juga bermanfaat untuk membantu anak belajar mengunyah. Karena pada masa itu, bayi sedang mengalami fase pergantian dari konsumsi ASI ke makanan lembut (MPASI).

Tekstur biskuit yang keras ini dapat membantu anak terbiasa dengan tekstur makanan padat. Tak hanya itu, biskuit bayi yang beredar di pasaran umumnya juga sudah banyak mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk menunjang pemenuhan kebutuhan gizi bayi.

Artikel Lainnya: Apakah Biskuit Merangsang Pertumbuhan Gigi Anak?

2 dari 3

Tips Memberikan Biskuit untuk Anak

Untuk mendapatkan manfaat biskuit sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan gigi bayi, Anda perlu memberikan kudapan ini dengan cara tepat. Maka itu, perhatikan tips memberikan biskuit bayi berikut ini:

1. Berikan Makanan Bertekstur Lunak Dulu

Sebelum memberi makanan bertekstur keras atau padat, mulailah dengan memberikan hidangan yang lunak terlebih dulu. Pada awal pemberian MPASI, camilan biskuit dapat dibuat lunak dan dikombinasikan dengan ASI sebanyak 30–50 ml.

2. Sajikan Biskuit dengan Ukuran Kecil

Setelah anak terbiasa mengunyah dan memasuki usia 8-9 bulan, Anda dapat memberikan biskuit dalam bentuk yang tidak dilumatkan.

Misalnya, berikan biskuit dalam potongan kecil atau pilih biskuit dengan ukuran yang mudah digenggam bayi. Ukuran pas tersebut dapat membantu anak menggigit makanannya sendiri.

Artikel Lainnya: Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Gigi dan Mulut Anak!

3. Berikan Biskuit di Waktu yang Tepat

Usahakan untuk tidak memberikan biskuit mendekati jam makan. Sebab, bayi bisa kekenyangan karena makan biskuit dan memengaruhi nafsu makannya.

4. Dampingi Bayi Saat Memberikan Biskuit

Tetap dampingi bayi saat sedang makan biskuit untuk menghindari bahaya tersedak. Pantau terus aktivitas bayi selama ia mengonsumsi biskuit atau MPASI.

5. Biasakan Si Kecil untuk Tidak Mengemut Makanan

Jangan biasakan bayi untuk mengemut makanan karena mudah meningkatkan risiko karies gigi.

Artikel Lainnya: Gigi Anak Terlambat Tumbuh, Ada Apa?

3 dari 3

Memilih Biskuit yang  Baik untuk Pertumbuhan Gigi

Orangtua juga harus teliti dalam memilih jenis biskuit yang akan diberikan kepada bayi. Berikut adalah panduan dalam memilih biskuit untuk si kecil:

  • Pilih biskuit yang memiliki kandungan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Nutrisi yang dibutuhkan si kecil misalnya, seperti zat besi, AA, DHA, vitamin C, dan vitamin E.
  • Jika bayi sudah dapat memegang makanannya sendiri, pilih biskuit bertekstur keras dan berpori agar gampang larut saat terkena air liur. Hal ini bertujuan untuk menstimulasi bayi mengunyah dan mencegahnya tersedak.
  • Pastikan biskuit mengandung zat gizi yang mendukung pertumbuhan gigi seperti kalsium dan vitamin D.
  • Perhatikan kandungan gula di dalam biskuit bayi. Hindari biskuit yang mengandung gula berlebih karena dapat meningkatkan risiko obesitas saat si kecil bertambah usia.
  • Apabila bayi mengalami alergi susu sapi atau intoleransi laktosa, pilihlah biskuit yang tidak memiliki kandungan susu sapi.
  • Waspada jika bayi memiliki riwayat intoleransi gluten. Hindari biskuit yang mengandung gluten dan gandum.
  • Usahakan untuk memilih biskuit yang terbuat dari bahan alami tanpa pengawet dan pemanis buatan.

Pemberian biskuit bayi memang dapat membantu proses pertumbuhan gigi agar si kecil menjadi lebih nyaman. Meskipun demikian, biskuit bayi bukanlah alat untuk merangsang pertumbuhan gigi bayi.

Agar tidak memberikan dampak buruk kepada gigi bayi, maka perhatikan dengan benar panduan dalam memilih biskuit seperti yang telah dijelaskan di atas.

Untuk tahu informasi kesehatan gigi dan mulut lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Sedangkan untuk konsultasi langsung dengan dokter, gunakan fitur Live Chat 24 jam!

(OVI/JKT)

Gigi
Anak