Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeIbu Dan anakKesehatan BayiBayi Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC, Ini Dampaknya
Kesehatan Bayi

Bayi Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC, Ini Dampaknya

dr. Dyah Novita Anggraini, 18 Sep 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Udara yang sejuk mungkin akan membuat bayi tenang. Tapi jika terlalu lama di ruangan ber-AC, ini efeknya bagi kesehatan si Kecil.

Bayi Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC, Ini Dampaknya

Banyak orang tua memasang AC di kamar bayi mereka untuk menjaga ruangan tetap sejuk sekaligus membuat si Kecil anteng. 

Ya, mungkin bayi tidak akan terlalu rewel, tapi apakah baik jika mereka terlalu lama berada di ruangan ber-AC? Selain itu, apa saja yang perlu diperhatikan jika menempatkan bayi di ruangan ber-AC?

Simak penjelasan di bawah ini mengenai beberapa bahaya penggunaan AC untuk bayi

Amankah Menempatkan Bayi di Ruang Ber-AC?

Jawabannya adalah aman. Bayi tidak tahan dengan suhu ruang yang terlalu panas karena penguapan cairan dari tubuh bayi lebih cepat terjadi. 

Akibatnya, jika bayi dibiarkan dalam ruangan dengan suhu yang panas, mereka berisiko mengalami dehidrasi, kehausan, hingga heatstroke akibat panas. 

Beberapa ahli juga mengatakan bahwa ruangan yang dingin atau memiliki ventilasi yang baik dapat membuat anak tidur lebih nyaman dan menurunkan risiko kematian bayi mendadak.

Apa Bahaya AC untuk Kesehatan Bayi?

Biasakan Bayi Tidur Siang, Ini Tips Lengkapnya

Tak sedikit orang tua yang bertanya mengenai pengaruh AC pada kesehatan bayi. 

Udara panas di Indonesia terutama di siang hari terkadang membuat bayi merasa tidak nyaman, gerah dan berkeringat. 

Oleh karena itu, penggunaan AC menjadi pilihan terbanyak untuk menjaga ruangan di rumah tetap sejuk dan mendukung bayi tidur lebih nyenyak. 

Namun, orang tua tetap perlu waspada dengan efek AC pada bayi. Berikut beberapa bahaya penggunaan AC untuk kesehatan bayi: 

1. Hipotermia 

Hipotermia adalah kondisi darurat medis ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35derajat Celsius. 

Hipotermia bisa menyebabkan penurunan kadar gula darah pada bayi secara drastis, sehingga dapat membahayakan jiwa. Kondisi ini bisa saja terjadi jika bayi berada di dalam ruangan dingin secara terus-menerus. 

2. Dehidrasi 

Suhu ruangan yang terlalu dingin karena AC dapat membuat udara di sekitarnya menjadi berkurang. Akibatnya, ruangan akan menjadi kering. Kelembapan yang menurun ini dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi

3. Kulit Kering 

Kulit akan mudah menjadi kering karena kelembapan yang ada di sekitar ruangan terserap secara berlebihan pada suhu rendah. Apabila dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin kulit bayi akan menjadi kering. 

Artikel Lainnya: Bukan karena Suhu, Ini Penyebab Tangan Bayi Dingin!

4. Infeksi di Tubuh 

Saat suhu ruangan dingin, saluran pernapasan dan membran mukosa akan mudah menjadi kering sehingga memicu terjadinya infeksi. Membran mukosa berfungsi memberikan perlindungan sehingga mencegah tubuh dari berbagai infeksi. 

5. Iritasi Kulit 

Kulit yang mudah kering akibat suhu udara dingin mudah memicu timbulnya iritasi, terutama apabila terjadi secara terus-menerus dan tidak segera diatasi. Apalagi barrier kulit bayi belum sesempurna kulit orang dewasa sehingga sangat rentan. 

Tips Menggunakan AC untuk Bayi

Efek Olahraga di Ruangan Ber-AC (Foto: Shutterstock)

Sekarang sudah tahu, ‘kan, apa saja bahaya penggunaan AC untuk bayi? Nah, agar bayi aman berada di ruangan ber-AC, ada beberapa tips yang perlu orang tua perhatikan:

1. Jaga Suhu Ruangan Tetap Nyaman

Saat menggunakan AC untuk bayi, sebaiknya pasang termometer dinding agar orang tua dapat mengontrol suhu ruangan tersebut. Suhu ruangan yang optimal adalah antara 23-26 derajat Celsius. 

Cara lain untuk menjaga suhu ruangan ber-AC agar tidak terlalu dingin adalah dengan mengaktifkan timer pada AC sehingga AC akan otomatis mati sesuai dengan setting-nya.

2. Hindari Paparan Langsung Udara dari AC

Posisikan bayi sedemikan rupa sehingga bayi tidak mendapatkan paparan langsung udara dari AC. Aliran udara langsung dari AC dapat mempercepat penguapan suhu tubuh bayi sehingga lebih mudah mengalami hipotermia.

3. Pilih Pakaian yang Sesuai untuk Bayi

Ketika berada di ruangan ber-AC, kenakan bayi pakaian panjang dan topi. Hal ini penting untuk mencegah bayi mengalami kehilangan suhu tubuh berlebihan. 

Bedong atau selimut juga dapat digunakan pada bayi kecil untuk menjaga kehangatan tubuhnya.

4. Jaga Kelembapan Kulit Bayi dengan Pelembap

Udara kering AC akan membuat kulit bayi mudah kering. Untuk itu, gunakan pelembap pada kulitnya untuk mencegah kekeringan. Menjaga asupan cairan bayi juga penting untuk menghindari kulit kering.

5. Bersihkan AC Secara Rutin

Hal ini sangat penting karena AC yang kotor justru akan membawa penyakit bagi orang tua sekaligus bayi. Untuk itu, rutinlah membersihkan AC setiap bulan agar udara yang bersirkulasi dalam ruangan tetap bersih.

Artikel Lainnya: Posisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko

Ingat juga untuk tidak langsung memindahkan bayi ke ruangan panas setelah lama berada di ruangan ber-AC. Tubuh bayi memerlukan proses adaptasi yang lebih lama dibandingkan orang dewasa. 

Karena itu, jika orang tua hendak membawa bayi keluar rumah dengan suhu panas, matikan AC beberapa saat sebelum bayi keluar rumah sehingga tubuh si Kecil dapat beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

Menggunakan AC dalam kamar bayi memang bermanfaat untuk membuat si Kecil nyaman. Namun, orang tua harus memperhatikan bahwa terlalu lama di ruangan ber-AC akan mendatangkan sejumlah dampak pada tubuh bayi. 

Pahami kelima tips yang telah dijelaskan agar bayi tetap nyaman meski berada di ruangan ber-AC.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar topik ini, klik fitur Tanya Dokter untuk konsultasi secara online kepada dokter. Jangan lupa download aplikasi KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu serta keluarga!

[RS]

BayiACUdara Dingin

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter