HomeIbu Dan anakKesehatan AnakWaspada, Ini Gejala dan Komplikasi MIS-C COVID pada Anak
Kesehatan Anak

Waspada, Ini Gejala dan Komplikasi MIS-C COVID pada Anak

Tri Yuniwati Lestari, 13 Sep 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Pasien COVID-19 anak bisa mengalami sindrom peradangan multisistem atau disebut MIS-C. Waspada, kenali MIS-C COVID lebih lanjut lewat bahasan berikut.

Waspada, Ini Gejala dan Komplikasi MIS-C COVID pada Anak

Sindrom peradangan multisistem alias multisystem inflammatory syndrome (MIS-C) adalah kondisi yang bisa terjadi setelah terpapar COVID-19. Sebagian besar kondisi tersebut dialami anak usia sekolah.

Meski jarang terjadi, para peneliti menilai bahwa MIS-C COVID pada anak dapat menyebabkan dampak fatal. Oleh karena itu, setiap orangtua diminta untuk lebih waspada terhadap risiko tersebut.

Mengenal Multisystem Inflammatory Syndrome (MIS-C)

Melansir dari hopkins medicine, MIS-C COVID memiliki kesamaan dengan sindrom syok toksik dan penyakit Kawasaki. Kondisi tersebut menyebabkan peradangan di seluruh organ penderitanya.

Artikel Lainnya: Benarkah Virus Corona Delta Lebih Mudah Menyerang Anak?

Para peneliti mengamati bahwa sindrom MIS-C COVID dapat terjadi sekitar empat minggu setelah terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Sindrom tersebut menyerang beberapa organ dan jaringan penting tubuh, seperti jantung, paru-paru, pembuluh darah, ginjal, sistem pencernaan, otak, kulit, dan mata. Tanda dan gejala akibat MIS-C COVID tergantung pada area tubuh yang terpengaruh.

Lantas, apa penyebab MIS-C COVID pada anak? Menurut dr. Devia Irine Putri, hingga saat ini penyebab MIS-C masih belum diketahui dengan pasti.

“Namun, sindrom tersebut diduga berhubungan dengan respons imun berlebihan pada anak yang terinfeksi COVID-19,” ucap dr. Devia.

Gejala Multisystem Inflammatory Syndrome (MIS-C)

Melansir Mayo Clinic, berikut ini beberapa gejala yang bisa timbul akibat sindrom MIS-C pada anak:

  • Demam yang berlangsung selama 24 jam atau lebih
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Ruam kulit
  • Merasa lelah luar biasa
  • Detak jantung dan napas cepat
  • Mata merah
  • Kemerahan dan pembengkakan pada bibir, lidah, tangan, atau kaki
  • Sakit kepala atau pusing
  • Pembesaran kelenjar getah bening

Sampai saat ini, para peneliti masih mempelajari MIS-C lebih lanjut. Namun setidaknya beberapa penelitian telah menggarisbawahi beberapa kondisi MIS-C yang perlu diketahui, yaitu:

Artikel Lainnya: Anak Belum Bisa Divaksinasi COVID-19, Ini Tips Perlindungannya

Kapan Harus Berobat ke Dokter?

Jika menunjukan gejala di bawah ini, anak harus segera dapatkan perawatan medis darurat:

  • Kesulitan bernapas
  • Rasa sakit atau tekanan yang terus-menerus di dada
  • Kebingungan
  • Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga
  • Kulit, bibir, atau alas kuku tampak pucat dan/atau berwarna kebiruan

Daftar tersebut tidak mencakup semua kemungkinan gejala kegawatdaruratan. Yang jelas, apabila anak tampak sangat menderita, Anda dianjurkan segera berobat ke dokter.

Diagnosis dan Pengobatan MIS-C

Dijelaskan oleh dr. Devia, dokter mungkin akan memberikan atau melakukan tes tertentu untuk memastikan peradangan atau tanda-tanda MIS-C pada anak. Tes tersebut, termasuk:

  • Tes darah
  • Rontgen dada
  • Ultrasonografi jantung (ekokardiogram)
  • USG perut

Dokter juga mungkin akan memberikan perawatan pendukung untuk meringankan gejala.

"Dokter akan memberikan terapi cairan, oksigen, pemberian obat antiradang; seperti terapi steroid, pemberian IVIG (imunoglobulin), obat antikoagulan, dan obat-obatan untuk mengatur tekanan darah," jelas dr. Devia.

Cegah penularan COVID-19 pada anak dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Upayakan pula agar anak tetap berada di dalam rumah agar risiko penularan bisa ditekan.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai MIS-C COVID pada anak, tak perlu sungkan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

virus coronaAnakCovid-19

Konsultasi Dokter Terkait