HomeIbu Dan anakKesehatan AnakSi Kecil Alergi Debu, Harus Bagaimana?
Kesehatan Anak

Si Kecil Alergi Debu, Harus Bagaimana?

dr. Atika, 24 Feb 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Alergi debu pada anak bisa sangat mengganggu. Kenali penyebab dan cara mengatasinya lewat artikel berikut.

Si Kecil Alergi Debu, Harus Bagaimana?

Apakah anak Anda kerap bersin-bersin dan beringus ketika berada di tempat yang berdebu? Jika ya, ketahuilah bahwa keluhan tersebut bisa menjadi pertanda alergi.

Tentunya alergi debu pada anak akan sangat mengganggu kenyamanan mereka. Keluhan tersebut bahkan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Apabila buah hati Anda mengalami kondisi ini, jangan panik. Sebab gejalanya tetap bisa dikontrol.

Mari kenali seluk beluk alergi debu pada anak di bawah ini.

Pencetus Alergi Debu pada Anak

Jika anak memiliki hipersensitivitas (reaksi alergi) terhadap debu, ini berarti sistem kekebalan tubuhnya menganggap debu sebagai suatu material berbahaya.

Alhasil, sistem imunitas melancarkan reaksi peradangan—umumnya di saluran pernapasan—ketika anak terpapar debu.

Meskipun kondisi ini dikenal sebagai alergi debu, sesungguhnya anak memiliki hipersensitivitas terhadap komponen yang ada di dalam debu tersebut.

Artikel Lainnya: Inilah Bentuk Reaksi Alergi Obat pada Anak

Berikut adalah bermacam komponen dalam debu yang bisa mencetuskan “alergi debu” pada anak:

  • Tungau (Kutu)

Biasanya tungau hidup di dalam kasur, serta dapat berkembang biak dengan baik pada lingkungan dengan suhu hangat dan lembap.

Partikel tungau ini banyak ditemukan di bantal, kasur, karpet, dan barang berbulu lainnya (termasuk boneka).

  • Kecoa

Kecoa merupakan serangga yang dapat ditemukan di hampir semua rumah dan gedung lainnya. Partikel dari kecoa—seperti kotorannya—dapat mencetuskan alergi.

  • Spora Jamur

Spora jamur bisa terdapat dalam debu maupun melayang-layang di udara. Spora yang terhirup oleh orang yang sensitif dapat mencetuskan gejala alergi.

Jamur dapat tumbuh subur di tempat yang lembap, seperti kamar mandi dan dapur.

  • Serbuk Sari Bunga

Salah satu penyebab alergi debu pada anak adalah serbuk sari bunga.

  • Partikel Lain

Contoh partikel lainnya meliputi bulu binatang, air liur, urine, feses, serta partikel kulit binatang yang terlepas. Seluruh partikel ini dapat mencetuskan alergi pada anak yang sensitif.

Artikel Lainnya: Mengenal Lebih Lanjut Cara Mencegah Alergi Makanan pada Anak

Gejala Alergi Debu

Umumnya gejala alergi debu terjadi pada saluran pernapasan, seperti:

  • Bersin-bersin.
  • Hidung tersumbat.
  • Hidung meler.
  • Batuk. 
  • Sesak napas.
  • Serangan asma.

Selain itu, alergi debu pada anak dan dewasa dapat menyebabkan mata merah, gatal, dan berair, serta gatal-gatal pada kulit.

Gejala tersebut biasanya timbul ketika atau setelah aktivitas membersihkan rumah, seperti menyedot debu atau menyapu.

Cara Mengatasi Alergi Debu pada Anak

Alergi debu memang dapat membuat anak tidak nyaman. Namun, jangan khawatir! Berikut ini beberapa cara mengatasi alergi debu pada anak yang bisa dilakukan:

1. Hindari Pencetus Alergi

Untuk mencegah kekambuhan alergi debu pada anak, sebisa mungkin hilangkanlah faktor-faktor yang dapat mencetuskan reaksi alergi tersebut (alergen).

Sebelumnya, dibutuhkan observasi ketat terlebih dahulu mengenai penyebab alergi debu pada anak. Setelah ditemukan, hindarilah alergen tersebut.

Bila Anda kesulitan menentukan kemungkinan pencetusnya, Anda bisa melakukan serangkaian tes medis untuk menentukan penyebab alergi yang dimiliki anak.

Artikel Lainnya: Pengobatan Alami untuk Anak Alergi

2. Rutin Membersihkan Rumah

Salah satu cara untuk mengatasi alergi debu pada anak adalah dengan rutin membersihkan rumah.

Bersihkan debu yang menumpuk secara teratur, contohnya menggunakan lap basah, agar debu tidak beterbangan ketika dibersihkan. Bila perlu, gunakan alat vakum dengan filter HEPA.

Jika pencetus alergi anak kemungkinan adalah partikel kecoa, maka pastikan kecoa tidak bersarang di rumah Anda. Jagalah setiap sudut rumah yang dapat menjadi tempat berkembang biak kecoa.

3. Pastikan Sirkulasi Udara Baik

Saat siang hari, bukalah semua jendela agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kelembapan, sehingga jamur tidak mudah tumbuh.

Sirkulasi yang masuk juga dapat mengurangi kadar material pencetus alergi dalam ruangan.

4. Hindari Penggunaan Karpet

Karpet, terutama yang memiliki bulu tebal, akan lebih sulit dibersihkan sehingga berpotensi menjadi tempat tertimbunnya debu dan berbagai material pencetus alergi.

Jika Anda tetap ingin menggunakan karpet, pastikan untuk rajin membersihkannya.

Artikel Lainnya: Alergi pada Kulit Bayi yang Perlu Anda Tahu

5. Mencuci Pakaian dan Sprei dengan Air Panas serta Rutin Menjemurnya

Alergi debu pada anak dapat diatasi dengan membersihkan tungau debu. Terlebih lagi ketika terdapat gejala infeksi tungau (bentol kecil gatal di berbagai lipatan tubuh, terutama di jari).

Mengingat tungau debu sering terdapat pada kasur, Anda sebaiknya selalu menjemur kasur dan bantal secara teratur. Pastikan kedua permukaannya terkena sinar matahari.

Selain itu, pakaian yang dicurigai memiliki tungau debu juga harus direndam dalam air panas demi mematikan tungau.

6. Sebaiknya Jangan Memelihara Binatang di Rumah

Mengingat partikel bulu dan kotoran binatang peliharaan juga bisa menjadi pencetus alergi, mungkin Anda perlu berpikir dua kali sebelum memelihara binatang.

Jika masih ingin melakukannya, ada baiknya untuk mencegah hewan peliharaan masuk ke kamar anak. 

Menjaga binatang peliharaan berada di luar rumah akan mencegah bertumpuknya partikel yang dapat mencetuskan alergi.

Demikian pembahasan seputar alergi debu pada anak dan cara mengatasinya. Gejala alergi debu memang sangat tidak menyenangkan dan membatasi aktivitas anak.

Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter mengenai cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kekambuhan alergi debu pada anak. 

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter lebih mudah melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

AnakAlergi DebuAlergi

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter