Kesehatan Anak

Pertolongan Pertama Ketika Anak Muntah dan Diare

dr. Karin Wiradarma, 08 Agu 2016

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Diare merupakan penyakit yang umum dialami oleh bayi dan anak. Namun apabila ditambah dengan muntah, Anda harus siaga dalam memberikan penanganan pertama agar anak tidak dehidrasi.

Pertolongan Pertama Ketika Anak Muntah dan Diare

Muntah dan diare merupakan penyakit yang rentan menyebabkan anak dehidrasi – apalagi kalau datang secara bersamaan. Selain itu, asupan makanan pun dapat terhambat oleh rasa mual yang dialami oleh anak jika ia muntah-muntah.

Tapi jangan khawatir, Anda dapat melakukan penanganan sendiri di rumah jika anak mengalami muntah dan diare.

Artikel Lainnya: Jangan Panik, Ini Cara Tepat Menangani Anak yang Muntah

Apa Perbedaan Antara Muntah dan Gumoh?

Pertama, Anda harus membedakan antara muntah dengan gumoh. Gumoh umumnya dialami oleh bayi baru lahir, biasanya sehabis minum susu. Pada gumoh, bayi baru lahir dapat mengeluarkan kembali susu yang baru diminum jika ia tidak diposisikan vertikal sambil ditepuk-tepuk punggungnya. Setelah bayi bersendawa, barulah aman untuk menidurkan ia kembali, dan umumnya bayi tidak akan gumoh.

Tidak seperti gumoh, saat muntah makanan keluar dengan lebih “menyemprot”. Sementara itu pada gumoh, makanan keluar seperti mengalir. Anak yang mengalami muntah umumnya akan mengalami mual dan tampak sakit. Sedangkan, bayi yang gumoh tampak sehat seperti biasa.

Apa Penyebab Muntah dan Diare pada Anak?

Anak disebut mengalami diare apabila ia mengeluarkan tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali dalam sehari. Bayi yang mendapatkan ASI memang dapat mengeluarkan kotoran hingga delapan kali dalam sehari, namun konsistensinya menyerupai pasta dan tidak cair.

Diare dan muntah apabila berdiri sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal. Namun jika diare dibarengi dengan muntah, hal tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi virus (rotavirus).

Infeksi rotavirus ini lebih umum terjadi pada bayi yang tidak mendapat ASI. Gejalanya antara lain demam, diare, muntah, dan nyeri perut.

Diare dan muntah yang terjadi pada bayi umumnya memberikan dampak yang lebih serius daripada anak yang lebih besar, karena bayi akan lebih mudah jatuh ke dalam keadaan dehidrasi.

Anda harus mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak, yaitu rewel, ubun-ubun cekung, mata cekung, menangis namun tidak keluar air mata, mulut kering, kulit kering, turgor lambat (jika dicubit, kulit akan kembali lambat). Anak yang mengalami dehidrasi berat bahkan dapat terlihat lemas, lesu, dan tidak sadar.

Artikel Lainnya: Jenis Muntah Anak dan Solusi untuk Menanganinya

Apa yang Dapat Anda Lakukan di Rumah?

Apabila anak mengalami muntah dan diare, pastikan Anda melakukan hal-hal berikut:

  • Mengganti cairan yang hilang dari tubuhnya dengan memberikan minum air yang banyak. Akan lebih baik jika Anda menggunakan oralit – baik sachet maupun yang dikemas dalam botol – untuk mengganti cairan dan ion yang hilang.
  • Berikan juga ASI – atau susu formula, jika karena satu dan lain hal Anda tidak dapat memberikan ASI – semau anak. Jangan paksakan makanan padat jika anak tidak menginginkannya. Berikan makanan padat sesuai permintaan. Namun demikian, pada anak yang sudah besar diusahakan untuk tetap makan seperti biasa.
  • Anda juga harus ekstra menjaga kebersihan. Cucilah tangan Anda dengan sabun sebelum memegang anak, memasak dan menyiapkan makanan, mencuci botol, membuat susu, dan menyuapi anak. Cuci tangan juga harus dilakukan setelah membersihkan bokong anak, pergi ke toilet, serta membersihkan muntahan anak.
  • Cuci bersih dan sterilkan botol susu dan peralatan makan anak.
  • Hindari memberikan sembarang obat kepada bayi dan anak tanpa petunjuk dokter, apalagi antibiotik. Muntah dan diare pada anak lebih sering disebabkan oleh infeksi virus, yang tidak akan berguna jika diberikan antibiotik.
  • Sebelum memakaikan popok, oleskan dulu daerah bokong dan lipatan paha anak dengan krim khusus pencegah ruam popok atau petroleum jelly.

Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Segeralah bawa anak untuk diperiksa oleh dokter apabila frekuensi diare sudah lebih dari enam kali atau muntah lebih dari tiga kali dalam 24 jam. Bayi atau anak yang terlihat lemas, tampak mengantuk, demam, dan buang air kecil sedikit juga harus segera dibawa ke dokter.

Anak
muntah
Pertolongan
Serba-Serbi Alergi Anak
Diare