HomeIbu Dan anakKesehatan AnakBisakah Disleksia Disembuhkan?
Kesehatan Anak

Bisakah Disleksia Disembuhkan?

dr. Devia Irine Putri, 15 Sep 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Sebagai orangtua dari anak dengan disleksia, tentu berharap kondisi ini bisa disembuhkan. Bagaimana faktanya?

Bisakah Disleksia Disembuhkan?

Disleksia adalah gangguan belajar pada anak yang membuat anak sulit membaca dan memahami bacaan. Anak juga mengalami kesulitan mengeja maupun menulis. 

Penyebab disleksia sampai saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun, hal ini diduga karena adanya faktor kelainan genetik pada otak yang bertugas dalam membaca dan menulis. 

Karena kesulitan hal dasar seperti membaca dan menulis, dikhawatirkan anak tidak bisa belajar dengan baik. Nah, apakah disleksia bisa sembuh? Apa yang harus dilakukan jika si kecil mengalami disleksia?

Disleksia Tidak Bisa Sembuh?

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sambungan otak antara anak dengan disleksia dengan anak normal. Inilah yang mendasari mengapa penderita disleksia sulit membaca dengan lancar.

Artikel lainnya: Kenali Ciri-ciri Anak Disleksia Berdasarkan Usia

Sebagai aktivitas yang kompleks, membaca membutuhkan kemampuan otak untuk menghubungkan huruf dengan suara, atau menggabungkan kata-kata menjadi sebuah kalimat atau paragraf yang bisa dibaca dan dimengerti. 

Pada kondisi disleksia, tahapan ini bermasalah sehingga tahapan berikutnya seperti mengeja dan menulis menjadi lebih sulit.

Namun, segala kesulitan ini tidak berhubungan dengan inteligensi. Anak dengan disleksia memiliki inteligensi dan penglihatan yang normal. 

Meski tidak lancar membaca, anak-anak disleksia memiliki kemampuan berpikir yang cepat dan kreatif, serta kemampuan berlogika yang kuat.

Hingga kini, belum diketahui cara mengembalikan kelainan otak yang terjadi pada anak dengan disleksia. Disleksia memang tidak bisa disembuhkan. 

Akan tetapi, dengan deteksi dan terapi yang tepat sejak dini, anak disleksia bisa bersekolah seperti anak lainnya, bahkan berprestasi dan sukses.

Artikel lainnya: Fakta tentang Disleksia yang Wajib Anda Tahu

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Disleksia?

Meskipun disleksia tidak bisa disembuhkan, ada cara pendekatan dan teknik belajar yang khusus untuk mengatasi disleksia. 

Pada prinsipnya, teknik yang digunakan untuk belajar membaca harus melibatkan berbagai panca indra seperti pendengaran, penglihatan, dan perabaan. 

Sebagai contoh, mendengar cerita melalui rekaman suara dan menelusuri bentuk huruf dan kata-kata yang diucapkan dengan jari akan membantu anak memproses informasi.

Biasanya, proses pembelajaran fokus untuk membantu anak mengenali huruf yang mewakili suara-suara tertentu dan menggunakannya dalam membentuk kata-kata (fonem dan fonik). 

Anak juga didorong untuk memahami bacaan dengan melafalkannya keras-keras. Dengan demikian, kefasihan membaca pun akan terlatih.

Metode pembelajaran seperti ini juga harus dilakukan berulang-ulang. Karena, cara inilah yang mampu membuat otak mengenali bacaan sebagai suatu hal yang otomatis.

Bila anak mengalami disleksia, jangan dulu menyerah. Sejatinya, ia sedang dalam proses menata kembali sirkuit otaknya. Yang dibutuhkan dari orangtua hanyalah lebih banyak waktu, sumber daya, dan kasih sayang. 

Artikel lainnya: Bisakah Disleksia Dicegah Sejak dalam Kandungan?

Berikut cara membantu memperbaiki kondisi disleksia pada anak yang bisa dilakukan Mama dan Papa:

1. Kenali Masalah Sejak Dini 

Deteksi disleksia sedini mungkin dan segera konsultasikan kepada dokter anak. Jika lambat dikenali dan tidak diterapi dengan tepat, disleksia dapat menimbulkan rasa frustrasi dan menurunkan kepercayaan diri anak. 

Sebaliknya, makin dini disleksia ditangani, makin baik hasilnya.

2. Sering Membacakan Buku untuk Anak 

Langkah ini bisa dimulai sejak anak berusia 6 bulan. Mama dan Papa juga bisa mendengarkan rekaman bacaan bersama anak. 

Saat ia sudah cukup besar, baca cerita tersebut bersama-sama setelah anak mendengarkannya. Hal ini akan membantu anak menghubungkan suara dengan bentuk huruf yang ada di dalam bacaan.

3. Ciptakan Suasana Belajar yang Nyaman

Saat membaca atau belajar bersama anak, pastikan ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Hal ini tentu akan membantu membangkitkan semangat si kecil.

4. Bekerja Sama dengan Pihak Sekolah 

Diskusikan dengan guru bagaimana sekolah dapat membantu anak disleksia. Penanganannya diharapkan akan lebih optimal bila ada peran dari pihak sekolah.

Artikel lainnya: Strategi Belajar yang Sesuai untuk Anak Disleksia

5. Teratur Latihan Membaca

Selalu jadwalkan waktu untuk anak berlatih membaca. Agar kemampuan membaca makin terasah, anak harus sering-sering berlatih.

6. Berikan Contoh 

Setiap hari, sebisa mungkin orangtua harus menyediakan waktu untuk membaca sesuatu kala anak membaca. Hal ini akan menunjukkan sekaligus meyakinkan anak bahwa membaca adalah sesuatu yang menyenangkan.

7. Beri Anak Dukungan

Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan emosional yang positif dan suportif. Hindari mencela atau memarahi si kecil ketika ia salah dalam membaca atau mengenal huruf.

8. Ajak Anak Gabung di Komunitas

Ajak anak bergabung dalam komunitas disleksia anak-anak atau remaja untuk membangkitkan semangat bahwa ia tak sendiri, sehingga bisa belajar bersama.

Ingat, disleksia bukanlah suatu penyakit! Kondisi ini berupa adanya persambungan otak yang berbeda, sehingga membaca terasa sulit. Ibaratnya, sama seperti sebagian orang yang merasa memainkan piano itu sulit.

Artikel lainnya: Adakah Diet Khusus untuk Anak Disleksia?

Karena itu, diperlukan cara-cara yang berbeda pula agar anak-anak disleksia tetap bisa berkembang dan berprestasi.

Melalui deteksi dini dan terapi yang tepat, disleksia tidak akan menghalangi anak menjadi pribadi yang kreatif, cerdas, dan sukses, bahkan dalam bidang literasi yang sebelumnya dianggap sulit!

Jika Mama dan Papa masih ingin tahu tentang kondisi disleksia pada anak, jangan ragu konsultasi kepada dokter anak atau psikolog melalui aplikasi KlikDokter lebih mudah. Yuk, download aplikasi KlikDokter sekarang juga!

(FR/JKT)

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses 2022. Dyslexia - Symptoms and causes.

Disleksia

Konsultasi Dokter Terkait