Apa kamu pernah mendengar kehamilan superfetasi? Kejadian langka ini pernah terjadi pada seorang ibu di Arkansas, Amerika Serikat. Ia tidak menyadari sedang mengandung dua janin yang berbeda usia sampai dokter memberitahunya melalui hasil USG.
Dokter menyatakan, wanita ini mengalami superfetasi, yaitu hamil kembali setelah janin pertama masuk usia sepuluh hari. Lantas, bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak penjelasan dokter berikut ini.
Apa Itu Kehamilan Superfetasi?
:format(webp)/article/DbRnl8z-SEZ_vc9v9owOC/original/089452300_1616152094-Kehamilan_Superfetasi.jpg?w=256&q=100)
Dijelaskan oleh dr. Arina Heidyana, superfertasi merupakan kejadian yang sangat langka. Kondisi ini terjadi ketika terdapat pembentukan janin kembali, padahal sebelumnya sudah ada janin di dalam rahim ibu.
“Superfetasi adalah kehamilan dua janin dengan usia kandungan yang berbeda. Penyebabnya karena sel telur dibuahi pada waktu yang berbeda juga,” ucap dr. Arina.
Dikutip dari Very Well Family, biasanya setelah sel telur dibuahi akan ada perubahan efek fisik dan hormonal yang membuat wanita tidak mungkin hamil kembali.
Pada ibu yang hamil normal, hormon akan bekerja untuk menghentikan ovulasi sementara dan mencegah pelepasan sel telur dari ovariumnya.
Selain hormon, lapisan rahim pada ibu hamil normal juga akan berubah. Setelah satu embrio ditanamkan, lapisan rahim akan membuat implantasi atau embrio lainnya menjadi lebih sulit menempel ke dinding rahim.
Artikel lainnya: Kenali 4 Sindrom Langka pada Ibu Hamil
Efek fisik lain dari kehamilan normal yaitu adanya sumbatan lendir. Hal ini membuat sperma sulit menembus serviks saat berhubungan.
Namun, kondisi-kondisi di atas ternyata tidak terjadi pada ibu yang mengalami superfetasi. Akhirnya, ia bisa hamil kembali saat sudah ada embrio yang terbentuk di rahim ibu.
Meskipun dua janin berkembang secara bersamaan dalam kehamilan superfetasi, mereka memiliki perbedaan dalam segi usia. Mungkin janin berbeda beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.
Pada penelitian, superfetasi kerap diamati pada reproduksi hewan. Tetapi, kondisi ini sangat jarang terjadi pada manusia. Hanya sedikit kasus yang dilaporkan dalam literatur medis.
Superfetasi dicurigai hanya bila si kembar memiliki ukuran dan tahap perkembangan yang berbeda. Hal ini biasanya terlihat selama pemeriksaan USG rutin.
Melansir Healthline, kasus superfetasi cenderung terjadi pada wanita yang menjalani perawatan kesuburan seperti fertilisasi in vitro. Tapi, karena kehamilan ini sangat jarang ditemukan, tidak ada gejala khusus yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
Meskipun kemungkinan kejadiannya sangat kecil, kamu dapat mengurangi risiko superfetasi dengan tidak melakukan hubungan seksual semasa hamil.
Artikel lainnya: Cara Menangani Plasenta Previa di Masa Kehamilan
Apa yang Terjadi pada 2 Janin Beda Usia dalam Kehamilan Superfetasi?
Bila ibu hamil mengalami superfetasi, tidak perlu khawatir. Dalam berbagai laporan yang sudah ada, tidak ada komplikasi tertentu pada bumil yang mengalami superfetasi.
Biasanya, anak yang lahir dari kehamilan superfetasi sering juga disebut kembar, meskipun berbeda usia saat di dalam kandungan.
Menurut dr. Arina, jika perbedaan jarak usia janin pertama dan kedua tidak memiliki rentang waktu yang terlalu jauh, maka biasanya kedua janin bisa lahir secara bersamaan walau beda usia.
Namun, yang menjadi masalah adalah ketika kedua janin memiliki rentang waktu perkembangan yang sangat jauh. Dikhawatirkan, ketika satu bayi siap dilahirkan, janin lainnya mungkin belum siap dan nantinya ia berisiko lahir prematur.
Artikel lainnya: Waspada, Ini Penyebab Gerakan Janin Berkurang pada Ibu Hamil
Kelahiran prematur menempatkan bayi pada risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan, seperti:
- Kesulitan bernapas.
- Berat badan lahir rendah.
- Masalah gerakan dan koordinasi.
- Kesulitan makan.
- Pendarahan otak.
- Sindrom gangguan pernapasan neonatal, yaitu masalah pernapasan akibat paru-paru yang kurang berkembang.
Selain itu, wanita yang mengandung lebih dari satu bayi berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi tertentu, termasuk:
- Tekanan darah tinggi dan terdapat protein pada urine (preeklamsia).
- Diabetes gestasional.
Bayi-bayi pada kehamilan superfetasi mungkin perlu dilahirkan melalui persalinan caesar. Namun, operasi ini harus atas keputusan dokter. Biasanya, tindakan ini bergantung pada perbedaan perkembangan kedua bayi dan keadaan sang ibu.
Bila memiliki pertanyaan seputar kehamilan, kamu bisa konsultasi dengan dokter kandungan melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. Yuk, pantau terus kandungan kamu dengan Kalender Kehamilan.
(FR/JKT)
:format(webp)/article/N0I7dGKu6DvJ4pcA_Ey-9/original/084169800_1616152094-Kehamilan_Superfetasi__Mengandung_Dua_Janin_Beda_Usia.jpg?w=256&q=100)