HomeIbu Dan anakKehamilanIbu Hamil Pecah Ketuban, Lakukan Ini
Kehamilan

Ibu Hamil Pecah Ketuban, Lakukan Ini

Tri Yuniwati Lestari, 19 Jul 2022

Ditinjau oleh dr. Donny Sutrisno Winardo, Sp.OG

Icon ShareBagikan
Icon Like

Waspada jika ibu hamil mengalami ketuban pecah. Hal itu dapat menjadi tanda kelahiran sudah dekat. Simak pertolongan pertama saat ketuban pecah berikut.

Ibu Hamil Pecah Ketuban, Lakukan Ini

Ketuban pecah memang dapat menjadi tanda melahirkan sudah dekat. Ketika terjadi, beberapa ibu hamil kerap langsung panik.

Bersikap panik dan cemas saat pecah ketuban tidak memperbaiki keadaan! Ketahui penyebab dan penanganan ketuban pecah berikut ini.

Penyebab Ketuban Pecah

Saat di dalam kandungan, bayi berkembang di dalam kantung berisi cairan yang disebut kantung ketuban. Ketika sudah mendekati persalinan, kantung ketuban akan pecah dan cairan ketuban akan keluar melalui vagina.

Biasanya, air ketuban bocor disebabkan kontraksi dari bayi yang menekan kantung ketuban, sehingga menyebabkan kantung pecah. 

Ketuban pecah memang salah satu tanda akan melahirkan. Biasanya tanda melahirkan disertai rasa mengejan atau kontraksi. 

Meski begitu, kantung ketuban pecah dini sebelum bayi siap dilahirkan kadang juga bisa terjadi. Ini bisa terjadi karena lemahnya kantung ketuban akibat ibu hamil memiliki nutrisi buruk atau terlalu banyak cairan yang ditampung di dalam rahim. 

Selain itu, penelitian dalam jurnal PLOS One tahun 2014 mengatakan infeksi dapat mengencerkan kantung ketuban.

Artikel lainnya: Hal yang Dilakukan Bayi di Kandungan Menjelang Persalinan

Cara Mengatasi Ketuban Pecah

Secara umum, ibu hamil perlu tahu dulu beda air ketuban maupun cairan lainnya. Ciri-ciri air ketuban pecah sebagai berikut:

  • Air keluar dari vagina, kadang dapat sangat deras atau hanya beberapa tetes
  • Terasa seperti tidak sengaja mengencingi celana, cairan ketuban mungkin terlihat sedikit seperti urine karena urine bayi tercampur di dalamnya
  • Air ketuban bisa memiliki sedikit darah, hal ini tergolong normal
  • Dapat dibarengi kontraksi yang terjadi sesekali atau intens

Berikut ini beberapa pertolongan pertama saat ketuban pecah yang bisa ibu lakukan:

1. Jangan Panik

Merasa ada air yang keluar dari vagina? Jangan panik, tarik napas panjang kemudian cari tempat untuk duduk atau membaringkan tubuh. 

Jika berada di luar rumah, coba pergi ke toilet untuk memastikan apakah cairan yang keluar karena ketuban pecah atau hanya air seni.

Air ketuban atau air seni bisa dibedakan dari apakah keluarnya cairan bisa ditahan atau tidak.

"Kalau bisa ditahan, tentunya itu adalah air seni. Namun, apabila tidak bisa ditahan, bisa dikatakan sebagai ketuban yang pecah,” ucap dr. Donny. 

Usahakan tidak berdiri atau berjalan saat ketuban pecah. Lebih baik duduk atau berbaring dengan kaki sedikit ditinggikan agar air ketuban tidak banyak keluar. Biasanya pecahnya ketuban hanya membasahi pakaian dalam.

Artikel lainnya: Waspadai Risiko Air Ketuban Keruh pada Janin

2. Ganti Celana Dalam atau Gunakan Panty Liner

Jika merasa ada cairan yang keluar dari vagina saat hamil, ganti celana dalam atau gunakan panty liner. Jangan menggunakan tampon atau memasukkan apa pun ke vagina karena dapat meningkatkan risiko infeksi jika air ketuban pecah.

Setelah mengganti celana dalam, berbaringlah selama sekitar setengah jam. Jika cairan yang keluar adalah cairan ketuban, maka cairan akan menggenang atau berkumpul di vagina saat berbaring.

“Perhatikan apakah ketubannya pecah dan airnya banyak atau sedikit. Kalau airnya banyak, harus segera ke rumah sakit. Kalau sedikit-sedikit, harus diperhatikan 30 menit sampai 1 jam ke depan apakah airnya bertambah banyak atau tidak,” jelas dr. Donny. 

Jika cairan tidak lagi keluar atau panty liner yang baru digunakan tetap kering dalam waktu setengah jam, itu bisa jadi ketuban bumil tidak pecah. Cairan yang keluar mungkin karena peningkatan pengeluaran lendir atau kebocoran kecil dari kandung kemih.

3. Perhatikan Warna dan Bau Cairan 

Jika cairan memiliki warna, maka bisa jadi itu merupakan urine. Namun, jika cairan berwarna bening hingga pucat (lebih cerah dari urine), bisa jadi itu merupakan air ketuban.

Kemudian, kalau bau cairan seperti pemutih, kemungkinan besar itu adalah cairan ketuban.

Dijelaskan dr. Donny, beberapa warna cairan ketuban seperti bening, putih, dan kekuningan tergolong normal. Namun, apabila cairan berwarna hijau, cokelat, dan merah, sebaiknya segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Artikel lainnya: Berbagai Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil

4. Hubungi Keluarga dan Rumah Sakit

Saat ketuban pecah, beritahu pasangan atau anggota keluarga. Kemudian, bawa segala perlengkapan persalinan (untuk berjaga-jaga) dan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan oleh dokter kandungan.

5. Penanganan Ketuban Pecah Dini

Dokter Donny menjelaskan, ketuban pecah bisa dikategorikan berbahaya apabila tanpa disertai rasa ingin melahirkan. Kondisi inilah yang disebut ketuban pecah dini.

Ketuban pecah memang idealnya dibarengi dengan tanda-tanda persalinan seperti kram perut. Jika terjadi ketuban pecah dini atau sebelum waktunya melahirkan, maka ibu harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Cara mengatasi ketuban pecah dini yang bisa dilakukan dokter antara lain:

  • Pemantauan tanda infeksi seperti demam, nyeri, dan peningkatan denyut jantung janin, atau pemeriksaan laboratorium
  • Memberikan obat-obatan misalnya kortikosteroid, antibiotik, atau tokolitik

Artikel lainnya: Kiat Mudah agar Janin Tetap Sehat

Pastikan ibu hamil rutin memeriksakan kandungan ke dokter agar mendapatkan arahan dan penanganan kehamilan yang tepat. Manfaatkan layanan Tanya Dokter yang lebih mudah dan cepat di aplikasi KlikDokter!

Jangan lupa #JagaSehatmu dan kehamilanmu dengan menerapkan gaya hidup sehat yang diarahkan dokter kandungan!

(FR/JKT)

KehamilanAir KetubanKetuban Pecah

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter