Kehamilan

Awas, Wanita Hamil Isap Ganja Berisiko Lahirkan Bayi Autis

HOTNIDA NOVITA SARY, 13 Agu 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Menurut penelitian terbaru, mengonsumsi ganja selama kehamilan berisiko lahirkan bayi dengan autisme. Lantas, apa sih efek ganja untuk ibu hamil?

Awas, Wanita Hamil Isap Ganja Berisiko Lahirkan Bayi Autis

Konsumsi ganja berefek buruk bagi tubuh dan bisa menyebabkan kecanduan. Terlebih lagi jika yang mengonsumsi adalah ibu hamil, maka bisa juga berdampak pada janin. 

ibu hamil yang mengisap ganja berisiko melahirkan bayi dengan autisme. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian terbaru.

1 dari 3

Studi Terbaru, Ganja Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Autis

Diterbitkan di jurnal Nature, sebuah penelitian terbaru meninjau data dari setiap kelahiran di Ontario, Kanada, pada rentang 2007-2012. Dari setengah juta wanita dalam data, ahli mempersempit cakupan penelitian terhadap 2.200 wanita.

Para wanita ini hanya menggunakan ganja atau Cannabis sativa selama kehamilan, tanpa dicampur dengan tembakau, alkohol, atau opioid.

Hasilnya, para peneliti menemukan penggunaan ganja saat hamil meningkatkan risiko seorang anak mengembangkan autisme.

"Wanita yang menggunakan ganja selama kehamilan 1,5 kali lebih mungkin memiliki anak dengan autisme," tutur penulis studi Dr. Darine El-Chaâr. 

Namun demikian, dia menyebut, temuan ini masih harus dikembangkan. Belum diketahui dengan jelas bagaimana keduanya dapat berhubungan.

Senada, dr. Sepriani T. Limbong juga berpendapat kalau mekanisme penggunaan ganja pada ibu berhubungan dengan risiko autisme pada anak belum diketahui pasti. 

“Tapi, ada kemungkinan efek ganja berpengaruh pada janin saat pembentukan sistem saraf di trimester pertama. Namun, kembali lagi, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikannya,” dr. Sepri menjelaskan.

Artikel Lainnya: Kenali Efek Buruk Ganja pada Tubuh dan Otak

2 dari 3

Mengapa Ganja Buruk bagi Janin?

Bukan cuma kali ini sebenarnya, penelitian membuktikan ganja buruk bagi ibu hamil dan janin.

Studi sebelumnya menunjukkan  penggunaan ganja selama kehamilan terkait dengan berat lahir rendah, impulsif, hiperaktif, gangguan fokus, dan masalah kognitif lainnya.

Bahkan, dalam penelitian lainnya, ibu hamil yang menggunakan ganja, berisiko hingga 2,3 kali lebih besar untuk kematian bayi.

Menanggapi hal tersebut, dr. Nabila Viera Yovita menjelaskan saat diisap oleh ibu hamil, kandungan tetrahydrocannabinol (THC) di dalam ganja akan melalui tubuh janin. Perkembangan bayi dalam kandungan pun akan terpengaruh.

“Perkembangan yang selalu berlangsung selama bayi di dalam kandungan adalah otak. Jika perkembangan otak sudah terhambat sejak dalam kandungan, setelah lahir pun risiko untuk terjadinya gangguan perkembangan pada anak akan ada,” tutur dr. Nabila.

Artikel Lainnya: Manfaat Madu bagi Wanita Hamil

3 dari 3

Bahaya Pakai Ganja Saat Hamil Lainnya

Di Amerika Serikat, ganja adalah obat terlarang yang paling umum digunakan selama kehamilan. Menurut data American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), 2-5 persen wanita di negara itu menggunakan ganja selama kehamilan.

Jumlah ini meningkat untuk kelompok wanita tertentu. Misalnya, wanita muda, perkotaan dan wanita secara sosial ekonomi buruk. Kedua kategori ibu hamil ini memiliki tingkat penggunaan ganja mencapai 28 persen.

Tentunya, angka ini cukup mengkhawatirkan. Mengingat efek ganja pada janin dan bayi di dalam kandungan bisa memengaruhi kesehatannya.

“Seperti yang sudah banyak dibuktikan, konsumsi ganja saat hamil membuat berat badan bayi saat lahir lebih rendah dari seharusnya, dan membuat anak nantinya sulit fokus,” tutur dr. Nabila.

Beberapa penelitian menunjukkan, penggunaan ganja selama kehamilan dapat membuat anak sulit untuk memperhatikan atau belajar. Masalah ini mungkin dapat terlihat saat anak Anda tumbuh dewasa.

Selain itu, menghirup asap ganja juga bisa berdampak buruk bagi Anda dan bayi di kandungan. 

Seperti diketahui, asap ganja mengandung banyak bahan kimia yang sama buruknya dengan tembakau. Risiko masalah perkembangan pada bayi pun meningkat.

“Efek ganja bagi ibu juga ada. Kemampuannya dalam mengurus bayi saat lahir nanti pasti juga akan terpengaruh. Paparan ganja terhadap bayi dari ASI juga tinggi,” ujar dr. Nabila.

Mengapa demikian? Dia menjelaskan, THC disimpan di dalam lemak dan bisa tersimpan dalam waktu lama, bahkan setelah ibu tidak mengonsumsi ganja.

Itu sebabnya, penggunaan ganja ataupun obat terlarang lainnya tidak diperbolehkan selama kehamilan. Tindakan ini sangat bermanfaat bagi masa depan si Kecil.

Bila punya pertanyaan lain seputar topik ini, gunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter.

(AYU/ARM)

Ibu Hamil