Gara-gara tidak menggunakan kondom vegan, seorang model majalah dewasa mengaku tidak lagi berhubungan seks dengan kekasihnya.
Melalui akun Instagram pribadinya, model bernama Lasmin Santos mengungkapkan bahwa ia hanya ingin berhubungan intim menggunakan jenis kondom yang diproduksi tanpa unsur hewani.
Pasalnya, kondom yang dijual di pasaran umumnya menggunakan kasein, yaitu sejenis protein dari susu sapi atau kambing. Susu hewan tersebut berguna melunakkan bahan utama kondom, yaitu lateks. Tujuannya agar kondom lebih fleksibel dan nyaman digunakan.
Lantas, bagaimana dengan kondom vegan? Apa keunggulan kondom ini dibandingkan kondom pada umumnya? Ketahui jawabannya melalui uraian berikut.
Artikel Lainnya: Kondom Bisa Kedaluwarsa Lebih Cepat, Ini Tanda-Tandanya
Keunggulan Kondom Vegan
Sesuai namanya, keunggulan utama dari kondom vegan adalah diproduksi tanpa menggunakan unsur hewani sama sekali. Sebagai gantinya, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kondom vegan bersumber dari tumbuhan.
Penggunaan bahan nabati tidak lepas dari konsep veganisme yang diusung produk-produk vegan. Veganisme merupakan filosofi dan gaya hidup peduli kesejahteraan hewan. Penganutnya disebut sebagai vegan.
Dalam praktiknya, vegan menolak segala bentuk eksploitasi hewan. Mereka tidak mengonsumsi makanan, mengenakan pakaian, maupun menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari hewan, termasuk susu, telur, sutra, dan madu.
Lebih dari itu, vegan juga menolak keras menggunakan produk yang diujicobakan kepada hewan.
Beberapa perusahaan kemudian mengakomodir gaya hidup kaum vegan dengan membuat produk vegan, termasuk kondom.
Kondom vegan diklaim tidak menggunakan produk hewani sama sekali. Produk ini juga diproses tanpa mengeksploitasi hewan, berikut spesifikasinya:
1. Berbahan Nabati
Bahan utama kondom vegan tetap menggunakan lateks yang bersumber dari ekstrak pohon karet.
Bedanya, kasein untuk melunakkan lateks diganti dengan bahan alternatif nabati seperti ekstrak tanaman thistle.
Bagi kaum vegan, hal ini penting karena industri pengolahan susu dianggap melakukan tindak eksploitasi hewan. Eksploitasi yang dimaksud yaitu memisahkan anak sapi dari induknya sejak dilahirkan hingga akhirnya mereka dipekerjakan dan diperah susunya.
Artikel Lainnya: Anak Temukan Kondom di Rumah, Orang Tua Harus Apa?
2. Tidak Diujicobakan Pada Hewan
Kondom merupakan produk medis. Oleh karena itu, sebelum digunakan secara massal, alat kontrasepsi ini melalui serangkaian penelitian dan uji coba guna memastikan efektivitas dan keamanannya saat digunakan.
Sebelum diujicobakan kepada manusia, pengujian kondom juga dilakukan terhadap hewan seperti kelinci dan kuda. Proses ini dinilai mengeksploitasi hewan.
Beberapa produsen kondom vegan mengklaim proses tersebut tidak mereka lakukan.
Untuk mengetahui kondom yang lulus uji kompetensi vegan, Anda dapat mengetahuinya melalui sertifikat vegan yang disematkan di kemasan produk. Lisensi tersebut diperoleh dari badan sertifikasi seperti Vegan Action Foundation maupun Vegan Society.
Artikel Lainnya: Bahaya di Balik Penggunaan Kondom Kedaluwarsa
3. Diklaim Nyaman Bagi Vagina
Tidak sedikit produk kondom yang menggunakan bahan kimia seperti, gliserin, benzokain, dan spermisida. Ketiganya disebut dapat menyebabkan vagina kering.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan vagina mudah mengalami iritasi. Beberapa perusahaan mengklaim kondom vegan bebas bahan kimia yang dapat menyebabkan vagina kering dan tidak nyaman.
Meski begitu, tidak dijelaskan secara spesifik apa bahan alternatif pengganti gliserin, benzokain dan spermisida.
Artikel Lainnya: Tips Memilih Kondom yang Bagus dan Aman Digunakan
4. Efektivitas
Pada dasarnya, kondom berfungsi mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini juga bermanfaat untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS).
Sayangnya, studi yang membahas efektivitas dan keunggulan kondom vegan sebagai alat kontrasepsi masih sangat minim. Hal ini disampaikan dr. Sara Elise Wijono.
“Soal efektivitas kondom vegan belum ada studi yang oke. Selain itu argumennya (dari produsen kondom vegan) rasanya lebih ke cruelty free dan tidak animal testing. Itu hanya opini, bukan berhubungan dengan medis,” terangnya.
Itu dia keunggulan kondom vegan. Kondom ini mungkin dapat menjadi solusi alternatif bagi penganut veganisme.
Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar info kesehatan lainnya, konsultasi ke dokter via Live Chat Klikdokter.
(OVI/JKT)
:format(webp)/article/XAPl_t0qJ1VSFJ15iR_xj/original/036002700_1636616930-Ilustrasi-Kondom-Vegan.jpg?w=256&q=100)