Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeGaya hidupSeksPenggunaan Bijak PrEP untuk Kesehatan Seksual Bukan Sekadar ‘Mantap Mantapan’
Seks

Penggunaan Bijak PrEP untuk Kesehatan Seksual Bukan Sekadar ‘Mantap Mantapan’

Christovel Ramot, 04 Des 2023

Ditinjau oleh dr. Gia Pratama

Icon ShareBagikan
Icon Like

PrEP atau Pre-Exposure Prophylaxis adalah metode melindungi diri dari HIV. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang prEP disini.

Penggunaan Bijak PrEP untuk Kesehatan Seksual Bukan Sekadar ‘Mantap Mantapan’

Menjaga kesehatan seksual merupakan aspek penting dalam kehidupan setiap individu. Apalagi di era pergaulan yang sudah semakin bebas dan terbuka seperti saat ini. Untuk menjaga kesehatan seksual yang optimal, perlu adanya perlindungan yang efektif terhadap penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS. Namun harus diingat, pada prinsipnya, seks teraman adalah seks dengan pasangan yang sama selamanya.

Nah, salah satu metode yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari HIV adalah Pre-Exposure Prophylaxis atau PrEP. Namun, penggunaan PrEP tidak boleh dilakukan sembarangan. Dalam artikel ini, bersama dr. Gia Pratama, konselor HIV/AIDS dan tim konten KlikDokter, kita akan membahas tentang penggunaan PrEP dengan bijak, kondisi khusus yang perlu dipertimbangkan, dan pentingnya tidak menggunakan PrEP sebagai alasan untuk praktek seks bebas.

Cari Tahu Tetang PrEP

Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) adalah metode pencegahan HIV yang melibatkan penggunaan obat-obatan antiretroviral oleh individu yang berisiko tinggi terinfeksi HIV. PrEP dirancang untuk mengurangi risiko penularan HIV pada individu yang sering terpapar dengan virus tersebut. Obat PrEP yang umum digunakan adalah tenofovir disoproxil fumarate (TDF) atau tenofovir alafenamide (TAF), yang biasanya dikombinasikan dengan emtricitabine (FTC).

PrEP bukan vaksin; ini adalah pendekatan aktif yang melibatkan penggunaan obat-obatan untuk menghambat replikasi HIV dalam tubuh. Dengan cara ini, PrEP dapat menjadi solusi efektif bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terpapar HIV, tetapi hanya jika digunakan dengan benar dan bijak.

Kondisi Khusus untuk Penggunaan PrEP

Penggunaan PrEP sebaiknya terbatas pada individu yang memiliki risiko tinggi terpapar HIV. Ini mencakup orang-orang yang:

  • Berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi HIV atau memiliki risiko tinggi terinfeksi HIV.
  • Sering berhubungan seks tanpa kondom.
  • Terlibat dalam praktik seksual berisiko tinggi seperti seks bebas, seks dengan banyak pasangan, atau berhubungan seks dengan pekerja seks komersial.
  • Terpapar dengan jarum suntik yang terkontaminasi ketika menggunakan obat terlarang.

Sebelum memulai PrEP, seseorang harus memiliki hasil tes HIV negatif terbaru. PrEP bukan pengobatan untuk HIV; oleh karena itu, jika seseorang sudah terinfeksi HIV, PrEP tidak akan efektif dan bahkan dapat menyebabkan resistensi terhadap obat HIV. Tes HIV berkala juga harus dilakukan selama penggunaan PrEP untuk memastikan efektivitasnya.

Kepatuhan, Perlunya Pengawasan Medis, dan Efek Samping PrEP

Penggunaan PrEP memerlukan tingkat kepatuhan yang tinggi. Obat ini harus diminum setiap hari secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter. Selain itu, pengguna PrEP perlu menjalani pemeriksaan medis rutin, termasuk tes HIV dan pemeriksaan fungsi ginjal, untuk memantau dampak penggunaan obat.

Tentunya, penggunaan PrEP juga dapat menyebabkan efek samping, meskipun dalam banyak kasus efek sampingnya ringan. Efek samping yang umum termasuk gangguan pencernaan, sakit kepala, dan peningkatan sensitivitas terhadap infeksi saluran pernapasan atas. Namun, ada juga risiko efek samping yang lebih serius, seperti kerusakan ginjal atau kerusakan hati, meskipun ini jarang terjadi. Penting untuk mengidentifikasi efek samping ini sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter jika mereka muncul.

Pentingnya Konseling dan Edukasi 

Sebelum memulai penggunaan PrEP, individu sebaiknya menerima konseling dan edukasi yang komprehensif tentang obat ini. Hal ini termasuk pemahaman tentang cara menggunakannya dengan benar, risiko dan manfaatnya, serta pentingnya pencegahan HIV yang komprehensif, termasuk penggunaan kondom.

Tidak Untuk Seks Bebas dan Gonta-ganti Pasangan

PrEP bukan alasan untuk melakukan seks bebas atau gonta-ganti pasangan. PrEP sebaiknya digunakan sebagai tambahan perlindungan, bukan sebagai pengganti praktik seks yang aman. Bahkan dengan penggunaan PrEP, tetap gunakan kondom dalam situasi berisiko tinggi dan berpartisipasi dalam praktik seks yang bertanggung jawab.

Praktik seks yang bertanggung jawab mencakup komunikasi terbuka dengan pasangan tentang status HIV masing-masing, penggunaan kondom, tes HIV secara berkala, dan usaha untuk mengurangi risiko lainnya. PrEP seharusnya tidak mengubah perilaku seksual menjadi lebih berisiko, tetapi sebaliknya, harus digunakan sebagai alat tambahan untuk melindungi diri dari risiko HIV.

Jika kamu ingin tahu lebih mengenai penyakit HIV dan AIDS, kamu dapat konsultasi dengan dokter melalui layanan Tanya Dokter dan Temu Dokter, caranya hanya dengan install aplikasi Klikdokter, kalian dapat berkonsultasi sepuasnya dengan dokter-dokter profesional. 

Yuk, #JagaSehatmu selalu.

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter