Seks

Bahaya Berhubungan Seks Saat Menggunakan Tampon

Endah Murniaseh, 08 Feb 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Berhubungan intim saat menggunakan tampon tidaklah disarankan, Ada beberapa risiko yang mungkin menimbulkan masalah kesehatan vagina.

Bahaya Berhubungan Seks Saat Menggunakan Tampon

Tidak semua wanita mudah mengatur gairah seks mereka. Keinginan untuk berhubungan intim bisa saja muncul kapan pun, termasuk saat wanita sedang menstruasi. 

Melansir Verywell Health, memang tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahaya berhubungan intim saat menstruasi. 

Namun, berhubungan seksual saat menstruasi memerlukan perhatian khusus. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan tampon. 

Diutarakan oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes., penggunaan tampon akan membuat hubungan seksual sulit dilakukan. Selain itu, keberadaan tampon bisa membuat hubungan intim menjadi tidak nyaman. 

Di samping itu, ada pula risiko penggunaan tampon saat berhubungan seksual pada kesehatan alat reproduksi wanita. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini 

Risiko Berhubungan Intim Saat Menggunakan Tampon

Menggunakan tampon mungkin bisa mencegah keluarnya darah menstruasi saat berhubungan intim. Namun, Anda juga perlu mewaspadai sejumlah risiko yang dapat memengaruhi kesehatan alat reproduksi.

Artikel lainnya: Fakta Menarik Seputar Hubungan Intim saat Haid

Berikut adalah beberapa risikonya:

1. Tampon Sulit Diambil

Tampon bisa masuk ke saluran vagina terlalu dalam jika didorong oleh penis maupun sex toys yang digunakan selama berhubungan. Hal ini akan menyulitkan Anda untuk mengambilnya.

2. Sakit dan Tidak Nyaman

Selain membuatnya sulit diambil, tampon yang terdorong masuk hingga ke leher rahim bisa memicu ketidaknyamanan. Hal ini juga membuat leher rahim dan rahim menjadi lebih sensitif selama menstruasi. Tampon yang terus ditekan juga bisa memicu ketidaknyamanan di vagina.

3. Seks Jadi Tidak Nyaman

Jika tampon digunakan, maka penis maupun sex toys tidak bisa masuk ke vagina. Hal ini bisa mengurangi kepuasan dalam berhubungan seks.

4. Stimulasi Serviks Berkurang

Tampon bisa menghalangi penis melakukan stimulasi serviks. Kondisi tersebut akhirnya membuat pasangan tidak bisa membuat leher rahim terangsang.

5. Memar dan Luka

Tampon yang masih baru biasanya memiliki tekstur keras. Tampon bisa menyebabkan memar atau luka di rahim atau leher rahim bila terdorong.

Artikel lainnya: Ini Penjelasan Mengapa Libido atau Gairah Seks Meningkat Saat Haid

6. Infeksi Vagina

Tampon berfungsi untuk menampung darah menstruasi. Tidak mengherankan jika benda tersebut menyimpan banyak bakteri. 

Hal itu juga bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri jika tali tampon putus dan menyisakan bagian lainnya saat berhubungan intim.

7. Toxic Shock Syndrome (TSS)

Toxic Shock Syndrome merupakan komplikasi yang biasanya disebabkan oleh toksin dari bakteri akibat penggunaan tampon dalam waktu lama. 

Berhubungan seks saat menggunakan tampon berpotensi membuatnya masuk terlalu dalam ke vagina dan sulit dikeluarkan. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan tampon berada di dalam vagina terlalu lama. 

Jika Tampon Masuk Terlalu Dalam setelah Berhubungan Seks

Seperti telah dijelaskan di atas, menggunakan tampon saat berhubungan seks akan menimbulkan sejumlah risiko bagi kesehatan alat reproduksi Anda. Oleh sebab itu, pastikan Anda melepaskan tampon terlebih dahulu sebelum berhubungan intim. 

Artikel lainnya: Lebih Baik Punya Jadwal Seks atau Spontan Saja?

Tampon yang masuk terlalu dalam ke vagina dan sulit dikeluarkan sering kali terjadi. Jika dibiarkan terlalu lama, hal itu akan menimbulkan masalah pada kesehatan vagina. 

Namun, apabila kondisi tersebut sudah telanjur terjadi pada Anda, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengeluarkannya: 

  • Cuci tangan hingga bersih.
  • Cobalah untuk berbaring telentang dan periksa vagina dengan tangan untuk mengetahui letak tampon.
  • Jika masih belum menemukan letak tampon, cobalah jongkok atau angkat salah satu kaki ke atas toilet untuk memudahkan Anda mencari letak tampon. 
  • Ketika sudah ditemukan letaknya, tarik tampon perlahan dengan tangan. Jangan gunakan benda runcing seperti pinset, agar area sensitif tidak terluka. 

Segera periksakan diri ke dokter ketika tampon tidak dapat ditemukan letaknya atau sulit dikeluarkan. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui letak tampon dan mengambilnya.

Itulah sejumlah bahaya tampon jika digunakan saat berhubungan seks. Sebaiknya, lepas tampon terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim. 

Apabila Anda merasa tidak nyaman, disarankan untuk menunggu hingga hari ke-3 haid, yaitu ketika darah menstruasi sudah tidak terlalu banyak keluar. 

(PUT/JKT)

Referensi:

Healthline. Diakses 2022.  Can You Have Sex with a Tampon In?

Verywell Health. Diakses 2022. Tips for Having Sex During Your Period.

Mayo Clinic. Diakses 2022. Toxic Shock Syndrome.

Ditinjau oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes.

tampon
Seks