Diet dan Nutrisi

Setelah Lebaran, Kenapa Jadi Sulit untuk Kembali ke Pola Makan Sehat?

Tamara Anastasia, 25 Mei 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Saking terlena dengan hidangan khas Idul Fitri, Anda pun kesulitan untuk kembali ke pola makan sehat setelahnya. Kenapa bisa, ya? Apa dampaknya?

Setelah Lebaran, Kenapa Jadi Sulit untuk Kembali ke Pola Makan Sehat?

Lebaran terasa kurang lengkap tanpa hadirnya beragam jenis makanan yang memanjakan lidah. Ketupat sayur, rendang, opor ayam, sampai berbagai jenis kue kering mungkin sudah tersedia di atas meja makan Anda.

Saking banyaknya pilihan makanan yang tersaji di depan mata, Anda pun menjadi terlena dan ingin terus-menerus mengonsumsinya.

Tanpa disadari, pola makan sehat yang selama ini Anda terapkan malah terbengkalai begitu saja dan sulit untuk kembali diterapkan.

 

1 dari 3

Mengapa Sulit untuk Kembali Memulai Pola Makan yang Baik?

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog dari Klikdokter menjelaskan ada dua alasan yang membuat seseorang kesulitan untuk kembali memulai pola makan sehat setelah lebaran, yaitu:

1. Sangat Bersukacita dengan Hari Raya Lebaran

Setelah satu bulan penuh berpuasa, kini saatnya Anda merayakan hari Lebaran dengan mengonsumsi makanan yang enak.

Tak heran, momen ini sering dijadikan sebagai ajang ‘balas dendam’ setelah menahan diri untuk mengonsumsi makanan yang bermacam-macam.

“Saking senangnya, banyak orang yang lupa akan kesehatannya. Jadi, mereka merasa punya hak untuk makan apa saja setelah Lebaran,” kata Ikhsan.

“Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, lidah orang tersebut pasti sudah terbiasa mengonsumsi makanan yang punya citra rasa kuat,” sambungnya.

Sebagai akibatnya, orang tersebut akan terus mencari makanan yang bisa memuaskan lidahnya tanpa berpikir panjang tentang kesehatan dirinya sendiri.

2. Merasa Sudah Tidak Punya Tanggung Jawab yang Harus Dikontrol

“Saat berpuasa, Anda pasti akan memilih makanan yang memang sehat untuk tubuh. Pasalnya, makanan yang sehat selama berpuasa bisa menunjang kelancaran ibadah selama sebulan penuh,” ujar Ikhsan.

“Sebagai gantinya, kontrol yang selama ini Anda lakukan saat berpuasa, akan lepas kendali ketika Lebaran tiba,” tambahnya.

Menurut Ikhsan, bukan karena ketagihan makan enak, tapi karena muncul rasa ingin ‘balas dendam’ untuk makan semuanya setelah satu bulan penuh berpuasa.

Artikel Lainnya: Lebaran Kelar, Kenapa Badan Makin Melar?

2 dari 3

Cara Mengembalikan Mood untuk Makan Sehat

Agar kebiasaan buruk tersebut tidak berkelanjutan, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk kembali memulai pola makan sehat:

1. Atur Jadwal

Anda bisa membuat jadwal makan usai lebaran selama satu bulan penuh. Jadwal ini bisa diisi dengan makanan berserta camilan apa saja yang boleh dikonsumsi atau perlu dibatasi.

Jadwal ini juga bisa diisi dengan cheating day, di mana Anda bisa mengonsumsi makanan apapun yang diinginkan. Ini berguna agar pola makan sehat Anda tidak membuat stres dan tertekan hingga akhirnya gagal di tengah jalan.

2. Pahami Tujuan Pola Makan Sehat

Jika Anda ingin punya bentuk tubuh yang ideal, pola makan sehat adalah salah satu kuncinya. Jika Anda sudah paham dengan hal tersebut, mengatur kembali pola makan menjadi lebih sehat usai lebaran tidak akan sulit untuk dilakukan.

3. Pilih Makanan Sehat yang Memang Disukai

“Jangan paksa untuk mengonsumsi makanan yang tidak disuka. Jika Anda memang tidak suka bayam, jangan paksakan. Lebih baik pilih sayur lainnya yang memang Anda suka,” tutur Ikhsan.

Memaksakan diri mengonsumsi makanan yang tidak disuka justru bisa membuat pola makan sehat tidak berjalan dengan baik.

Bahkan, hal tersebut juga bisa menimbulkan kembali hasrat untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat lagi.

Artikel Lainnya: Bakar Kalori Saat Lebaran dengan 5 Olahraga Ini

3 dari 3

Apa yang Terjadi Akibat Pola Makan Tidak Sehat?

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, pola makan yang tidak sehat adalah awal mula terjadinya berbagai penyakit.

Jadi, jika Anda terus menerapkan pola makan ‘balas dendam’ seperti saat sedang lebaran, bisa-bisa risiko penyakit berbahaya akan meningkat berlipat ganda.

Contohnya, Anda terus-menerus mengonsumsi makanan bersantan dan mengandung kadar kalori yang tinggi. Makanan tersebut nyatanya bisa menyebabkan terjadinya kolesterol tinggi dan obesitas alias berat badan berlebih.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kolesterol tinggi dan obesitas adalah faktor risiko dari penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Bahkan, orang yang obesitas juga sering dihubungkan dengan kemungkinan lebih besar untuk menderita kanker, lho!

Jadi, jangan terus-menerus terpancing dengan nikmatnya hidangan yang tersaji di depan mata. Anda harus mulai melatih diri mengendalikan dan mengatur nafsu makan, agar tidak terjebak dalam risiko penyakit mematikan.

Apabila Anda mengalami kendala dalam menjaga pola makan sehat, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut pada dokter atau psikolog melalui Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. Dengan begitu, Anda pun bisa mengetahui pola makan sehat yang paling tepat dengan kondisi tubuh saat ini.

(NB/AYU)

Lebaran