Diet dan Nutrisi

Menyingkap Kandungan Kalori dalam Semangkuk Kolak Pisang

dr. Karin Wiradarma, 06 Apr 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Sebagian orang memilih kolak pisang sebagai menu berbuka puasa. Anda juga? Awas, jangan dikonsumsi berlebihan, ya. Yuk, cari tahu kalori dalam semangkuk kolak pisang!

Menyingkap Kandungan Kalori dalam Semangkuk Kolak Pisang

Bedug Magrib adalah momen yang paling ditunggu umat muslim, khususnya ketika bulan Ramadan. Tidak heran, karena perasaan haus dan dahaga setelah seharian berpuasa bisa segera tuntas di waktu tersebut.

Berbicara tentang berbuka puasa, salah satu menu favorit orang Indonesia adalah kolak pisang. Menu dengan rasa manis khas ini memang cocok untuk mengembalikan tenaga setelah seharian tidak kemasukan makanan maupun minuman.

Namun, Anda harus tetap tidak boleh kalap saat menyantap kolak pisang. Apalagi, jika Anda sedang menjaga berat badan agar tidak justru mengalami obesitas. 

Artikel Lainnya: Buka Puasa dengan Makanan Bersantan Ganggu Fungsi Lambung?

Kandungan Kalori Kolak Pisang

Kolak pisang biasanya dibuat dengan campuran santan, gula, dan daun pandan. Sering kali pula, jenis makanan ini ditambahkan dengan kolang kaling atau ubi sebagai variasi.

Pisang sendiri merupakan buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Terdiri atas potasium, serat, vitamin C dan B6, buah berkulit kuning ini dapat membantu menurunkan risiko kanker dan asma.

Di samping itu, pisang juga diyakini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, menjaga kestabilan kadar gula darah, serta mengatasi diare. 

Pisang juga mengandung triptofan dan asam amino yang dapat meningkatkan daya ingat dan memperbaiki suasana hati, lho!

Lantas, bagaimana dengan kandungan kalori di dalamnya? Faktanya, 1 buah pisang berukuran sedang (126 gram) mengandung sekitar 110 kalori, 30 gram karbohidrat dan 1 gram protein. 

Sayangnya, nilai tersebut langsung melonjak ketika pisang diolah menjadi kolak.

Berapa kalori satu mangkuk kolak pisang? Dalam semangkuk kolak pisang terdapat sekitar 391–414 kalori, 48,85 gram karbohidrat, 21 gram lemak, 4,8 gram protein, dan 6,7 gram serat.

Jadi, apabila Anda mengonsumsi kolak pisang dalam jumlah berlebih, bukan tidak mungkin berat badan akan melonjak dengan cepat. 

Artikel Lainnya: Siapkan Takjil Berbuka Untuk Anak, Bolehkah Konsumsi Frozen Banana? 

Porsi Konsumsi Kolak Pisang saat Buka Puasa

Kolak pisang memang memiliki kandungan energi yang tinggi. Namun, menurut sudut pandang medis, konsumsi jenis makanan tersebut saat berbuka puasa sebenarnya kurang tepat.

Kandungan energinya yang tinggi akan membuat Anda merasa cepat kenyang. Alhasil, Anda pun bisa tidak berselera untuk mengonsumsi makanan utama yang lebih bernutrisi.

Di samping itu, karena mengandung banyak gula, konsumsi kolak dalam porsi berlebih juga dapat memicu peningkatan kadar glukosa (gula darah). 

Hal demikian bisa membuat Anda merasa berenergi hanya beberapa saat, namun merasa lemas setelahnya. Akibatnya, Anda bisa terhalang untuk melakukan rangkaian ibadah selanjutnya. 

Tak berhenti di situ, kandungan gula yang tinggi di dalam kolak dapat pula meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Keduanya terbukti menjadi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Parahnya lagi, santan yang menjadi campuran kolak juga bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Hal ini bisa membuat Anda semakin berisiko untuk mengalami penyakit pembuluh darah.

Bila Anda yang tetap ingin mengonsumsi kolak saat berbuka puasa, sebaiknya hanya menggunakan sedikit santan, atau tidak sama sekali, saat proses pembuatannya. 

Jangan pula terlalu banyak memberikan gula pada kolak. Ingat, santan dan gula adalah dua hal utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, khususnya jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Karenanya, apabila Anda berada di acara buka puasa bersama dan disuguhi kolak pisang, pastikan hanya mengambilnya dalam porsi kecil. Hindari godaan untuk menambah porsi. Anda tidak ingin mengalami penyakit berbahaya dan terhalang untuk beribadah, bukan?

Punya pertanyaan seputar menu berbuka atau sahur yang sehat? Ingin tahu lebih lanjut mengenai fakta medis lainnya? Anda bisa langsung berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

makanan
puasa
gizi