HomeGaya hidupDiet dan NutrisiBegini Aturan Ketat Pola Makan Keluarga Kerajaan Inggris
Diet dan Nutrisi

Begini Aturan Ketat Pola Makan Keluarga Kerajaan Inggris

Ruri Nurulia, 29 Mar 2018

Padatnya jadwal aktivitas, membuat pola makan keluarga Kerajaan Inggris harus diatur sedemikian rupa saat mereka bepergian.

Begini Aturan Ketat Pola Makan Keluarga Kerajaan Inggris

Bayangkan sejenak jika Anda menjadi salah satu anggota keluarga Kerajaan Inggris, yang ada di benak adalah Anda hidup mewah, bisa bepergian ke banyak negara (meski untuk urusan kunjungan kenegaraan), dan bisa mencoba segala jenis makanan di restoran-restoran kelas wahid di seluruh dunia. Faktanya, ketika keluarga kerajaan Inggris melakukan perjalanan, mereka harus menuruti serangkai aturan ketat, termasuk mematuhi pola makan yang telah ditetapkan.

Terlahir dalam keluarga kerajaan berarti lahir juga tuntutan untuk tampil di depan publik secara formal, baik skala nasional maupun berbagai kunjungan ke negara-negara lain. Saat mereka melakukan perjalanan ke luar negeri, mereka dianjurkan untuk tidak mengonsumsi berbagai jenis makanan, yang salah satunya adalah kelompok shellfish, seperti kerang-kerangan, lobster, udang, dan kepiting.

Adanya ancaman keracunan makanan dan hepatitis A

Alasan keluarga kerajaan Inggris dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kelompok makanan tersebut dikarenakan shellfish merupakan jenis makanan terkadang sulit untuk diolah, dan rentan terkontaminasi. Dalam arti jika sumber dan proses pengolahannya tidak benar, maka ada kemungkinan bahwa Ratu Elizabeth II dan segenap keluarganya akan mengalami keracunan makanan.

Tak hanya risiko keracunan makanan, tapi ada juga risiko hepatitis A jika jenis shellfish yang mereka makan terkontaminasi. Jika keluarga kerajaan Inggris berkunjung ke Amerika Serikat, bisa saja mereka tak khawatir dengan potensi ini karena biasanya shellfish “dicuci” dengan air klorin untuk menghilangkan jejak infeksi dari makanan laut tersebut. Namun, ketika mereka berkunjung ke negara berkembang, dimana keberadaan virus dianggap lebih “umum”, khususnya di kawasan Asia, inilah saatnya mereka harus berhati-hati.

Jika sampai salah satu keluarga kerajaan mengonsumsi jenis shellfish yang terkontaminasi, gejala keracunan makanan dapat terjadi 6 jam setelah mereka makan. Beda dengan hepatitis A yang biasanya gejalanya awalnya baru terlihat setelah kurang lebih 28 hari, meliputi: demam, mual, muntah, nyeri pada sendi dan otot, serta diare. Jika virus sudah menyerang hati, gejala lain yang akan timbul adalah urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, sakit kuning, gatal-gatal, dan perut bagian kanan atas akan terasa sakit jika ditekan.

Virus hepatitis A juga bersarang lebih lama daripada bakteri yang menyebabkan keracunan makanan, yang mana tubuh secara perlahan membuang penyakit lewat feses. Virus juga menular selama sekitar tiga minggu setelahnya.

Virus hepatitis A dapat menyebar dengan mudah. Cara penyebaran utamanya adalah melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja pengidap hepatitis A. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan penyebaran virus ini meliputi:

  • Sanitasi yang buruk
  • Kontak langsung dengan pengidap
  • Berbagi jarum suntik
  • Berhubungan seks dengan pengidap, terutama seks anal
  • Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalnya selokan

Jenis makanan yang tidak direkomendasikan

Tak hanya ancaman keracunan makanan dan hepatitis A bagi keluarga kerajaan Inggris dari jenis makanan shellfish, ada lagi aturan yang harus mereka turuti saat melakukan kunjungan. Keluarga kerajaan dianjurkan untuk menolak berbagai makanan seperti daging dengan tingkat kematangan rare, serta berbagai makanan eksotis yang menggunakan terlalu banyak rempah, dan makanan yang terlalu pedas. Mereka juga diinstruksikan untuk tidak minum air keran dan apa pun makanan mentah yang berkontak dengan air keran seperti buah-buahan.

Menurut pihak keluarga kerajaan seperti dilansir di laman Everyday Health, taktik ini dianggap perlu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, seperti keracunan makanan, hepatitis A, atau gangguan kesehatan lain yang dapat timbul dari sumber makanan yang terkontaminasi. Pola makan ketat ala keluarga kerajaan ini memang tak harus Anda tiru, tapi yang bisa dipelajari dari sini adalah: pentingnya persiapan dalam mengolah makanan dan mengedukasi diri untuk mengerti bahwa pengolahan makanan laut yang tidak secara cermat dan tepat dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan. 

Seperti dilansir di laman BBC, Ratu Elizabeth II menuruti aturan-aturan pola makan ini, tapi kedua cucunya, Pangeran William dan Pangeran Harry, terkadang tak bisa menolak hidangan lobster. Tak hanya itu, diam-diam mereka juga menyukai fast food! Semoga saja mereka terhindar dari keracunan makanan dan potensi kolesterol tinggi.

[RVS]

 

Artikel Terkait

Lihat Semua
Makanan Dikerubungi Semut, Masih Boleh Dimakan?

Makanan Dikerubungi Semut, Masih Boleh Dimakan?

Diet dan Nutrisi16 Agu 2022

Tidak sengaja makan makanan yang sudah disemutin, apakah masih aman atau ada dampak buruknya bagi kesehatan?

Mana Lebih Baik untuk Kesehatan, Minyak Kelapa atau Minyak Zaitun?

Mana Lebih Baik untuk Kesehatan, Minyak Kelapa atau Minyak Zaitun?

Diet dan Nutrisi15 Agu 2022

Jangan sampai salah memilih minyak untuk memasak. Di antara minyak kelapa dan minyak zaitun, mana yang paling baik?

Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Diet dan Nutrisi12 Agu 2022

Mungkin kamu bingung memilih antara daging merah dan daging putih. Keduanya sama-sama memiliki banyak gizi. Namun manakah yang lebih baik untuk dikonsumsi?

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert