Diet dan Nutrisi

Alpukat Harus Dicuci Sebelum Dimakan, Ini Alasannya

dr. Muhammad Isman S, 03 Des 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Sebelum dimakan, Anda harus membiasakan untuk mencuci buah alpukat. Apa alasannya?

Alpukat Harus Dicuci Sebelum Dimakan, Ini Alasannya

Kerap dibuat jus atau isian roti, buah alpukat memang banyak digemari. Alpukat pun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tak heran bila buah ini begitu populer baik di dunia medis maupun kuliner

Alpukat kaya akan lemak sehat yang sangat baik untuk menurunkan kolesterol jahat bila dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Terdapat hampir 20 jenis vitamin dan mineral di dalam buah alpukat. Jadi, cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 

Ditambah lagi, alpukat juga mengandung serat yang tinggi. Kandungan ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

Meski banyak manfaatnya, buah alpukat yang disajikan dengan cara yang salah dan tidak dicuci dapat membahayakan kesehatan. Kok bisa? Simak ulasannya berikut ini!

1 dari 2

Bahaya Tidak Mencuci Alpukat

Untuk menikmati alpukat, biasanya kita akan mengupas kulitnya dan mengeluarkan daging buahnya. Karena yang dikonsumsi adalah bagian dalamnya, alpukat sering kali tidak dicuci terlebih dahulu.

Tahukah Anda? Mencuci alpukat sangatlah penting sebelum dikonsumsi. Nyatanya ada alasan medis yang mendasari hal tersebut.

Bagian kulit alpukat dapat terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada wanita hamil, bayi baru lahir, lansia, dan mereka yang memiliki sistem imun lemah.

Hal tersebut diungkapkan pada temuan Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat, setelah melakukan penelitian pada 1.600 alpukat impor dan lokal di Amerika. 

Artikel Lainnya: Manfaat Alpukat, Bisa Cegah Osteoporosis hingga Penyakit Kronis

Penelitian yang dilakukan pada rentang waktu 2014-2016 tersebut menunjukkan, 17 persen kulit alpukat telah terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes

Jika menginfeksi, maka bakteri ini akan menyebabkan penyakit listeriosis. Gejala-gejalanya yaitu keguguran atau kematian janin di dalam rahim, sakit kepala, pusing, hingga kejang. 

Oleh karena itu, FDA merekomendasikan untuk mencuci kulit alpukat sebelum diolah menjadi makanan.

Jika Anda tidak mencucinya sebelum dimakan, maka akan berpotensi memindahkan bakteri ke dalam buah. Ketika buah yang terkontaminasi bakteri dikonsumsi, kesehatan tubuh dapat terancam.  

Artikel Lainnya: Makan Alpukat Saat Diet, Siapa Takut?

2 dari 2

Cara Mencuci Buah Alpukat yang Benar

Lalu, bagaimana cara mencuci alpukat agar bersih dari kontaminasi bakteri dan kuman-kuman lainnya? Berikut langkah-langkahnya:

  • Cuci Tangan Anda

Saat mengolah makanan, selalu mulai dengan mencuci tangan untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada makanan yang akan dibuat.

  • Bersihkan Pisau 

Sama pentingnya dengan mencuci tangan, membersihkan pisau yang akan digunakan untuk memotong alpukat sangatlah penting untuk mencegah kontaminasi bakteri. 

Apalagi bila Anda telah menggunakan pisau tersebut untuk memotong buah, sayur, atau daging sebelumnya. Cuci pisau sampai bersih sebelum menggunakannya untuk makanan lain.

  • Bersihkan Alpukat 

Cuci alpukat menggunakan air mengalir saja, tak perlu pakai sabun. Bersihkan secara lembut dengan tangan atau sikat buah, terutama pada daerah kulit yang agak masuk ke dalam. 

Artikel Lainnya: Buah Alpukat Bisa Memperbesar Payudara, Mitos atau Fakta?

  • Keringkan Alpukat

Setelah membersihkan seluruh bagian kulit alpukat, keringkan dengan menggunakan tisu. 

Bukan hanya untuk alpukat, Anda juga bisa menggunakan langkah-langkah di atas untuk membersihkan buah-buah lain yang berkulit keras, seperti jeruk dan melon. 

Dengan menerapkan cara mencuci alpukat yang benar, Anda akan mendapat manfaat sehatnya tanpa takut terkena risikonya. Tetap ingat untuk tidak mengonsumsi alpukat secara berlebihan, ya!

Bila ingin konsultasi ke dokter seputar kebersihan makanan, pakai Live Chat dari Klikdokter. 

Selain itu, Anda juga bisa baca beragam artikel kesehatan menarik lainnya dan tips memasak yang dianjurkan dokter.

(FR/AYU)

buah