Sukses

Bagaimana Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner?

Agar terhindar dari serangan jantung, Anda perlu mendeteksi penyakit jantung koroner terlebih dulu. Simak caranya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda pernah mendengar atau mengetahui lebih jauh tentang penyakit jantung koroner? Jika belum, Anda mungkin pernah mendengar istilah serangan jantung?

Penyakit jantung koroner dan serangan jantung memiliki hubungan erat. Serangan jantung adalah keadaan gawat darurat yang didasari adanya penyakit jantung koroner.

Sedangkan, penyakit jantung koroner adalah terganggunya aliran pembuluh darah ke otot jantung. Pembuluh darah ini akrab disebut pembuluh koroner.

Umumnya, penyakit jantung koroner diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner karena proses aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri yang sering menjadi penyebab utama serangan jantung dan kematian.

Nah, untuk mencegah serangan jantung yang terjadi secara tiba-tiba, kita perlu mendeteksi penyakit jantung koroner ini lebih awal. Bagaimana caranya?

  1. Pemeriksaan Laboratorium

    Pemeriksaan ini tentunya untuk mencegah dan mengendalikan faktor lain yang menyebabkan penyakit jantung koroner: tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi (dislipidemia), kencing manis atau penyakit gula, kegemukan dan rokok.

    Untuk pemeriksaan gula darah dan kolesterol memerlukan pemeriksaan darah yang dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan yang dibutuhkan biasanya adalah gula darah termasuk gula darah puasa, dan kolesterol termasuk LDL, HDL, dan trigliserida. Pemeriksaan fungsi ginjal juga salah satu pemeriksaan yang mungkin akan diminta.

    Pada akhirnya, hasil dari wawancara klinis dan pemeriksaan fisik oleh dokter akan dikombinasikan dengan pemeriksaan penunjang pemeriksaan dengan alat dan laboratorium- akan memberikan hasil interpretasi yang menyeluruh mengenai:
    1. kondisi kesehatan jantung Anda
    2. keperluan untuk pemeriksaan lanjutan
    3. terapi yang Anda perlukan

      Pemeriksaan lain yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung koroner adalah:

  2. Treadmill Exercise Test

    Anda akan dipasang alat EKG, sementara Anda berjalan atau berlari di lintasan treadmill. Sebagai alternatif, ada tempat pemeriksaan yang menggunakan sepeda statis. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang relatif mudah, namun juga memiliki keterbatasan dalam penilaian.

  3. CT Scan Koroner

    Melalui pemeriksaan ini, Anda akan masuk ke dalam mesin CT SCAN yang diberikan injeksi kontras untuk melihat struktur pembuluh koroner Anda. Setelah pemeriksaan ini, ada kemungkinan sudah cukup untuk membuat penilaian, atau bisa juga akan berlanjut ke pemeriksaan kateterisasi angiografi koroner.

  4. Kateterisasi Angiografi Koroner

    Pemeriksaan ini dilakukan lewat akses yang dibuat melalui pergelangan tangan atau lipat paha Anda. Gunanya untuk menghantarkan kateter berdiameter sekitar 2mm ke dalam pembuluh darah Anda. Setelah diberikan injeksi kontras, gambaran pembuluh darah koroner akan terlihat dengan bantuan sinar X Ray.

  5. Pemeriksaan Klinis Dokter

    Mendeteksi penyakit jantung koroner dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan klinis oleh dokter. Pemeriksaan ini tidak bisa dilakukan tanpa bertemu dengan dokter.

    Dokter juga akan memeriksa tekanan darah, suara jantung, dan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan EKG ini bertujuan mendeteksi kelainan irama jantung atau kondisi jantung yang tidak normal, dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan alat lain.

Nah, itulah cara-cara mendeteksi penyakit jantung koroner. Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur dan memangkas konsumsi gula serta junk food.

(BA/MFW)

1 Komentar

  • Triya Lestari

    dok saya sering merasakan sesak nafas tapi saya tidak tau apa penyebabnya apakah ini bertadan say punya gejala penyakit jatung tau asma..???