Sukses

Pengertian

Hidradenitis supurativa adalah suatu keadaan peradangan kulit kronik dengan tampilan benjolan merah yang terasa nyeri.  Kondisi yang kerap pula disebut dengan acne inversa karena bentuknya yang seperti jerawat ini, biasanya disertai sensasi nyeri dan melibatkan daerah ketiak, bawah dada, dan selangkangan. 

Benjolan yang muncul bisa saja mengalami infeksi hingga bernanah dan mengeluarkan aroma tak sedap saat pecah. Biasanya ketika benjolan pecah akan meninggalkan bekas parut. Umumnya, kasus hidradenitis supurativa banyak ditemui pada orang-orang yang sedang dalam masa puber.

Penyebab

Penyebab hidradenitis supurativa hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun diduga terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya gangguan kulit ini, seperti faktor genetik dan lingkungan.

Gangguan ini biasanya terjadi pada semua anggota tubuh dengan folikel rambut. Salah satu kejadian awal yang memulai terjadinya hidradenitis supurativa adalah adanya sumbatan folikel rambut. Selain itu, berbagai faktor yang juga berperan dalam terjadinya gangguan ini adalah keringat berlebih, gangguan hormon, obesitas, dan kelainan genetik.

Selain itu, faktor usia juga diduga turut memengaruhi faktor risiko hidradenitis supurativa. Gangguan kulit ini lebih sering ditemui pada remaja yang sedang puber atau meeka yang berusia 20 tahunan. Kasus ini jarang ditemukan di usia sebelum pubertas maupun di usia lanjut.

Diagnosis

Penentuan diagnosis dari penyakit kulit hidradenitis supurativa ini cukup dengan dilakukan lewat pemeriksaan fisik pada daerah yang terkena. Pasien dapat menunjukkan adanya benjolan yang nyeri dan disertai dengan abses, adanya sinus pada daerah aksila, pangkal paha atau perineum.

Berdasarkan derajat beratnya penyakit, hidradenitis supurativa diklasifikasikan menjadi tiga stadium menurut stadium Hurley, yaitu:

  • Stadium satu berupa abses soliter atau multipel yang berbatas tegas, tanpa bekas luka dan tanpa adanya saluran sinus.
  • Stadium kedua berupa terbentuknya abses berulang, dengan terbentuknya saluran sinus.
  • Stadium ketiga menunjukkan lesi abses yang menyatu, terbentuknya parut, dan bersatunya saluran sinus.

Gejala  

Beberapa gejala yang dapat dijumpai pada hidradenitis supurativa adalah:

  • Benjolan dengan nanah pada kulit (0,5–2 cm)
  • Tanda peradangan pada kulit yang terlibat, seperti kemerahan, terasa hangat
  • Pada peradangan yang menahun dapat terbentuk abses, fistel, dan sinus yang multipel
  • Tempat yang paling umum terkena adalah daerah ketiak, lipatan paha, dan perianal

Pengobatan

Penanganan dari gangguan kulit hidradenitis supurativa tergantung dari derajat beratnya penyakit. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri, mempercepat proses penyembuhan dan mencegah penyebaran, seperti:

  • Pola hidup. Kompres hangat, jaga kebersihan daerah yang terkena, kenakan pakaian yang longgar, dan menurunkan berat badan adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan kejadian hidradenitis supurativa.
  • Pengobatan medis. Beberapa contoh pilihan pengobatan hidradenitis supurativa adalah dengan pemberian antibiotik, injeksi steroid atau inhibitor TNF. Pilihan antibiotik yang dapat digunakan adalah antibiotik jenis eritromisin, dan klindamisin.
  • Pembedahan. Apabila lesi kulit yang terjadi sudah cukup kronik dengan banyak jaringan parut, pembedahan dapat dipertimbangkan.

Pencegahan ​

Menghindari berbagai faktor pencetus dari gangguan kulit hidradenitis supurativa dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya hidradenitis supurativa. Jaga berat badan tetap ideal dan menjaga kebersihan kulit dapat Anda lakukan untuk menghindari gangguan kulit ini.