Sukses

Salah Satu Bayi Kembar Marissa Nasution Meninggal

Salah satu bayi kembar Marissa Nasution, Moana, meninggal dunia setelah menjalani fetal surgery

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu bayi kembar Marissa Nasution, Moana, meninggal dunia pada 7 Februari 2018. Anak dari pembawa acara sekaligus figur publik Indonesia itu meninggal setelah menjalani fetal surgery. Saat ini, Marissa dan salah satu bayi kembar yang selamat sedang menjalani masa pemulihan di Singapura.

Moana meninggal setelah proses fetal surgery. Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid, fetal surgery merupakan operasi janin yang dilakukan di dalam rahim. “Jadi, waktu janin masih dikandung oleh ibu. Ini dilakukan kalau ada kecacatan pada janin,” ujarnya.

Kehamilan kembar memiliki risiko

Berbicara lebih jauh tentang kehamilan kembar, dr. Melyarna Putri mengungkapkan bahwa kehamilan kembar memiliki sejumlah risiko. Beberapa risiko yang bisa terjadi pada kondisi ini adalah meningkatnya risiko persalinan prematur, diabetes gestasional, dan tekanan darah tinggi pada kehamilan.

Kelahiran prematur merupakan proses persalinan yang terjadi pada kehamilan sebelum usia 37 minggu, atau tiga minggu sebelum waktunya. Pada umumnya, persalinan prematur terjadi tanpa terencana. Misalnya, pada kejadian ketuban pecah dini (ketuban pecah sebelum waktunya bersalin) atau pada kejadian infeksi di dalam rahim saat kehamilan.

Sementara itu, diabetes gestasional merupakan diabetes yang terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa terjadi karena perubahan metabolisme glukosa ketika hamil, terutama untuk usia kandungan di atas enam bulan.

Lantas, seperti apa tekanan darah tinggi pada kehamilan? Tekanan darah tinggi saat kehamilan dapat membuat aliran darah di plasenta tidak lancar, sehingga pertumbuhan janin terhambat. Menurut dr. Resthie, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko preeklamsia pada ibu hamil.

Preeklamsia adalah keracunan kehamilan yang ditandai dengan kondisi tekanan darah tinggi dan bocornya protein lewat air seni pada ibu hamil. Kondisi ini dapat berujung pada kejang dan kematian ibu hamil.

Kehamilan kembar seperti yang terjadi pada Marissa Nasution kemungkinan memiliki beberapa risiko. Untuk mencegah komplikasi dari diabetes gestasional, dan tekanan darah tinggi, ibu hamil kembar harus rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan. Sebab, ibu hamil kembar butuh pemeriksaan yang lebih kompleks. Kalau kedua kondisi ini dapat terkontrol dengan baik, ibu hamil kembar dapat terhindar dari risiko persalinan prematur.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar