Sukses

Kiat Jitu Bebas Diare di Musim Hujan

Penyakit diare mengintai saat musim hujan. Lakukan kiat ini untuk lindungi Anda dan keluarga dari bahaya diare.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang menyukai musim hujan. Saat musim hujan datang, udara memang cenderung lebih sejuk. Sayangnya, musim hujan datang bersama dengan penyakit musiman. Salah satu penyakit yang sering dijumpai di musim hujan adalah diare.

Diare bisa menyerang siapa saja dan terjadi kapan saja. Namun, biasanya, kejadiannya meningkat di musim hujan. Hal ini terjadi karena kuman lebih mudah berkembang biak dalam kondisi lembap. Penularannya pun lebih cepat saat musim hujan, karena sebagian besar kuman menyebar melalui air atau genangannya.

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan buang air besar cair tiga kali sehari, selama minimal tiga hari berturut-turut. Gejala lain yang dapat dialami oleh penderita diare adalah mual, muntah, nyeri perut, demam, dan lemas.

Diare dapat disebabkan oleh banyak hal mulai dari infeksi virus, bakteri, dan parasit, akibat obat-obatan. Di samping itu, alergi atau intoleransi bahan makanan tertentu, dan keracunan makanan juga bisa menyebabkan diare.

1 dari 2 halaman

Jangan sepelekan diare

Sebagian besar kasus diare dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya saja, ada satu hal yang paling ditakutkan yaitu risiko dehidrasi atau kekurangan cairan. Ini merupakan komplikasi (penyulit) dari diare.

Dehidrasi bisa berakibat fatal, terutama pada anak, karena bisa menyebabkan penurunan kesadaran bahkan kematian. Karena itu, tindakan pencegahan tentu sangat penting, terutama saat musim hujan.

Nah, agar anggota keluarga bebas diare, Anda dapat melakukan beberapa kiat berikut ini di rumah:

1. Cuci tangan

Meski tampak sederhana, mencuci tangan dengan benar telah terbukti dapat mencegah penularan berbagai penyakit infeksi. Bila memiliki bayi, cuci tangan saat hendak menyuapinya. Saat cuci tangan, usahakan selalu menggunakan sabun dan bilas dengan air mengalir.

Waktu penting untuk cuci tangan adalah sebelum makan, sebelum memasak, dan sebelum menyiapkan makanan. Anda juga harus mencuci tangan setelah buang air besar atau kecil di toilet, setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan, dan saat pulang ke rumah setelah di luar rumah seharian.

2. Minum air matang

Ada kuman yang dapat hidup di dalam air, bahkan hingga suhu 700C. Karena itu, usahakan selalu mengonsumsi air yang telah dimasak hingga mendidih. Kemudian, dinginkan air terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Saat menyikat gigi, gunakan pula air matang untuk berkumur.

3. Cuci bersih buah dan sayuran

Bakteri dan kuman pembawa penyakit dapat hinggap dan menetap di aneka buah dan sayur. Karena itu, cuci bersih buah dan sayuran dengan air mengalir, sebelum mengolah atau mengonsumsinya.

4. Praktikkan kitchen hygiene

Tahukah Anda, kuman yang terdapat di dapur dan peralatan masak bisa jadi dua kali lebih banyak, dibandingkan kuman di toilet? Karena itu, Anda perlu menjaga kebersihan dapur dengan melakukan kitchen hygiene, yaitu membersihkan dapur dan seluruh peralatan masak sebelum dan setelah menggunakannya.

5. Makan makanan yang dimasak matang sempurna

Proses memasak juga menjadi salah satu cara menghilangkan kuman yang ada dalam bahan makanan. Usahakan selalu konsumsi makanan yang benar-benar matang sempurna dan tersaji dengan cara yang bersih.

Melindungi diri sendiri dan keluarga dari diare ternyata tidak sulit, bukan? Anda dapat menerapkan kiat-kiat di atas sepanjang waktu, tidak hanya di musim hujan. Dengan demikian, Anda dan seluruh keluarga selalu terbebas dari bahaya diare.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar