Sukses

Awas, Olahraga Berlebihan Membahayakan Kesehatan Anda

Olahraga berlebihan atau overtraining bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga dan menjalani pola makan yang tepat menjadi kunci utama untuk mendapatkan tubuh sehat. Oleh karena itu, ada anjuran untuk berolahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap hari. Namun, bila dilakukan secara berlebih alias overtraining, olahraga justru membahayakan kesehatan Anda.

Olahraga berlebihan atau overtraining yaitu ketika Anda berolahraga dengan intensitas, kualitas, dan durasi melebihi kemampuan tubuh untuk melakukan pemulihan. Dengan kata lain, overtraining terjadi ketika pola olahraga menjadi berlebih (dan berulang), tanpa ada jeda tubuh untuk beristirahat dan melakukan pemulihan.

Overtraining tentu mendatangkan banyak risiko. Selain untuk mendapatkan tubuh sehat, tujuan lain dari olahraga yaitu untuk menguatkan otot. Jika otot tubuh tidak diberikan kesempatan untuk memulihkan diri, maka akan terjadi penurunan fungsi, nyeri, dan mudah cedera.

Tendon dan ligamen (bagian dari otot) yang terus-menerus terpapar beban saat olahraga akan mengalami radang. Selain nyeri dan cedera serius, Anda dapat pula mengalami mudah lelah akibat overtraining.

Berdasarkan penelitian dari Rice University, Texas, Amerika Serikat, overtraining juga dapat menyebabkan gangguan perilaku. Gangguan perilaku yang muncul antara lain mudah tersinggung, perubahan pola tidur, berkurangnya semangat untuk berolahraga, mudah cemas, bahkan depresi. Gejala lain yang juga dapat timbul yaitu berkurangnya nafsu makan, dan penurunan berat badan.

Sedangkan bagi wanita, overtraining yang berlangsung kronis dapat berdampak serius pada kesehatan tulang. The National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases menyebutkan, olahraga berlebihan dapat menurunkan kadar hormon estrogen dan meningkatkan risiko osteoporosis.

Kadar estrogen yang rendah (terutama pada masa remaja dan usia produktif) dapat berdampak pada tingkat kepadatan tulang di usia tua. Gejala yang umum dijumpai ketika seseorang wanita mengalami overtraining adalah gangguan menstruasi atau haid tidak teratur.

Untuk mencegah risiko tersebut, Anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini:

  • Jadwalkan hari istirahat. Dalam satu minggu, Anda harus meluangkan waktu untuk istirahat. Anda perlu menyediakan waktu paling tidak satu hari, agar tubuh dapat memulihkan diri. Atau, Anda bisa menerapkan pola selang-seling, yaitu melakukan olahraga satu hari, kemudian istirahat di hari berikutnya.
  • Perhatikan durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga. Kurangi durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga, terutama jika Anda mengalami cedera.
  • Konsultasi. Sebelum memulai olahraga baru, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kedokteran olahraga.
  • Ikuti panduan dari pelatih Anda. Jika masih tergolong pemula, Anda bisa menggunakan jasa pelatih khusus yang berkompeten di bidang olahraga. Ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan porsi latihan yang tepat.

Olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh. Namun bila dilakukan secara berlebihan, olahraga justru mendatangkan dampak buruk. Oleh karena itu, penting untuk menghindari olahraga berlebihan alias overtraining untuk tetap menjaga kesehatan Anda.

[BA]

0 Komentar

Belum ada komentar